Menuju Indonesia Bangkit

Pembangunan Indonesia; Bangkitnya Negara Dunia Ketiga

Posted in Filosofi Umum by Iwa Kartiwa on July 30, 2008

Lebih dari tiga perempat penduduk dunia tinggal di negara-negara berkembang, namun mereka semua hanya menikmati 16% dari total pendapatan dunia-sedangkan 20% penduduk di berbagai negara terkaya menikmati hampir 85% dari seluruh pendapat global.

-United Nations Development Program, Human Development Report, 1995

(more…)

visi Indonesia 2030

Posted in Filosofi Umum by Iwa Kartiwa on April 13, 2008

Visi 2030 atau Visi Indonesia 2030 yang dikembangkan oleh Yayasan Indonesia Forum dan dinyatakan dalam konferensi pers pada tanggal 22 Maret 2007 itu menyatakan bahwa perekonomian Indonesia akan menjadi kekuatan nomer 5 di dunia pada tahun 2030 nanti. Dalam sambutannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa yakin bahwa Indonesia bisa masuk dalam jajaran ekonomi lima besar dunia mulai 2030. Walaupun Indonesia sedikit terlambat jika dibandingkan dengan negara Malaysia yang mempunyai Wawasan 2020 sejak tahun 2000 yang lalu, hal ini merupakan ide yang harus diusahakan bersama bagi seluruh lapisan masyarakat. (more…)

Teori Pembentukan Masyarakat

Posted in Filosofi Umum by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

Perspektif integration-consensus

Umumnya masyarakat digambarkan sebagai bentuk integrasi fungsional, dimana dalam masyarakat tersebut kestabilan sosial di topang oleh kesepakatan dasar atas nilai-nilai. Adapun ketertiban sosial terjadi dalam masyarakat karena setiap individu yang ada dalam masyarakat tersebut memiliki pemikiran bahwa dengan kerjasamalah segala keinginan masing-masing individu dapat tercapai. Adapun apabila ada perselisihan/ konflik di antara individu dalam masyrakat lebih dikarenakan adanya salah pengertian. Dalam pandangan ini ditekankan, bahwa tarik-menarik, solidaritas, integrasi, kerjasama, dan stabilitas dalam masyarakat dipersatukan karena kesamaan budaya, dan kesepakatan atas norma dan nilai yang sama (dasar yang sama). (more…)

Masyarakat Madani

Posted in Filosofi Umum by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

Untuk memahami akar pengertian masyarakat madani ada baiknya, kita tengok secara sepintas beberapa paradigma besar yang menjadi dasar perdebatan mengenai masyarakat madani.

Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah: memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang beda-beda. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris, ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. Menurut Blakeley dan Suggate (1997), masyarakat madani sering digunakan untuk menjelaskan “the sphere of voluntary activity which takes place outside of government and the market.” Merujuk pada Bahmueller (1997), ada beberapa karakteristik masyarakat madani, diantaranya: (more…)

Perspektif kehidupan….

Posted in Filosofi Umum by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

Fakta yang sangat mengejutkan, bahwa sebagian besar manusia sangat sulit untuk memiliki pengertian terhadap sesamanya. Hanya memiliki sedikit toleransi terhadap perbedaan. Padahal perbedaan itu sendiri adalah sesuatu yang nyata dan selama manusia itu ada maka perbedaan itu pula akan tetap ada. Itu berarti bahwa manusia selamanya akan tetap seperti sekarang. Dunia dipenuhi peperangan (walaupun tujuannya untuk kedamaian tetapi itu tetap sebuah perang) dan kekacauan (penulis tidak bermaksud mendramatisir keadaan, tetapi kenyataannya memang seperti itu). Saya akan memberikan contoh yang menarik, ada dua orang mahasiswa seni rupa diminta untuk menggambar satu objek yang sama dan jika selesai harus segera dikumpulkan. Yang aneh saat dikumpulkan gambar keduanya sangat berbeda. Gambar yang satu objeknya tampak kaku dan kasar dengan objek tampak depan, sedangkan gambar yang lain tampak halus dengan objek tampak samping. Namun dosennya maklum jika keduanya memang menggambar objek yang sama. (more…)

Membangun komunitas bervisi

Posted in Filosofi Umum by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

Saat ini perlu diadakan sebuah reformasi terhadap eksistensi sebuah pendidikan. Dimana saat ini pendidikan lebih mirip sebuah formalitas atau kegiatan miskin makna. Tanpa mengesampingkan manfaatnya yang begitu besar dalam kehidupan bangsa, pendidikan saat ini seolah-olah tidak memiliki tujuan yang jelas sehingga keberadaannya kurang optimal atau tujuannya itu hanyalah sebagai hiasan saja dalam pendidikan. Hal ini sangat disayangkan mengingat pendidikan ini berperan sebagai investasi pemerintah dalam membangun bangsa ini. Melalui pendidikan inilah semua bangsa memulai pengembangan negaranya masing-masing. (more…)

Jangan Berhenti Berpikir…..

Posted in Filosofi Umum by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

“Cogito ergo sum,” kita (manusia) ada karena kita (manusia) berpikir. Kira-kira seperti itulah artinya. Oleh karena itulah, manusia adalah makhluk yang unik. Hidup manusia dipenuhi dengan pemaknaan terhadap segala sesuatu. Dan menurut saya itulah tujuan hidup setiap manusia. Kekuatan sebuah pemaknaan sangatlah besar pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup seorang manusia. Pemaknaan, tujuan hidup menurut istilah sekarang, bisa diartikan sebagai pemberian arti terhadap segala sesuatu yang kita lakukan, yang kita lihat, yang kita katakan, dan yang kita rasakan. Hal itulah yang kebanyakan tidak diajarkan dalam pendidikan formal. Padahal kebanyakan orang yang berhasil adalah orang-orang yang memaknai hal-hal tertentu dalam hidupnya. Apel yang jatuh akan berbeda nilainya bagi kita dan bagi seorang Newton. Dari sebuah pemaknaan akan muncul nilai-nilai tertentu yang hanya akan didapatkan orang-orang tertentu. Ya, tentu saja hanya bagi mereka yang berpikir. (more…)

Kemana Dunia Ini Akan Bergerak

Posted in Filosofi Umum by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

Apakah manusia menyadari bahwa apapun yang mereka lakukan, dunia ini tetap akan bergerak menuju kekacauan. Hal itu tampaknya sesuatu hal yang masih bisa diperdebatkan. Tapi percayayalah dunia memang meunuju kekacauan hingga akhirnya hancur. (more…)

Cinta seorang Anak Jalanan

Posted in Filosofi Umum by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

Cinta seorang Anak Jalanan

Aku mulai mencintai dukacita,

dalam pincangnya kaki dunia

Aku mulai mencintai sengsara,

dan mulai kuberikan pundakku untuknya

Aku mulai mencintai nestapa,

walau yang ia berikan hanya secangkir air tawar tanpa aroma

Aku mulai mencintai dunia,

sebilah belati yang siap membuatku terluka

Aku mulai mencintai semua yang ada,

hanya karena Dia ada……..

Bagi kita, bahagia atau tidak itu hanyalah masalah pilihan. Tapi bagi mereka bahagia itu adalah sebuah impian yang harus mereka kejar. Mungkin bahagia bagi mereka adalah saat mendapatkan uang lebih untuk sekedar bertahan hidup hari ini, untuk melanjutkan penderitaan mereka esok hari. Tak terbayang saja harus menjalani hari yang sebenarnya mereka tak mau, menjual harga diri mereka sebagai manusia. Tanpa menjadi seorang yang munafik, mereka memang membutuhkan bantuan sesamanya untuk tetap membuat mereka berdiri kuat di atas bumi manusia ini. Dan sekali lagi yang mereka butuhkan bukan tangisan, rasa terharu, atau belas kasihan Anda tapi mereka butuh bantuan yang nyata, agar mereka tetap nyata, walau mungkin tidak lama…..