MAKALAH CALON KETUA PERPIKA
June 17th, 2011 § Leave a Comment
MAKALAH CALON KETUA PERPIKA
Iwa Kartiwa
Yonsei University
PENDAHULUAN
I. Latar belakang
Keberadaan organisasi pelajar Indonesia di luar negeri, seperti PERPIKA, memiliki tujuan dalam membentuk pelajar yang berbudi pekerti, cakap, mandiri, berwawasan luas, demokratis, dan bertanggung jawab. Kemudian tujuan lainnya adalah memberikan dorongan kepada pelajar untuk menjadi pemimpin dan penggerak dalam kehidupan berbangsa , ikut serta dalam menyumbangkan karya dan pikiran dalam penataan kehidupan bangsa, memupuk dan membina rasa persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan dimana pelajar tersebut tinggal. PERPIKA sebagai salah satu organisasi pelajar secara eksplisit juga memiliki fungsi dan peran seperti yang disebutkan diatas. Berdasarkan AD/ART PERPIKA disebutkan bahwa tujuan PERPIKA adalah
Universitas Terbuka di Korea
May 16th, 2011 § Leave a Comment
“setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat”
-UU Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 ttg Sistem Pendidikan Nasional-
Disaat saya mulai membaca satu demi satu undang-undang mengenai pendidikan di Indonesia, mulai detik itu juga rasa pesimis muncul kembali. Semakin dibaca semakin terasa jauh apa yang tertulis disana dengan apa yang terjadi pada kenyataan. Pendidikan jadi seonggok manuskrip hasil perdebatan perwakilan rakyat kita berbulan-bulan. Klise, tapi jurang itu semakin terasa saja saat saya menginjakkan kaki di korea ini.
Inilah kali keduanya saya berkenalan dengan kata “UT” atau “Universitas Terbuka”. Dulu sewaktu saya bekerja, ada salah satu senior saya yang lulusan SMK mengambil kuliah di UT ini. Dia bilang, “butuh ijazah nih wa, biar karir nya ga mentok-mentok amat, jadi ngambil kuliah lagi di UT, lumayan waktunya fleksibel”. Perkenalan kali pertama dengan UT yang kurang baik memang, namun hal itu berubah setelah melihat apa yang UT bisa lakukan disini di Korea. (Oiyah, untuk tahu UT itu apa silahkan googling saja)
The Next Eleven
May 16th, 2011 § Leave a Comment
“Dunia bagaikan sebuah roda, selalu berputar kadang di atas kadang di bawah”
Jika Anda memperhatikan dengan jelas perjalanan sejarah manusia maka Anda dapat melihat bagaimana kedigdayaan sebuah bangsa dipergulirkan silih berganti. Yunani, China, Romawi, Timur Tengah, Eropa dan sekarang Amerika. Ada beberapa pertanyaan yang kemudian menggelitik untuk dipertanyakan, bangsa mana selanjutnya setelah ini yang akan menguasai dunia dan apakah Indonesia pernah merasakannya ataukah ada kesempatan untuk merasakannya.
“We are the sleeping Giant, after China, India (yang baru bangun tidur) and United State (yang sekarang terjaga)”
Surat untuk Calon Bapak Mertua
May 16th, 2011 § Leave a Comment
Bapak, saya tidak membeli putri Bapak dengan kemapanan
tetapi saya membelinya dengan sebuah keyakinan
keyakinan yang jauh melebihi ketampanan
keyakinan yang mencukupkan apa yang tidak cukup
melengkapi apa yang kurang lengkap
dan mewarnai semua yang tadinya suram
Bapak, jika aku boleh menambahkan satu rukun dalam iman ku
maka keyakinan pada putri bapak adalah salah satunya
keyakinan yang akan menuntun jalan hidupku
menggenapkan ke enam iman lainnya
berlebihan memang terdengar, tapi Tuhan tahu aku benar
Bapak, Bapak harus tahu
kemapanan sejati itu letaknya dihati
dan ketampanan hakiki itu ada di akal budi
dan ketahuilah Bapak
hanya keyakinan yang bisa membuka pintu hati dan jendela akal budi
jadi bagaimana Bapak?
kapankah saya boleh melamar?
sekarang ataukah setelah selesai sekolah?
saya tunggu tapi jangan pakai lama
salam hormat,
menantumu kelak
*dedicated to all fathers all around the world, don’t too harsh to your daughter
Pendidikan di Mata Seorang M. Natsir
April 30th, 2011 § Leave a Comment
Sulit rasanya untuk mencari sosok seperti Beliau saat ini. Beliau memiliki wawasan luas, memiliki pengalaman Internasional yang membanggakan, berkontribusi besar dalam sejarah pembentukan bangsa namun disisi lain Beliau juga seorang yang rendah hati dan sederhana. Tidak terlalu banyak sensasi ataupun drama picisan dalam perjalanan hidup Beliau, mungkin itu juga yang membuat Beliau kalah pamor dibanding tokoh lainnya.
Mohamad Natsir lahir di Sumatera Barat 1908 dan tumbuh di lingkungan yang islami. Selepas menyelesaikan pendidikan di HIS padang, Beliau mendapatkan kesempatan untuk bersekolah di MULO Bandung. Melalui pendidikan formal dan nonformal yang ia dapatkan, Beliau kemudian menguasai beberapa bahasa asing seperti Arab, Belanda dan Inggris. Dengan bekal bahasa inilah Beliau kemudian memiliki akses terhadap ilmu pengetahuan yang ada di dunia. Hal ini berdampak besar terhadap cara pandang Beliau mengenai segala sesuatu, terutama pendidikan. « Read the rest of this entry »
Kebijakan Pendidikan dan Ekonomi Negara: Antara Korea Selatan dan Indonesia
April 30th, 2011 § Leave a Comment
Latar belakang
Korea Selatan dalam beberapa dekade ini berhasil menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan, dilihat dari angka dan persistensinya. Pertumbuhan ekonomi ini berkisar di angka 7-8% setiap tahunnya, semenjak awal 1960. Hal ini mengubah wajah Korea dari negara miskin menjadi negara industri dan jasa yang cukup maju. Perubahan yang terjadi ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan terhadap pengembangan sumberdaya manusia yang dilakukan pemerintah Korea Selatan sejak tahun 1945-an.
Hubungan antara pengembangan sumber daya manusia dengan pertumbuhan ekonomi ini memang sangat sulit untuk dibuktikan secara matematis. Becker, Murphy dan Tamura (1990) menunjukan bahwa pertumbuhan sumber daya manusia memiliki dampak terhadap pertumbuhan GDP. Lebih jauh lagi Hayami (2001) mengatakan bahwa pengembangan pengetahuan melalui investasi di bidang pendidikan merupakan prasyarat bagi pertumbuhan produktivitas negara. « Read the rest of this entry »
Tan Malaka: Komunis Moderat atau Islam Kiri?
March 22nd, 2011 § Leave a Comment
“Ya, saya katakan, ketika saya berdiri di depan Tuhan saya adalah seorang Muslim, tapi ketika saya berdiri di depan banyak orang saya bukan seorang Muslim, karena Tuhan mengatakan bahwa banyak iblis di antara banyak manusia!”
Itu adalah sepenggal dari pidato Tan Malaka, tokoh Marxis Indonesia yang juga sering disebut-sebut sebagai bapak pelopor Republik ini. Tidak banyak yang mengetahui sepak terjang beliau dalam peta perpolitikan dan sejarah bangsa ini, karena mungkin dahulu sempat berseberangan ideologi dan pemikiran dengan beberapa petinggi negara ini. Sebut saja Soekarno, yang juga sempat “belajar” dari Tan Malaka ini, tercatat pernah menjebloskan Tan Malaka ke dalam penjara dan konon katanya beliau juga dalang dibalik pembunuhan Tan Malaka.
Berkat beberapa tulisannya seperti Massa Actie, Naar de Republik, Dari Penjara ke Penjara dan Madilog, saat ini orang-orang mulai mengetahui siapa sebenarnya Tan Malaka ini dan bagaimana kontribusi beliau dalam sejarah pembentukan Republik kita ini. Perjalanan hidup Tan Malaka ini hampir seperti cerita fiksi saja, dimulai dari petualangan dia di Eropa saat mulai berkenalan dengan Marxisme dan Komunisme kemudian cerita mengenai pelarian dia di beberapa negara di Asia. « Read the rest of this entry »
Generasi Terlupa
March 22nd, 2011 § Leave a Comment
Memang tak banyak pilihan bagi generasi ini,
tapi bukankah hidup ini adalah mengenai pilihan.
Maju dan terus bergerak adalah pilihan bagi mereka yang mendamba hidup layak.
Maju dan terus bergerak adalah pilihan bagi jiwa-jiwa yang mendamba surga di hati mereka.
Hanya sabar yang datang sebagai penolong bagi mereka-mereka,
pejuang yang hidup dalam ketertekanan kemiskinan dunia nalar dan akal sehat.
Bergeraklah, sesukamu dan dalam deritamu sabar bersemayam,
hingga saatnya nanti dunia adalah milik kita.
Mengalirlah ke segala arah di penjuru dunia,
hembuskan aroma sukacita pejuang cita-cita bangsa yang terlupa,
yang hingga saatnya nanti Indonesia Berjaya.
22/3/2011
Seoul
- kehilangan sebelah jiwa -
Implementasi Teknologi Broadband
March 19th, 2011 § 1 Comment
Peningkatan teknologi infomasi dan komunikasi di beberapa negara berkembang, seperti Indonesia, terlihat sangat spektakuler beberapa dekade ini . Hampir 75% pelanggan telepon seluler dunia berada di negara-negara berkembang ini. Negara-negara ini sekarang sedang merasakan euphoria terhadap perkembangan dunia digital dan mulai merasakan peningkatan ekonomi sebagai dampaknya. Namun sayangnya negara-negara tersebut tertinggal dalam mengimplementasikan teknologi broadband, yaitu salah satu teknologi transmisi telekomunikasi yang memungkinkan transfer informasi dalam kecepatan tinggi. Pada penghujung 2009, di benua Amerika dan Eropa terdapat hampir 50% dari 1 miliar pelanggan fixed/mobile broadband dunia. Tetapi tidak demikian dengan benua lain, sebagai contoh Asia Tenggara dan Afrika bagian utara jika digabung hanya tercatat 3% dari total keseluruhan pelanggan dunia.
Ketidakseimbangan ini menjadi ancaman dan menciptakan sekat/pembatas baru di dunia. Tanpa akses terhadap konektivitas broadband, pihak-pihak seperti pemerintah, bisnis, komunitas, dan individual tidak bisa ikut serta dalam masyarakat informasi global dan terbatas akses nya terhadap ilmu pengetahuan dunia. « Read the rest of this entry »
Belajar Dari Negeri Orang: Menghidupkan Kembali Korea
March 15th, 2011 § Leave a Comment
Pembangunan di sebuah negara selalu menjadi topik yang menarik bagi saya. Bagaimana tidak, kebangkitan sebuah negara selalu menjadi fenomena unik yang disertai serangkaian peristiwa penting yang pada dasarnya adalah serangkaian skenario yang telah dipersiapkan. Peristiwa ini menjadi pemicu-pemicu utama, yang kadang-kadang tidak disadari keberadaannya, dalam gerakan perubahan atau transformasi di hampir semua negara. Saat ini saya tertarik untuk membahas Korea Selatan, alasannya cukup sederhana karena saat ini saya memang sedang berdomisili di Negara ini. Jadi tidak terlalu sulit untuk mencari rujukan dan referensi yang shahih.
Pertumbuhan ekonomi Korea beberapa saat ini memang mencengangkan, mengingatkan sejarah keterpurukan bangsa ini di awal abad lalu. Lebih mencengangkan lagi, perubahan ini tidak memakan waktu lama, kurang lebih dalam waktu 50 tahun Korea mampu bertranformasi dari negara berkembang menjadi salah satu negara maju. Lebih hebatnya lagi perubahan struktural yang menjadi platform atau blueprint transformasi ini hanya dilakukan dalam waktu 30 tahun saja. Fase ini bisa dibagi menjadi 3 periode, yaitu (1) periode pengenalan dan imitasi teknologi asing dilakukan sampai 1970-an, (2) periode pembentukan kapabilitas riset dan pengembangan (R&D) industri pada tahun 1980-an, (3) periode pembangunan dan pengembangan riset dasar/hulu dimulai tahun 1990. « Read the rest of this entry »