MAKALAH CALON KETUA PERPIKA
June 17th, 2011 § Leave a Comment
MAKALAH CALON KETUA PERPIKA
Iwa Kartiwa
Yonsei University
PENDAHULUAN
I. Latar belakang
Keberadaan organisasi pelajar Indonesia di luar negeri, seperti PERPIKA, memiliki tujuan dalam membentuk pelajar yang berbudi pekerti, cakap, mandiri, berwawasan luas, demokratis, dan bertanggung jawab. Kemudian tujuan lainnya adalah memberikan dorongan kepada pelajar untuk menjadi pemimpin dan penggerak dalam kehidupan berbangsa , ikut serta dalam menyumbangkan karya dan pikiran dalam penataan kehidupan bangsa, memupuk dan membina rasa persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan dimana pelajar tersebut tinggal. PERPIKA sebagai salah satu organisasi pelajar secara eksplisit juga memiliki fungsi dan peran seperti yang disebutkan diatas. Berdasarkan AD/ART PERPIKA disebutkan bahwa tujuan PERPIKA adalah
- Menjadi wadah persatuan, kerukunan, dan kekeluargaan pelajar Indonesia di Korea Selatan.
- Membantu meningkatkan kualitas keilmuan pelajar Indonesia di Korea Selatan.
- Menjalin hubungan dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak.
PERPIKA bisa dikatakan sebagai sarana tempat belajar dan membangun karakter (character building), sebagai tempat pembentukan kreativitas, sifat kritis, dan ide baru (idea source), sebagai tempat pembentukan nasionalisme dan kecerdasan politik (nationality and political investment), sebagai tempat yang berorientasi pada pengabdian masyarakat (social community development), sebagai tempat pembentukan rasa kekeluargaan (brotherhood), serta sebagai tempat pembentukan jaringan atau komunitas (networking).
Dari paparan di atas sangat jelas mengenai arah gerak dan ruang lingkup yang seharusnya dimiliki oleh PERPIKA. Sesuai dengan peraturan yang ada maka PERPIKA seharusnya memiliki tiga dimensi yang mencakup arah gerak dan ruang lingkupnya sebagai organisasi pelajar yaitu pengembangan diri, pengembangan keilmuan dan teknologi, dan pengembangan rasa kebangsaan dan kekeluargaan.
II. Analisis kondisi
Fakta dan opini mengenai kondisi internal PERPIKA dan eksternal PERPIKA yang mempengaruhi keberjalanan PERPIKA sebagai sebuah organisasi pelajar.
Kondisi internal PERPIKA
- Organisasi dengan jumlah anggota relatif besar
- Tidak memiliki ruang sekretariat
- Anggota tersebar di seluruh pelosok korea
- Jumlah anggota pasif jauh lebih banyak dibanding anggota aktif
- Kegiatan yang terkait dengan keilmuan dan teknologi masih kurang
- Anggota majemuk, termasuk dalam latar belakang keilmuan
- Belum memiliki cetak biru sebagai acuan pengembangan organisasi dalam pencapaian tujuan yang berkesinambungan
- Antusiasme anggota dalam kegiatan-kegiatan PERPIKA kurang
- Memiliki sumber daya anggota yang memadai, individu anggota memiliki cukup banyak prestasi, baik internal kampus ataupun eksternal
- Sebagian besar anggota adalah peneliti di laboratorium kampus, sehingga sedikit memiliki waktu luang
Kondisi eksternal PERPIKA
- Kebijakan KBRI yang kurang mendukung aktivitas organisasi
- Kurangnya sinergisasi antara PERPIKA dengan stakeholders PERPIKA lainnya
- Keterlibatan alumni dalam kegiatan belum maksimal
- Korea memiliki fasilitas penunjang dan akses internet memadai
- Beban studi sistem pendidikan Korea yang cukup berat
Kondisi ini tentunya memiliki dampak yang signifikan dalam proses keberjalanan PERPIKA, ada yang merupakan kelemahan, kelebihan, kesempatan atau bahkan ancaman. Maka merupakan tanggung jawab seluruh anggota untuk mengubah kelemahan menjadi kelebihan dan ancaman menjadi kesempatan.
III. PERPIKA ideal
Berdasarkan paparan diatas maka PERPIKA sebagai sebuah organisasi pelajar dalam lingkup keilmuan teknologi dan kekeluargaan merupakan salah satu elemen penting dalam menunjang pencapaian cita-cita bangsa. Arah gerak dan ruang lingkup yang ada harus lebih jelas dan tegas menyebutkan bahwa PERPIKA memiliki fungsi dan peran tertentu yang harus dijalankan. PERPIKA yang ideal, adalah PERPIKA yang mampu mengaplikasi arah gerak dan ruang lingkup sehingga fungsi dan perannya dapat diimplementasikan dalam sebuah langkah strategis yang konkrit. Selanjutnya PERPIKA yang ideal adalah PERPIKA yang memiliki mekanisme struktural dan kultural yang menunjang arah gerak dan ruang lingkup tadi. Kemudian PERPIKA yang ideal adalah PERPIKA yang mampu menjalankan pembangunan visi dan misinya secara berkesinambungan.
Gambaran PERPIKA yang ideal seharusnya didasarkan pada blueprint, dimana diharapkan anggotanya tersebut bisa menjadi sosok ”future leader” yang mampu menjawab tantangan masa depan. Hal tersebut berarti bahwa PERPIKA mempunyai peran dan fungsi tertentu yaitu:
Fungsi
Wadah pembinaan dan pengembangan potensi dan jati diri anggota
(human resources development)
Peran
Mengarahkan potensi dan jati diri anggota dalam rangka pengabdian kepada
masyarakat dan bangsa
(social community development)
Mungkin terasa berat jika melihat kodisi PERPIKA saat ini, namun, berdasarkan uraian sebelumnya, memang untuk itulah sebuah organisasi pelajar itu ada. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka tujuan itulah yang mesti kita capai bersama. Pertanyaan selanjutnya adalah mekanisme seperti apa yang dapat menunjang arah gerak dan ruang lingkup itu sehingga tujuan tersebut dapat tercapai. Pada dasarnya mekanisme itu dibuat didasarkan pada tujuan dan nilai-nilai dasar yang ingin dikembangkan. Tujuan dan nilai dasar tersebut akan memberikan gambaran bentuk mekanisme secara struktural dan kultural yang seharusnya dibuat. Beberapa nilai yang ingin dikembangkan itu adalah nilai integritas, egaliter, dan semangat pembelajaran. Oleh karena itu di dalam mekanisme yang dijalankan hendaknya tercermin semangat pencapaian tujuan dan pengembangan nilai-nilai dasar tadi.
Beberapa hal yang harus diperbaiki berkaitan dengan pembentukan kembali PERPIKA yang ideal antara lain:
- Manajemen sumberdaya anggota. Kekuatan suatu organisasi terletak pada sumberdaya anggotanya. Proses manajemen sumberdaya anggota yang tidak tepat dapat berakibat pada ketidakproduktifan organisasi tersebut selama kepengurusan berlangsung. Manajemen sumberdaya anggota harus dapat terdefinisi dengan tepat sesuai dengan kebutuhan organisasi. Perencanaan sumberdaya anggota harus segera dibuat, terutama bagian perencanaan pengembangan kompetensi sumberdaya anggota.
- Penurunan kembali tujuan organisasi dalam langkah strategis. Tujuan akan memberikan kita arah gerak yang jelas dalam melangkah. Tujuan PERPIKA haruslah diturunkan secara komprehensif baik itu dari tataran konstitusi, analisis kondisi, analisis kebutuhan, ataupun dari gambaran masa depan mengenai PERPIKA yang ideal.
- Koordinasi internal. Bentuk koordinasi yang tepat antar elemen di dalam PERPIKA memiliki dampak yang besar terhadap produktivitas organisasi ini.
IV. Visi dan Misi Kepengurusan
Arah gerak dan ruang lingkup PERPIKA adalah pengembangan diri yang menjadi fondasi bagi pengembangan keilmuan dan teknologi dan pengembangan rasa kekeluargaan. Pertanyaaan selanjutnya adalah pengembangan diri, keilmuan dan teknologi, dan kekeluargaan seperti apa yang harus dikembangkan.
Pengembangan Diri
Pengembangan diri yang berdasarkan pada kepribadian atau karakter merupakan hal yang penting dalam setiap manusia. Kepribadian atau karakter, menurut definisinya, merupakan suatu gambaran kualitas mental dan moral seseorang yang khas pada setiap individu. Sehingga karakter meliputi berbagai aspek dari seorang manusia, yaitu mental, moral, dan pola pikir dari seseorang. Esensi dari pentingnya pembentukan kepribadian/karakter di PERPIKA adalah terwujudnya anggota sebagai insan intelektual yang mengenal dirinya sendiri dan tahu bagaimana seharusnya kepribadian/karakter dan sikap positif membentuk pribadinya yang utuh. Pegembangan diri ini pula bertujuan agar anggota PERPIKA dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai pelajar dengan baik dan benar dalam tatanan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Nilai-nilai turunan dari karakter-karakter yang ingin dibentuk sesuai diagram di atas bukanlah sesuatu hal yang ingin mempersempit makna dari pemimpin, pelajar, dan pembelajar. Namun nilai-nilai tersebut akan menjadi nilai-nilai dasar yang akan dibentuk dalam diri setiap anggota PERPIKA, sehingga diharapkan selanjutnya proses pembentukan karakter ini bisa dilakukan mandiri oleh setiap anggota PERPIKA. Karena pada dasarnya itulah hakikat sebenarnya pembentukan karakter, dimulai oleh kesadaran pribadi. Pengembangan diri ini sendiri akan menjadi roh dari semua program kerja yang ada di PERPIKA ini.
Keilmuan dan Teknologi
Keilmuan dan Teknologi ini akan menjadi koridor dari PERPIKA untuk melaksanakan kegiatannya. Hal ini didasarkan pada kenyataannya bahwa PERPIKA memang merupakan sebuah organisasi pelajar yang berada di Korea dengan latar belakang kelimuan anggota yang beragam.
Sosok pelajar yang diharapkan seharusnya adalah sosok manusia yang dengan bekal dasar ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki, harus mampu mengamati, mengenali dan melakukan pendekatan pemecahan masalah di bidang ilmunya secara ilmiah dan penuh prakarsa, mampu menerapkan ilmunya, serta siap menghadapi perubahan dan mengikuti perkembangan. Kemampuan tersebut tidak sepenuhnya kita dapatkan di bangku perkuliahan. Sesuai dengan penjabaran falsafah organisasi di awal, maka PERPIKA juga merupakan wadah dan pemeliharaan dan pengembangan ilmu dan teknologi. Oleh karena itu PERPIKA merupakan salah satu elemen yang juga memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Kedudukan ini yang saat ini banyak dilupakan oleh banyak pihak terutama oleh anggotanya sendiri. Dengan mengembalikan salah satu kedudukan penting organisasi pelajar diharapkan sosok anggota PERPIKA yang ideal dapat diciptakan. Namun hal ini memerlukan sinergisasi antar semua elemen anggota.
Lingkup Kerja Keilmuan dan Teknologi
- Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang merangsang kehidupan keilmuan dan teknologi. Keilmuan dan teknologi dalam hal ini yaitu keilmuan dan teknologi dalam artian yang luas seperti yang telah dijelaskan diatas. Dengan melaksanakan banyak kegiatan keilmuan dan teknologi diharapkan dapat memperluas kesempatan setiap anggota PERPIKA untuk mengembangkan potensi keilmuan dan teknologi.
- Dibentuk divisi yang akan memfasilitasi proses pengembangan keilmuan dan teknologi anggota
- Menjalin kerjasama dengan institusi-institusi Indonesia ataupun Korea untuk mengadakan kegiatan yang mampu menambah wawasan dalam keilmuan dan teknologi
- Membuat peta pakar kelimuan dan teknologi yang didasarkan pada subjek penelitian anggota PERPIKA
- Menggunakan media informasi sebagai salah satu sarana dalam mengembangkan keilmuan dan teknologi anggota PERPIKA.
Kekeluargaan
Kekeluargaan merupakan salah satu komponen terpenting bagi kehidupan organisasi pelajar seperti PERPIKA karena kekeluargaan ini berfungsi sebagai elemen penting yang dapat menunjang proses pencapaian tujuan. Dengan rasa kekeluargaan diharapkan akan mengoptimalkan proses komunikasi dan koordinasi sehingga efektivitas kerja dapat tercapai. Secara sederhana kekeluargaan dapat diartikan sebagai perasaan menganggap orang lain sebagai bagian dari keluarga besar. Kekeluargaan ini memang harus tercipta secara alami, namun tetap harus ada mekanisme yang memfasilitasi hal tersebut. Semangat kekeluargaan ini harus tercermin dari kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh PERPIKA dalam batasan norma, etika, dan peraturan yang berlaku di PERPIKA.
Lingkup Kerja Kekeluargaan
- Memperluas sarana interaksi anggota PERPIKA
- Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menunjukkan kepedulian terhadap sesama anggota
- Pembentukan identitas ke-PERPIKA-an pada diri setiap anggota
- Pelayanan kebutuhan umum anggota PERPIKA
Pengembangan Sistem Pendukung
Sistem pendukung ini terkait dengan proses manajemen dan administrasi organisasi, hal ini sangat penting untuk membedakan sebuah organisasi dengan bentuk non-organisasi. Beberapa hal yang penting terkait sistem pendukung ini adalah masalah manajemen anggota, finansial, administrasi dan networking.
Lingkup Sistem Pendukung
- Menyiapkan strategi finansial guna menyiapkan PERPIKA yang mandiri, dengan misalnya membentuk badan usaha di dalam PERPIKA
- Sistem informasi yang handal. Salah satunya adalah penggunaan media tepat guna dalam rangka penyebaran informasi
- Pendokumentasian data-data penting guna transfer nilai dan ilmu
- Pembentukan jaringan (networking) antar stakeholder PERPIKA yang berfungsi sebagai media akselerasi organisasi. Dukungan dari elemen yang terkait dengan keberadaan PERPIKA sangatlah penting.
V. Program Kerja
Untuk merealisasikan visi misi tadi ke dalam bentuk yang lebih nyata maka dibuatlah program kerja. Program kerja ini sendiri didasarkan pada arah gerak dan ruang lingkup PERPIKA yang telah dijelaskan sebelumnya. Yaitu, pengembangan keilmuan dan teknologi dan pengembangan kekeluargaan serta tidak lupa pengembangan sistem pendukung. Pengadaan program kerja harus seimbang dan proporsional antar satu sama lain. Sehingga profil seorang anggota PERPIKA yang ideal dapat dibentuk disini.
Pembentukan Inkubator Ide dan Inovasi Pelajar Indonesia di Korea
Inkubator ini merupakan wadah berbagi semua keilmuan dan teknologi yang dimiliki anggota PERPIKA dalam rangka memberikan kontribusinya pada masyarakat dan bangsa. Inkubator ini akan menjadi sarana bagi anggota PERPIKA untuk ikut serta menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat, yang dengan proses ini diharapkan seluruh anggota PERPIKA terbiasa untuk lebih peka mengenal masalah masyarakat dan terus mengembangkan diri dalam rangka penyelesaian masalah tersebut. Di dalam inkubator ini akan dipetakan seluruh kompetensi keilmuan anggota PERPIKA dan diklusterkan dalam beberapa tim. Melalui tim tersebut diharapkan proses berbagi ide dan inovasi bisa cepat terbentuk.
Sekretariat
Sekretariat ini diharapkan dapat digunakan sebagai sarana penyimpanan dokumentasi ataupun sebagai alamat resmi organisasi.
Website PERPIKA
Alamat situs resmi organisasi sangat penting dalam menunjang kegiatan-kegiatan yang diadakan PERPIKA. Selain itu situs resmi juga merupakan gerbang awal setiap orang untuk lebih mengenal PERPIKA. Oleh karena itu pembuatan dan pengelolaan nya harus direncanakan dengan baik. Website ini juga bisa digunakan sebagai sarana me-manage anggota, baik yang terkait dengan database, pengelolaan kegiatan dan sarana informasi penting lainnya.
Cultural Event (Cultural Performance, Cultural Exhibition, Food Stand etc)
Kegiatan ini hanya diarahkan pada pengembangan potensi pribadi dan interaksi antar anggota. Kegiatan ini akan berfungsi sebagai salah satu sarana pengembangan nilai-nilai kekeluargaan yang dibangun di PERPIKA. Fungsi lainnya adalah sebagai kegiatan yang mampu meningkatkan kompetensi anggota PERPIKA pada minat dan bakatnya guna mengikuti ajang kompetisi eksternal PERPIKA. Selain itu kegiatan ini akan menjadi sarana untuk memupuk rasa cinta tanah air selagi kita belajar di negeri orang.
Annual gathering.
Sarana berkumpulnya semua elemen PERPIKA demi terciptanya rasa kekeluargaan. Dari annual gathering ini diharapkan kesepahaman antar elemen dapat terbina sehingga mengarah pada efektifitas dan efisiensi pelaksanaan visi dan misi. Pada perkembangannya annual gathering ini diharapkan bisa meluas jangkauan hingga pihak KBRI ataupun pihak alumni. Annual gathering ini pula bisa diartikan sebagai momen berkumpul elemen pelajar guna membahas efektivitas dan efisiensi pencapaian visi dan misi bersama.
Pembuatan database anggota PERPIKA dan stake holders.
Database ini bisa digunakan sebagai pusat informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan anggota PERPIKA dan stake holder. Database ini diharapkan bisa untuk terus diupdate pertahun agar bisa menjadi database terpusat anggota PERPIKA baik yang masih memiliki status sebagai sebagai mahasiswa ataupun alumni. Selain itu database ini merupakan kumpulan informasi mengenai pihak-pihak yang terkait dengan seluruh kegiatan kita. Diharapkan dengan adanya database ini komunikasi dan koordinasi dapat terus berjalan lancar. Beberapa database yang perlu kita miliki adalah informasi mengenai KBRI, institusi-institusi nasional/Korea, serta komunitas-komunitas tertentu.
Pengadaan kegiatan Training, Seminar, Workshop dan Studium Generale
Kegiatan tersebut adalah kegiatan pengembangan diri, dimana subjek yang akan diangkat terkait pada pembentukan karakter dan kapabilitas diri sebagai seorang pelajar. Kegiatan ini diadakan setiap semester dengan mendatangkan narasumber yang kompeten di bidangnya.
Badan Usaha PERPIKA
Badan usaha PERPIKA ini diharapkan akan menjadi unit bisnis yang akan menjadi salah satu sumber pendapatan bagi PERPIKA. Dengan mengumpulkan rekan-rekan PERPIKA yang tertarik dalam bidang bisnis untuk mengkonsep dan memulai unit bisnis yang lebih profesional. Dengan segala fasilitas yang tersedia di Korea ini diharapkan pembentukan dan pengelolaan badan usaha ini bisa lebih terjamin. Badan usaha ini ke depannya diharapkan bisa menjadi semacam “koperasi” bagi anggota PERPIKA.
Membuat cetak biru (blue print) pengembangan PERPIKA.
Diharapkan dari adanya blue print, PERPIKA mampu melaksanakan pengembangan organisasi yang berkesinambungan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan. Cetak biru ini akan menjadi semacam “repelita” bagi PERPIKA, sehingga diharapkan proses pengembangan PERPIKA bisa terus meningkat dari tahun ke tahun.
Community Development
Bentuk pengabdian masyarakat yang ingin saya angkat disini adalah berkaitan dengan rekan-rekan pekerja yang ada. Dengan adanya Universitas terbuka proses pengabdian ini menjadi terbuka lebih lebar. Namun perlu kita sadari, bahwa masih banyak yang seharusnya bisa kita bagi dengan rekan-rekan tersebut, terutama terkait peningkatan kapabilitas. Oleh karena itu kegiatan sharing dan transfer ilmu diantara pelajar dan pekerja seharusnya bisa besar lagi frekuensi nya. Kegiatan mendasar seperti training pengenalan teknologi komputer, internet, program-program yang berkaitan administrasi dan sebagai mungkin masih banyak dibutuhkan. Diharapkan dengan peningkatan kapabilitas tersebut mobilisasi status dapat dirasakan oleh rekan-rekan pekerja.