<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menuju Indonesia Bangkit &#187; Filosofi Umum</title>
	<atom:link href="http://otakkurusak.wordpress.com/category/filosofi-umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://otakkurusak.wordpress.com</link>
	<description>mimpi hari ini...kenyataan esok hari...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2009 15:16:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='otakkurusak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/26cbb5acb542d791c93eff359edfe9c4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Menuju Indonesia Bangkit &#187; Filosofi Umum</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://otakkurusak.wordpress.com/osd.xml" title="Menuju Indonesia Bangkit" />
		<item>
		<title>Pembangunan Indonesia; Bangkitnya Negara Dunia Ketiga</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/07/30/pembangunan-indonesia-bangkitnya-negara-dunia-ketiga/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/07/30/pembangunan-indonesia-bangkitnya-negara-dunia-ketiga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 08:35:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari tiga perempat penduduk dunia tinggal di negara-negara berkembang, namun mereka semua hanya menikmati 16% dari total pendapatan dunia-sedangkan 20% penduduk di berbagai negara terkaya menikmati hampir 85% dari seluruh pendapat global. 
 -United Nations Development Program, Human Development Report, 1995

Rasanya sudah terlalu basi untuk membandingkan taraf kehidupan penduduk negara-negara berkembang dengan negara-negara maju. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=62&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify"><em>Lebih dari tiga perempat penduduk dunia tinggal di negara-negara berkembang, namun mereka semua hanya menikmati 16% dari total pendapatan dunia-sedangkan 20% penduduk di berbagai negara terkaya menikmati hampir 85% dari seluruh pendapat global. </em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em><span lang="fi-FI"> </span>-United Nations Development Program, Human Development Report, 1995</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span id="more-62"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Rasanya sudah terlalu basi untuk membandingkan taraf kehidupan penduduk negara-negara berkembang dengan negara-negara maju. Pada kenyataannya, kesenjangan antara keduanya adalah semua kenyataan yang tidak dapat kita semua pungkiri lagi. Pertanyaan yang paling penting untuk dilontarkan saat ini adalah: Apakah negara-negara dunia ketiga ini bisa berkembang dan maju atau tidak, jika ya bagaimana caranya? Hal selanjutnya yang harus kita analisis untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut adalah mengenai peran negara-negara maju dalam perkembangan negara dunia ketiga. Namun agar kita dapat memahami lebih jauh lagi mengenai pola pembangunan dunia ketiga ini kita haruslah memiliki perspektif yang jauh lebih luas. Perspektif akan coba kita bagi ke dalam beberapa subperspektif yaitu histori, kultur, dan politik. Sebelum kita membahas ketiga perspektif tersebut ada baiknya kita untuk mendefinisikan atau mengkonseptualisasikan istilah pembangunan secara luas sebagai suatu proses perbaikan yang berkesinambungan atas suatu masyarakat atau sistem sosial secara keseluruhan menuju kehidupan yang “lebih baik” atau “lebih manusiawi” Namun konteks definisi tersebut pun masih terlalu absurd. Kehidupan yang lebih baik dan manusiawi itu sendiri masih menjadi pertanyaan besar. Pertanyaan mengenai soal tersebut bahkan sudah sama tuanya dengan ilmu filsafat dan peradaban manusia. Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita perlu menkonkritkan parameter pembangunan ke dalam tiga komponen yaitu kecukupan, jati diri dan kebebasan (Prof. Goulet). Ketiga hal inilah yang merupakan tujuan pokok yang harus digapai oleh setiap orang dan masyarakat melalui pembangunan. Kecukupan berkaitan dengan semua hal yang merupakan kebutuhan dan manusia secara fisik. <span lang="fi-FI">Kebutuhan dasar ini meliputi sandang, pangan, papan, kesehatan, dan keamanan. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify"><em>Semua ,manusia lahir dengan membawa potensi kapabilitas tertentu. Tujuan pembangunan adalah menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan setiap orang mengembangkan kapabilitas itu, dan kesempatannya harus senantiasa dipupuk dari satu generasi ke generasi berikutnya. </em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em>-Laporan PBB, Human Development Report, 1994</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="fi-FI">Komponen kedua adalah dari kehidupan yang serba lebih baik adalah adanya dorongan dari diri sendiri, untuk merasa diri pantas dan layak melakukan atau mengejar sesuatu, dan seterusnya. Semua itu terangkum dalam satu istilah yaitu jati diri (self esteem). </span><span lang="sv-SE">Sekali jati diri Anda hilang, maka Anda akan kehilangan segala-galanya. Penyebaran ”nilai-nilai modern” yang bersumber dari negara-negara maju telah mengakibatkan kejutan dan kebingungan budaya di banyak negara berkembang. Kontak ini acapkali mengakibatkan defnisi dan batasan mengenai baik buruk atau benar salah menjadi kabur. Kemakmuran materiil lambat laun dianggap sebagai ukuran kelayakan universal dan dinobatkan menjadi landasan penilaian atas segala sesuatu. Banyak bangsa yang tiba-tiba saja merasa dirinya kecil atau tidak berarti hanya karena mereka tidak memiliki kemajuan ekonomi dan teknologi setinggi bangsa lain. Masyarakat dunia ketiga akhirnya berlomba-lomba mengejar hal-hal tersebut dan tanpa mereka sadari ternyata mereka telah kehilangan jati diri. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Komponen ketiga yang harus terkandung dalam makna pembangunan adalah konsep kemerdekaan manusia. Kemerdekaan atau kebebasan ini hendaknya diartikan secara luas sebagai kemampuan untuk berdiri tegak dan meliputi kemampuan untuk memilih. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Sekarang kita akan mencoba untuk membahas perspektif</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Histori</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Hampir semua negara di Asia dan Afrika pernah dijajah oleh kekuatan kolonial Eropa Barat, bukan hanya Inggris dan Perancis, tetapi juga Belgia, Belanda, Jerman, Portugal dan Spanyol. Selanjutnya, struktur perekonomian, pendidikan dan lembaga-lembaga soaial yang ada di negara-negara jajahan tersebut biasanya dibentuk oleh bekas negara penjajahnya. Tentu saja pertimbangan utamanya adalah kepentingan si penjajah sendiri bukannya negara berkembang yang terjajah. Sebagai akibatnya, struktur warisan kolonial biasanya tidak sesuai dengan kebutuhan atau kepentingan khas dari negara berkembang itu sendiri. Banyak contoh kasus yang menunjukkan jika penjajahan yang dilakukan sekian puluh yang lalu oleh negara-negara barat masih saja meninggalkan bekas-bekas yang menyulitkan banyak negara berkembang dalam upaya mereka untuk memusatkan perhatian pada pembangunan. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Kultural</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Kebudayaan sebagai bentuk manifestasi dari kemampuan manusia dalam berpikir dan bertindak memunculkan konstruksi peradaban manusia itu sendiri. Peradaban dan kebudayaan itu sendiri kemudian seperti pabrik besar pencetak generasi selanjutnya yang kurang lebih memiliki karakteristik seperti generasi sebelumnya. Tidak terlepas dari perspektif pertama, maka kemudian kebudayaan dan peradaban inti negara dunia ketiga yang pernah tercerabut akibat adanya penjajahan menimbulkan disorientasi arah dan kebingungan. Pertama, hal ini dikibatkan pola pikir materiil yang hinggap di masyarakat dunia ketiga akibat proses penjajahan. Perlu ditekankan bahwa seluruh proses penjajahan yang terjadi pada negara dunia ketiga semuanya memang berkaitan dengan kepentingan penjajah dalam hal materiil (bahan mentah dan budak). Sehingga maksud keberadaan masyarakat dunia ketiga saat itu diset untuk memenuhi kebutuhan negara penjajah. Kemudian kemampuan berpikir dan bertindak masyarakat pun diarahkan menuju maksud tersebut. Bahkan pengekangan terhadap perkembangan pemikiran pun timbul sebagai bentuk pengekalan proses penjajahan. Proses penjajahan itu akhirnya menghilangkan jati diri negara dunia ketiga. Sehingga sampai saat ini negara dunia ketiga masih disibukkan oleh permasalah kultural yang membatasi mereka untuk berkembang. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Politik</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Dalam menguraikan pembangunan sebagai proses sistematis tidak dapat dilepaskan dari kebijakan-kebijakan pemerintah negara dunia ketiga. Hendaknya politik ini tidak diartikan sesempit kalimat diatas, namun politik ini hendaknya diartikan secara luas sebagai manifestasi-manifestasi keinginan masyarakat negara dunia ketiga yang diwujudkan dalam bentuk-bentuk struktural beserta perangkat perilakunya guna mencapai pembangunan yang diharapkan. Pada saat ini di negara dunia ketiga manifestasi-manifestasi keinginan tersebut tidak selaras dengan bentuk-bentuk struktural dan perangkat perilakunya. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari pengaruh dua perspektif diatas. Sehingga ketiga perspektif ini saling mempengaruhi satu sama lain.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Sekarang hal yang paling mempengaruhi dalam konteks pembangunan adalah masalah seberapa kuat keinginan negara dunia ketiga untuk maju dan berkembang. Tanpa mengesampingkan faktor luar yang dapat mempengaruhi perkembangan negara dunia ketiga, mereka harus menyadari bagaimana dunia ini bekerja dan mengoptimalkan kapabilitasnya dalam mengambil kesempatan untuk maju dan berkembang. Sehingga masyarakat dunia ketiga tidak larut dalam kondisi menyalahkan histori ataupun negara-negara maju.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Untuk mengetahui bagaimana dunia ini bekerja, maka kita dapat menganalisis dengan menggunakan pendekatan teori pembangunan berdasarkan bidang ekonomi. Ada beberapa teori pembangunan yang dikembangkan, namun secara garis dapat kita bagi menjadi 3 yaitu teori siklus, teori ketergantungan, dan teori pasar. Teori siklus menjelaskan bahwa perkembangan suatu negara memang merupakan urutan tahap-tahap perkembangan. Jadi jika suatu negara ingin maju dan berkembang maka ada tahap-tahap tertentu yang harus mereka lewati, dan sebagai dasar penyusunan tahap-tahap ini adalah proses yang telah dilalui oleh negara-negara maju. Kemudian teori ketergantungan menjelaskan bahwa perkembangan suatu negara dunia ketiga sangat tergantung kepada pola negara-negara maju baik yang telah dilakukan ataupun yang akan dilakukan. Teori ini muncul sebagai bentuk ketidakpuasan atas dominasi dan perkembangan negara-negara maju yang bertolak belakang dengan penurunan kualitas hidup negara-negara dunia ketiga. Teori ketiga menjelaskan bahwa mekanisme pasar dapat ikut serta mempercepat proses pembangunan, hal ini dikarenakan adanya percepatan pertumbuhan aktivitas ekonomi yang disertai dengan peningkatan pendapatan, perbaikan produktivitas dan pemerataan pembangunan. Teori ketiga ini merupakan teori yang saat ini banyak dikembangkan oleh negara-negara maju. Pemahaman yang benar atas ketiganya sangat penting sebagai dasar pijakan konsep pemikiran kita dalam menstrukturkan bagaimana dunia ini bekerja. Beberapa konsep dasar yang penting adalah: manusia itu tidak pernah lepas dari kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan, kemudian manusia itu pada dasarnya berbeda, selanjutnya manusia itu tidak pernah puas (bisa kita lihat satu-satunya konsep yang bertentangan dengan hal-hal tersebut adalah agama). Oleh karena itu ketiga teori tersebut bisa kita katakan benar dalam satu hal, namun salah dalam hal lain. Sebagai contoh teori pasar, dalam hal ini banyak negara dunia ketiga yang telah membuka gerbang pasar, investasi dan liberalisasi namun kondisi keterpurukan tetap sulit untuk diubah karena ternyata mekanisme pasar yang ada tidak terlalu menguntungkan negara tersebut malahan menguntungkan negara maju. Kemudian teori kedua sulit dijelaskan secara ilmiah karena memang lebih berdasarkan kepada ideologi dan pemikiran kontraposisi negara dunia ketiga. Sedangkan untuk teori pertama, lupa untuk memperhatikan perbedaan karakteristik tiap-tiap negara karena perkembangan bersifat unik. Namun jika ketiga dirangkum dalam satu kesimpulan maka kita akan melihat sebuah pendekatan holistik atas mekanisme dunia saat ini. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify"><em><strong>Disequlibrium theory</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Pendekatan holistik ini akan kita sebut sebagai teori disequilibrium. Salah satu dasar dari teori ini adalah keadaan dunia memang seimbang dengan ketidakseimbangannya. Artinya konsep dualisme adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat ditolak. Sehingga konsep superioritas dan inferioritas akan selalu melekat dalam sejarah peradaban manusia. Teori-teori yang ada memang sanggup untuk menjelaskan kemajuan beberapa negara dan keterpurukan negara-negara di sisi lain, namun ketiganya tidak sanggup untuk menginisialisasi sebuah konsep perubahan ke arah yang lebih baik bagi semua pihak. Teori disequilibrium ini mencoba untuk menjelaskan bahwa kondisi seperti saat ini tidak berubah sampai kapanpun. Perubahan ada, namun hanya seperti sekedar pergiliran peran dimana alur dan inti ceritanya masih sama. Kondisi diequilibrium ini muncul akibat pola pikir materiil, hal ini dapat dijelaskan dengan menggunakan pendekatan bahwa materi itu tetap sehingga jika ada yang berlebih maka akan ada yang berkekurangan. Oleh karena itu berdasarkan teori disequilibrium, kondisi equilibrium hanya bisa didekati (tidak bisa diwujudkan) dengan pendekatan pola pikir non-materiil. Sebagai contoh, investasi asing di negara-negara dunia ketiga memang tidak didasari oleh keinginan investor untuk meningkatkan taraf hidup pendudukk negara dunia ketiga. Tetapi lebih kepada perhitungan keuntungan yang akan didapatkan dari penanaman modal. Hal ini semakin jelas karena kesenjangan antara kedua golongan tersebut setiap hari semakin tajam. Dengan meningkatnya keuntungan, maka ada beberapa hal lain yang pada dasarnya akan berkurang. Salah satu contohnya adalah upah ataupun jaminan kesehatan bagi karyawan. Jadi jelas bahwa saat ini diperlukan perubahan pandangan terhadap arti dari kemajuan. Dualistik dalam kehidupan seharusnya benar-benar membuat kita sadar bahwa kehidupan yang lebih baik itu tidak dapat lagi kita sandarkan kepada pooa pikir materiil. Konsep disequilibrium pada akhirnya diharapkan bisa meyakinkan bahwa perubahan bisa terjadi apabila semua pihak mulai memikirkan kepentingan bersama. Sebagai contoh, kondisi keterpurukan di sebuah negara dunia ketiga haruslah dianggap sebagai permasalahan bersama. </span><span lang="fi-FI">Kenapa? Karena erat kaitannya dengan kemajuan yang dialami oleh negara maju. Penjelasan logis atas teori ketergantungan bukan lagi menjadi teori yang konspiratif karena dengan sangat jelas dengan sengaja atau tidak kemajuan yang dialami suatu negara akan disertai juga dengan kemunduran negara lain. Oleh karena itu teori disequilibrium menganjurkan kepada semua negara maju untuk sesegera mungkin mengubah pola kebijakan luar negeri mereka menjadi pola yang berpihak kepada perkembangan bersama. Dan teori disequilibrium menganjurkan kepada negara dunia ketiga untuk menyadari penuh bahwa landasan pembangunan berdasarkan pola pikir materiil tidak akan membawa negara mereka kepada kondisi ideal yang dicita-citakan. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="fi-FI">Jadi sebenarnya teori disequilibrium ini hanyalah kesimpulan pokok dari semua teori yang ada. </span><span lang="sv-SE">Hampir semua teori yang ada itu memiliki nilai kebenaran dalam perspektif tertentu. Namun ada hal lain yang memang sifatnya sedikit absurd yang hilang dalam proses kematangan peradaban manusia. Teori disequilibrium ini hanya ingin mencoba menjelaskan bahwa ketidakseimbangan yang terjadi ini memang berdasarkan pada karakteristik kehidupan. Wajar jika kondisi dunia seperti saat ini karena negara-negara maju dengan pola pikirnya masing-masing tetap ingin mempertahankan kondisi disequilibrium agar tetap menguntungkan mereka. Opini ini mungkin hanya sekedar asumsi belaka, namun semua kekakacauan di dunia tidak akan pernah hilang saat kita semua tidak mau mengerti dan menerima karakteristik kehidupan. Jadi suatu saat nanti, titik disequilibrium akan bergeser dan mulai menguntungkan negara dunia ketiga, namun tetap kekacauan tidak akan pernah berhenti. Kecuali negara dunia ketiga dapat mempelajari bagaimana dunia ini bekerja dan menjadi bijak karenanya. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Indonesia, sebagai salah satu negara dunia ketiga yang saat ini mengalami keterpurukan di segala segi tidak terlepas dari kondisi internasional yang terkadang dapat mebuat Indonesia semakin jatuh terperosok. Pola kebijakan internasional yang ada saat ini memang tidak didasarkan pada pengetahuan tentang kondisi disequilibrium ini. Sehingga semua negara berlomba-lomba menggapai gelar negara maju dengan cara apapun. Mungkin dalam titik disequilibrium, Indonesia masih terletak didalam zona kritikal. Grafik disequilibrium ini memang seperti grafi keseimbangan, yaitu jika salah satu naik maka ada titik lain yang akan turun. Saat ini ada dua pilihan bagi Indonesia jika ingin maju dan berkembang, berdasarkan tori disequilibrium. Pertama, Indonesia dapat mempelajari bagaimana perpindahan titik ini bisa terjadi tanpa menghiraukan dampaknya sehingga kemajuan dan perkembangan dapat dirasakan masyarakat Indonesia. Dengan pilihan ini Indonesia akan benar-benar menjadi negara maju lainnya, dalam arti seperti negara maju saat ini yang tidak menghiraukan arti kemajuan dia sebagai sebab kemunduran di negara lain. Kedua, Indonesia mengusahakan perpindahan titik disequilibrium namun menyadari penuh akibat yang akan ditimbulkan, sehingga dalam pola kebijakan politik luar negerinya Indonesia menempatkan diri sebagai negara maju yang berpihak pada kepentingan seluruh umat manusia. Sehingga Indonesia diharapkan dapat menjadi penggagas reorientasi dari semua kelembagaan internasional yang ada saat ini untuk memperbaiki cara pandang dan pola pikir baru terhadap arti dari kemajuan peradaban umat manusia.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=62&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/07/30/pembangunan-indonesia-bangkitnya-negara-dunia-ketiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>visi Indonesia 2030</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/13/visi-indonesi-2030/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/13/visi-indonesi-2030/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 05:42:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Visi 2030 atau Visi Indonesia 2030 yang dikembangkan oleh Yayasan Indonesia Forum dan dinyatakan dalam konferensi pers pada tanggal 22 Maret 2007 itu menyatakan bahwa perekonomian Indonesia akan menjadi kekuatan nomer 5 di dunia pada tahun 2030 nanti. Dalam sambutannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa yakin bahwa Indonesia bisa masuk dalam jajaran ekonomi lima besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=24&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Visi 2030 atau Visi Indonesia 2030 yang dikembangkan oleh Yayasan Indonesia Forum dan dinyatakan dalam konferensi pers pada tanggal 22 Maret 2007 itu menyatakan bahwa perekonomian Indonesia akan menjadi kekuatan nomer 5 di dunia pada tahun 2030 nanti. Dalam sambutannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa yakin bahwa Indonesia bisa masuk dalam jajaran ekonomi lima besar dunia mulai 2030. Walaupun Indonesia sedikit terlambat jika dibandingkan dengan negara Malaysia yang mempunyai Wawasan 2020 sejak tahun 2000 yang lalu, hal ini merupakan ide yang harus diusahakan bersama bagi seluruh lapisan masyarakat.<span id="more-24"></span></p>
<p>Jika seluruh komponen bangsa bekerja sama dengan bersinergi untuk mengelola berbagai keunggulannya seperti sumber daya alam serta menyelesaikan persoalan-persoalan di dalam negeri, maka impian ini pasti akan berhasil. Beberapa persoalan tersebut di antaranya adalah: mewujudkan masyarakat yang beradab dan berkualitas, menciptakan kehidupan masyarakat demokratis, mewujudkan keamanan/kesatuan dan kedamaian, dan pembangunan yang adil dan berkelanjutan.</p>
<p>Pada tahun 2030 nanti, dengan jumlah penduduk sebesar 285 juta jiwa, PDB Indonesia bisa mencapai 5,1 triliun $US. Dengan pendapatan perkapita US$ 18.000 per tahun maka Indonesia akan berada pada posisi kelima ekonomi terbesar setelah China, India, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Untuk mencapai cita-cita dan impian ini, beberapa asumsi harus dapat tercapai, yaitu: pertumbuhan ekonomi riil rata-rata 7,62 %, laju inflasi 4,95 %, dan pertumbuhan penduduk rata-rata hanya 1,12 % per-tahun.</p>
<p>Untuk mewujudkan impian pada 23 tahun dari sekarang ini, banyak orang mencoba menanggapi. Menurut Haryono Suyono, sukses dari impian Visi Indonesia 2030 mengharuskan pemerintah bersama-sama masyarakat untuk mempersiapkan sumber daya manusia bermutu, lewat bidang pendidikan dan pelatihan selama 15 tahun pertama. Cita-cita ini hanya akan bisa terwujud jika kita semua komit memberi perhatian dan prioritas yang tinggi terhadap bidang pendidikan, terutama di bidang ilmu murni dan terapan, ilmu komputer dan elektronika, selain juga pendidikan budi pekerti dan pengetahuan global.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=24&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/13/visi-indonesi-2030/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Pembentukan Masyarakat</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/teori-pembentukan-masyarakat/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/teori-pembentukan-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 14:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Perspektif integration-consensus
Umumnya masyarakat digambarkan sebagai bentuk integrasi fungsional, dimana dalam masyarakat tersebut kestabilan sosial di topang oleh kesepakatan dasar atas nilai-nilai. Adapun ketertiban sosial terjadi dalam masyarakat karena setiap individu yang ada dalam masyarakat tersebut memiliki pemikiran bahwa dengan kerjasamalah segala keinginan masing-masing individu dapat tercapai. Adapun apabila ada perselisihan/ konflik di antara individu dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=21&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Perspektif integration-consensus</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Umumnya masyarakat digambarkan sebagai bentuk integrasi fungsional, dimana dalam masyarakat tersebut kestabilan sosial di topang oleh kesepakatan dasar atas nilai-nilai. Adapun ketertiban sosial terjadi dalam masyarakat karena setiap individu yang ada dalam masyarakat tersebut memiliki pemikiran bahwa dengan kerjasamalah segala keinginan masing-masing individu dapat tercapai. Adapun apabila ada perselisihan/ konflik di antara individu dalam masyrakat lebih dikarenakan adanya salah pengertian. Dalam pandangan ini ditekankan, bahwa tarik-menarik, solidaritas, integrasi, kerjasama, dan stabilitas dalam masyarakat dipersatukan karena kesamaan budaya, dan kesepakatan atas norma dan nilai yang sama (dasar yang sama).<span id="more-21"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Lebih lanjut dalam kerangka berpikir integration-consensus, hukum dinyatakan sebagai kerangka netral untuk menjaga permufakatan sosial. Roscoe Pound sebagai salah satu pendukung perspektif integration-consensus, menggambarkan masyarakat disusun atas bermacam-macam kelompok yang memiliki kepentingan berbeda sehingga kadang timbul perselisihan antara satu kelompok dengan yang lain, tetapi kelompok-kelompok tersebut pada dasarnya rukun. Hal ini dapat dijelaskan bahwasanya kelompok-kelompok tersebut memiliki keinginan yang sama yaitu harmonisasi antar kelompok dengan jalan menyelaraskan kepentingan yang berbeda tersebut untuk mengamankan dan menjaga ketertiban sosial. Adapun upaya untuk mencapai harmonisasi tersebut dapat dengan cara kompromisasi dan pembatasan dari masing-masing kepentingan.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Dalam pandangan Roscoe Pound, masyarakat yang heterogen dan majemuk (seperti di Amerika Serikat), tekanan kompromisasi adalah upaya untuk mencapai ketertiban sosial dan kerukunan. <span>Disini Hukum menjadi jembatan untuk mencapai ketertiban dan kerukunan tersebut. Lebih lanjut Roscoe Pound, menyatakan dalam sejarah perkembangan Hukum telah membuktikan bahwa hukum telah terbukti memberikan kepuasan atas manusia berkenaan dengan hal yang manusia tuntut dan apa yang diinginkan oleh manusia. Hukum adalah sarana sosial yang memberikan petunjuk untuk mencapai kerukunan sosial dengan cara mengontrol, rekonsiliasi, mediasi antara beragam kelompok sosial dan konflik yang terjadi. Disini hukum sebagai alat untuk menjaga nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tanpa menjatuhkan satu kelompokpun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><br />
Talcott Parsons menyetujui pandangan dari Roscoe Pound dengan menyatakan bahwa fungsi utama dari sistim hukum adalah ketulusan (kejujuran). Disini ketulusan meredakan elemenpotensial dari perselisihan dan melicinkan (memuluskan)hubungan sosial. Singkat kata, para pendukung dari perspektif ini (termasuk Sosiologis, Harry C. Bredemeier), menyatakan hukum diadakan karena memiliki fungsi untuk menjaga kestabilitasan sosial dan menjaga ketertiban. Hukum adalah suatu lembaga yang memiliki peranan untuk mewakili kumpulan orang yang memiliki kepentingan atas orang. Sebagai agen netral, hukum menyelenggarakan penghargaan dan hukuman tanpa memihak. Asumsi mendasar dari perspektif integration-consensus adalah sistem politik yang majemuk, yaitu masyarakat yang terdiri atas sejumlah kelompok yang memiliki kekuatan lebih atau kurang. Hukum adalah cermin dari kompromisasi dan permufakatan antara sejumlah kelompok dan nilai-nilai yang mendasar untuk mencapai ketertiban sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><br />
</span><strong>Perspektif conflict-coercion</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Dalam perspektif ini, masyarakat dianggap terdiri atas kumpulan orang dan kelompok yang memiliki ciri perselisihan dan pertikaian yang dipertahankan secara bersama-sama melalui kekerasan (paksaan). Adapun ketertiban timbul hanya untuk sementara dan tidak stabil, karena setiap orang dan kelompok akan berusaha untuk mencapai kepentingan masing-masing.<strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><br />
Konflik sosial pada hakekatnya dianggap sebagai interaksi antara orang dan kelompok. Dalam pandangan ini pula untuk menjaga kekuatan diperlukan bujukan dan (penggunaan)kekerasan/ paksaan. Untuk itu Hukum diadakan sebagai alat represi yang dihidupkan oleh keinginan/ kepentingan dari yang berkuasa sebagai biaya/ harga untuk mencapai kepentingan, norma, dan nilai (yang ingin dicapai). Lebih lanjut Chambliss dan Seidman menggambarkan hukum sebagai senjata konflik sosial untuk menindas untuk digunakan bagi yang berkuasa untuk kepentingan dan keuntungan mereka. Adapun Richard Quinney menjelaskan bahwa masyarakat cenderung memiliki ciri keanekaragaman, perselisihan, kekerasan dengan paksaan, dan perubahan ketimbang permufakatan dan kestabilan. Adapun Hukum sebagai hasil dari pelaksanaan atau kepentingan ketimbang sebagai alat yang memiliki fungsi diluar kepentingan tertentu. Meskipun hukum mungkin dapat mengendalikan kepentingan, namun untuk pertama kalinya, hukum dibuat oleh kepentingan tertentu dari individu atau sekelompok orang, yang lebih lanjut kita sebut sebagai masyarakat. Hukum dibuat oleh orang yang didedikasikan untuk mewakili kepentingan tertentu yang memiliki kekuatan untuk diwujudkan kepada publik. Hukum disini tidak mewakili kompromisasi dari keanekaragaman masyarakat, tetapi untuk menyokong kepentingan tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><br />
Para pendukung pandangan ini mempercayai, bahwasanya hukum adalah alat dari pihak yang berkuasa untuk mengendalikan. Hukum selain melindungi kepemilikan dari yang berkuasa juga melayani untuk menindas (menekan) ancaman politik bagi para pemegang posisi elit. Namun demikian, hukum ternyata tidak melulu untuk melindungi kepentingan yang berkuasa, dia (hukum) juga mencegah pembunuhan, pencurian, pembakaran, incest atau dengan kata lain terdiri atas norma-norma sosial umumnya. Sehingga terlalu luas jika diasumsikan sebagai alat bagi pemegang kuasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Kedua perspektif diatas, adalah pandangan ideal dan mungkin masing-masing memiliki kebenaran. Namun para sosiologis yang terpengaruh Karl Max, Georg Simmel, Lewis Coser dan Ralf Darendorf cenderung memeluk pandangan conflict-coercion dalam memandang hukum dalam masyarakat. <span>Alasan pembenar mereka adalah pendekatan pandangan tersebut menekankan atas peranan dari kepentingan tertentu dari kelompok dalam masyarakat. Sebagai contoh, kekuatan ekonomi dan kepentingan komersial mempengaruhi pembuatan perundang-undangan seperti yang diilustrasikan William J. Chambliss dalam studinya terhadap undang-undang tunawisma. Dalam studinya, dia menulis bahwa perkembangan undang-undang tunawisma bersamaan dengan kebutuhan pemilik lahan atas buruh yang murah pada masa sistem perbudakan runtuh di Inggris.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=21&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/teori-pembentukan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Madani</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/masyarakat-madani/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/masyarakat-madani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 14:10:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Untuk memahami akar pengertian masyarakat madani ada baiknya, kita tengok secara sepintas beberapa paradigma besar yang menjadi dasar perdebatan mengenai masyarakat madani.
Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah: memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang beda-beda. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris,  ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=22&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Untuk memahami akar pengertian masyarakat madani ada baiknya, kita tengok secara sepintas beberapa paradigma besar yang menjadi dasar perdebatan mengenai masyarakat madani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah: memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang beda-beda. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris,  ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. Menurut Blakeley dan Suggate (1997), masyarakat madani sering digunakan untuk menjelaskan “the sphere of voluntary activity which takes place outside of government and the market.” Merujuk pada Bahmueller (1997), ada beberapa karakteristik masyarakat madani, diantaranya:</span><span id="more-22"></span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif      kedalam<span> </span>masyarakat melalui      kontrak sosial dan aliansi sosial. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang      mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan      alternatif. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh      negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Terjembataninya      kepentingan-kepentingan individu dan negara karena      keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan      masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh      rejim-rejim totaliter. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga      individu-individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak      mementingkan diri sendiri. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga      sosial dengan berbagai ragam perspektif. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Dari beberapa ciri tersebut, kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya; dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya. Namun demikian, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara, taken for granted. Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Bila kita kaji, masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya democratic governance (pemerintahan demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security; civil responsibility dan civil resilience). </span><span>Apabila diurai, dua kriteria tersebut menjadi tujuh prasyarat masyarakat madani sebagai berikut: </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Terpenuhinya kebutuhan      dasar individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Berkembangnya modal      manusia (human capital) dan modal sosial (social capital) yang  kondusif      bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan  terjalinnya      kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tidak adanya diskriminasi      dalam berbagai bidang pembangunan; dengan kata lain terbukanya akses      terhadap berbagai pelayanan sosial. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Adanya hak, kemampuan dan      kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadayauntuk terlibat      dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan      publik dapat dikembangkan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Adanya kohesifitas antar      kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai      perbedaan antar budaya dan kepercayaan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Terselenggaranya sistem      pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi, hukum, dan      sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Adanya jaminan, kepastian      dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang      memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara      teratur, terbuka dan terpercaya. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon. Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak azasi manusia. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;">Sejak digulirkannya istilah masyarakat madani pada tahun 1995 oleh Datuk Anwar Ibrahim, yang kemudian diikuti oleh Nurcholis Madjid (Mahasin, 1995: ix), sejak itu pula upaya untuk mewujudkan masyarakat madani telah &#8220;menggoda&#8221; dan memotivasi para pakar pendidikan untuk menata dan mencari masukan guna mewujudkan masyarakat madani yang dimaksud. Namun, pihak-pihak yang skeptis meragukan keberhasilan bangsa Indonesia mewujudkan masyarakat madani. Dalam hal ini, masyarakat madani adalah sebuah impian (<em>dream</em>) suatu komunitas tertentu. Oleh karena itu, banyak pihak meragukan upaya bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani yang diharapkannya, karena formatnya pun belum jelas. Banyak pihak memberikan dugaan bahwa Indonesia masih akan jauh dari pembentukan masyarakat madani karena demokratisasi pendidikan belum berjalan lancar, sistem pendidikannya masih menerapkan faham kekuasaan, masih terlalu berbau feodal, dan belum memperhatikan aspirasi kemajemukan peserta didik secara memadai. Jika reformasi dan inovasi pendidikan memang mendesak untuk dilakukan dan agar kita memiliki andil dalam membentuk dan menghadapi masyarakat madani, maka permasalahannya antara lain adalah, &#8220;sampai sejauh mana pemahaman kita tentang makna masyarakat madani (ontologinya)?, nilai-nilai manfaat apa yang diperoleh dengan terbentuknya masyarakat madani (aksiologinya)?, dan bagaimana pemecahan masalahnya atau bagaimana cara melaksanakan demokratisasi pendidikan untuk mewujudkan masyarakat madani (epistemologinya)?, bagaimanakah arah reformasi dan inovasi pendidikan harus dilakukan?, bagaimanakah agar demokratisasi pendidikan itu berjalan mulus tanpa hambatan dan penyimpangan?, bagaimana kekuasaan dan kepentingan pribadi atau golongan tidak menggoda untuk menunda demokratisasi pendidikan?. Mengingat banyaknya masalah yang dihadapi dalam mewujudkan masyarakat madani, maka pada kesempatan ini pembahasan dibatasi pada apakah makna masyarakat madani itu, apakah manfaat mewujudkan masyarakat madani itu?, dan bagaimana cara mewujudkan masyarakat madani melalui pendidikan demokratisasi pendidikan?</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;">Definisi dari istilah <em>civil society</em><span> adalah<em> </em></span>sebagai seperangkat gagasan etis yang mengejawantah dalam berbagai tatanan sosial, dan yang paling penting dari gagasan ini adalah usahanya untuk menyelaraskan berbagai konflik kepentingan antarindividu, masyarakat, dan negara.<strong> </strong>Sedangkan<strong> </strong><em>civil society<strong> </strong></em>menurut<strong> </strong>Havel<strong> </strong>seperti yang dikutip Hikam (1994: 6) ialah rakyat sebagai warga negara yang mampu belajar tentang aturan-aturan main melalui dialog demokratis dan penciptaan bersama batang tubuh politik partisipatoris yang murni. Gerakan penguatan <em>civil society</em><strong> </strong>merupakan gerakan untuk merekonstruksi ikatan solidaritas dalam masyarakat yang telah hancur akibat kekuasaan yang monolitik. Secara normatif-politis, inti strategi ini adalah usaha untuk memulihkan kembali pemahaman asasi bahwa rakyat sebagai warga negara memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban kepada para penguasa atas segala yang mereka lakukan atas nama pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;">Gellner (1995:2) menyatakan bahwa masyarakat madani akan terwujud manakala terjadi tatanan masyarakat yang harmonis, yang bebas dari eksploitasi dan penindasan. <span>Pendek kata, masyarakat madani ialah kondisi suatu komunitas yang jauh dari monopoli kebenaran dan kekuasaan. Kebenaran dan kekuasaan adalah milik bersama. Setiap anggota masyarakat madani tidak bisa ditekan, ditakut-takuti, dicecal, diganggu kebebasannya, semakin dijauhkan dari demokrasi, dan sejenisnya. Oleh karena itu, perjuangan menuju masyarakat madani pada hakikatnya merupakan proses panjang dan produk sejarah yang abadi dan perjuangan melawan kezaliman dan dominasi para penguasa menjadi ciri utama masyarakat madani.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Perjuangan masyarakat madani di Indonesia pada awal pergerakan kebangsaan dipelopori oleh Syarikat Islam (1912) dan dilanjutkan oleh Soeltan Syahrir pada awal kemerdekaan. Jiwa demokrasi Soeltan Syahrir ternyata harus menghadapi kekuatan represif baik dari rezim Orde Lama di bawah pimpinan Soekarno maupun rezim Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto, tuntutan perjuangan transformasi menuju masyarakat madani pada era reformasi ini tampaknya sudah tak terbendungkan lagi dengan tokoh utamanya adalah Amien Rais dari Yogyakarta. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Gellner seperti yang dikutip Mahasin (1995: ix) menyatakan bahwa masyarakat madani sebagai terjemahan bahasa Inggris, <em>civil society</em>. Kata <em>civil society </em>sebenarnya berasal dari bahasa Latin yaitu <em>civitas dei </em>yang artinya kota Illahi dan <em>society </em>yang berarti masyarakat. </span>Dari kata <em>civil </em>akhirnya membentuk kata <em>civilization </em>yang berarti peradaban. Oleh sebab itu, kata <em>civil society </em>dapat diartikan sebagai komunitas masyarakat kota yakni masyarakat yang telah berperadaban maju. Konsepsi seperti ini menurut Madjid seperti yang dikutip Mahasin (1995: x) pada awalnya lebih merujuk pada dunia Islam yang ditunjukan oleh masyarakat kota Arab. Sebaliknya, lawan dari kata atau istilah masyarakat nonmadani adalah kaum pengembara, <em>badawah, </em>yang masih membawa citranya yang kasar, berwawasan pengetahuan yang sempit, masyarakat puritan, tradisional penuh mitos dan takhayul, banyak memainkan kekuasaan dan kekuatan, sering dan suka menindas, dan sifat-sifat negatif lainnya. Keadaan masyarakat nonmadani ini menurut Suwardi (1999:67) seperti yang ditunjukan oleh perilaku manusia Orde Baru yakni pada saat itu ada mitos bahwa hanya Soeharto saja yang mampu memimpin bangsa dengan menggunakan kekuatan ABRI untuk mempertahankan <em>staus quo. </em>Lebih lanjut ditambahkan oleh Suwardi (1999:67) bahwa ada satu hal yang perlu dipahami yaitu masyarakat madani bukanlah masyarakat yang bebas dari senjata atau ABRI (sekarang TNI); <em>civil society </em>tidak berkebalikan dengan masyarakat pimpinan TNI seperti yang banyak diasumsikan orang awam.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;">Rahardjo (1997: 17-24) menyatakan bahwa masyarakat madani merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, <em>civil society. </em>Istilah <em>civil society </em>sudah ada sejak Sebelum Masehi. Orang yang pertama kali mencetuskan istilah <em>civil society</em> ialah Cicero (106-43 SM), sebagai orator Yunani Kuno. <em>Civil society</em> menurut Cicero ialah suatu komunitas politik yang beradab seperti yang dicontohkan oleh masyarakat kota yang memiliki kode hukum sendiri. Dengan konsep <em>civility </em>(kewargaan) dan <em>urbanity </em>(budaya kota), maka kota difahami bukan hanya sekedar konsentrasi penduduk, melainkan juga sebagai pusat peradaban dan kebudayaan</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;">Istilah madani sebenarnya berasal dari bahasa Arab, <em>madaniy. </em>Kata <em>madaniy </em>berakar dari kata kerja <em>madana </em>yang berarti mendiami, tinggal, atau membangun. Kemudian berubah istilah menjadi <em>madaniy </em>yang artinya beradab, orang kota, orang sipil, dan yang bersifat sipil atau perdata. Dengan demikian, istilah <em>madaniy </em>dalam bahasa Arabnya mempunyai banyak arti. Konsep masyarakat madani menurut Madjid (1997: 294) kerapkali dipandang telah berjasa dalam menghadapi rancangan kekuasaan otoriter dan menentang pemerintahan yang sewenang-wenang di Amerika Latin, Eropa Selatan, dan Eropa Timur.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;">Masyarakat madani identik dengan <em>civil society, a</em>rtinya suatu gagasan, angan-angan, bayangan, cita-cita suatu komunitas yang dapat terejawantahkan ke dalam kehidupan sosial. <span>Dalam masyarakat madani, pelaku sosial akan berpegang teguh pada peradaban dan kemanusiaan. Masyarakat madani merupakan masyarakat modern yang bercirikan kebebasan dan demokratisasi dalam berinteraksi di masyarakat yang semakin plural dan heterogen. Dalam keadaan seperti ini, masyarakat diharapkan mampu mengorganisasikan dirinya dan tumbuh kesadaran diri dalam mewujudkan peradaban. Mereka akhirnya mampu mengatasi dan berpartisipasi dalam kondisi global, kompleks, penuh persaingan dan perbedaan.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Masyarakat madani menurut Rahardjo ialah masyarakat yang beradab. Istilah masyarakat madani selain mengacu pada konsep <em>civil society </em>juga berdasarkan pada konsep negara-kota Madinah yang dibangun Nabi Muhammad SAW pada tahun 622M. Masyarakat madani juga mengacu pada konsep <em>tamadhun </em>(masyarakat yang berperadaban) yang diperkenalkan oleh Ibn Khaldun dan konsep <em>Al Madinah al fadhilah </em>(Madinah sebagai Negara Utama) yang diungkapkan oleh filsuf Al Farabi pada abad pertengahan.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Dalam memasuki milenium III, tuntutan masyarakat madani di dalam negeri oleh kaum reformis yang anti <em>status quo</em> menjadi semakin besar. Masyarakat madani yang mereka harapkan adalah masyarakat yang lebih terbuka, pluralistik, dan desentralistik dengan partisipasi politik yang lebih besar, jujur, adil, mandiri, harmonis, memihak yang lemah, menjamin kebebasan beragama, berbicara, berserikat dan berekspresi, menjamin hak kepemilikan dan menghormati hak-hak asasi manusia.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=22&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/masyarakat-madani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perspektif kehidupan….</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/perspektif-kehidupan%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/perspektif-kehidupan%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 13:32:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Fakta yang sangat mengejutkan, bahwa sebagian besar manusia sangat sulit untuk memiliki pengertian terhadap sesamanya. Hanya memiliki sedikit toleransi terhadap perbedaan. Padahal perbedaan itu sendiri adalah sesuatu yang nyata dan selama manusia itu ada maka perbedaan itu pula akan tetap ada. Itu berarti bahwa manusia selamanya akan tetap seperti sekarang. Dunia dipenuhi peperangan (walaupun tujuannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=13&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Fakta yang sangat mengejutkan, bahwa sebagian besar manusia sangat sulit untuk memiliki pengertian terhadap sesamanya. Hanya memiliki sedikit toleransi terhadap perbedaan. Padahal perbedaan itu sendiri adalah sesuatu yang nyata dan selama manusia itu ada maka perbedaan itu pula akan tetap ada. Itu berarti bahwa manusia selamanya akan tetap seperti sekarang. Dunia dipenuhi peperangan (walaupun tujuannya untuk kedamaian tetapi itu tetap sebuah perang) dan kekacauan (penulis tidak bermaksud mendramatisir keadaan, tetapi kenyataannya memang seperti itu). Saya akan memberikan contoh yang menarik, ada dua orang mahasiswa seni rupa diminta untuk menggambar satu objek yang sama dan jika selesai harus segera dikumpulkan. Yang aneh saat dikumpulkan gambar keduanya sangat berbeda. Gambar yang satu objeknya tampak kaku dan kasar dengan objek tampak depan, sedangkan gambar yang lain tampak halus dengan objek tampak samping. Namun dosennya maklum jika keduanya memang menggambar objek yang sama. <span id="more-13"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Dari contoh tersebut kita tahu bahwa manusia akan selalu memiliki perspektif yang berbeda dalam menggambarkan sesuatu (apapun itu). Dan semua itu berpulang pada pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka peroleh sebelumnya. Hal tersebut mengindikasikan sebuah kenyataan yang tidak dapat dibantah, bahwa manusia selamanya tidak akan bisa bersikap objektif (mungkin hanya berusaha untuk mendekati). Manusia akan selalu dibalut oleh jubah kesubjektifannya, kemanapun ia pergi. Sekarang kita lihat sikap pengertian yang diperlihatkan oleh dosen kedua mahasiwa tersebut, kenapa beliau bisa bersikap seperti itu. Jawabannya karena dosen tersebut telah mengetahui bentuk objek yang digambar dari berbagai sudut, sehingga jelas apapun perspektif yang dipakai mahasiswanya beliau akan selalu tahu apakah objek yang digambar itu benar atau salah. Melalui analogi ini, sangatlah jelas bahwa perdebatan yang sekarang sering terjadi itu dikarenakan pengetahuan yang sangat sempit antara pihak-pihak yang terkait. Jika semua pihak dapat melihat permasalahan dari seluruh perspektif maka penulis sangat yakin perdebatan tersebut tidak akan pernah terjadi. Mengharapkan agar seluruh manusia dapat melihat masalah dari berbagai sudut pandang adalah suatu kemustahilan. Tetapi penulis mengharapkan agar setidaknya manusia mengerti bahwa ada perspektif lain selain yang ia miliki, sehingga diharapkan akan timbul kesadaran bahwa dunia ini diciptakan untuk dilihat dari banyak sudut pandang. Sekali lagi, bahwa dengan segala perbedaan yang ada dunia ini diciptakan. Jadi sangatlah bodoh jika manusia memperdebatkan masalah perbedaan yang ada. Selama manusia tidak belajar untuk mengetahui dan memahami bahwa melalui perbedaan yang ada dunia ini menjadi lebih indah maka selama itu pula segala sesuatu yang berkaitan dengan toleransi tidak akan sepenuhnya tercipta. Persatuan hanya akan jadi sebuah tujuan yang utopis. Dan lebih jauh lagi, dunia yang penuh dengan kedamaian tidak akan pernah tercipta. Jadi akan sangat percuma jika saat ini Anda berkoar-koar untuk menggalang persatuan, selama pelajaran tentang perspektif kehidupan tidak pernah menjadi sebuah prioritas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Sebagai informasi, pendidikan formal yang ada sekarang (secara sadar atau tidak) lebih mendidik pelajar untuk menjadi seorang yang self-oriented. Pendidikan sekarang sangat jarang untuk menyentuh daerah kemanusiaan (maksud penulis pelajaran tentang kehidupan) seorang manusia. Perspektif ini hanyalah salah satu dari hukum kehidupan yang seharusnya setiap orang tahu. Pembangunan sebuah komunitas global (suatu hal yang selalu didambakan orang-orang besar) yang di dalamnya manusia hidup dalam satu kesatuan tanpa peperangan ataupun kekacauan (dengan segala maaf) adalah sebuah kebohongan besar untuk keadaan seperti saat ini. Wallahualam bishawab.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=13&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/perspektif-kehidupan%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun komunitas bervisi</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/membangun-komunitas-bervisi/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/membangun-komunitas-bervisi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 13:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini perlu diadakan sebuah reformasi terhadap eksistensi sebuah pendidikan. Dimana saat ini pendidikan lebih mirip sebuah formalitas atau kegiatan miskin makna. Tanpa mengesampingkan manfaatnya yang begitu besar dalam kehidupan bangsa, pendidikan saat ini seolah-olah tidak memiliki tujuan yang jelas sehingga keberadaannya kurang optimal atau tujuannya itu hanyalah sebagai hiasan saja dalam pendidikan. Hal ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=12&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Saat ini perlu diadakan sebuah reformasi terhadap eksistensi sebuah pendidikan. Dimana saat ini pendidikan lebih mirip sebuah formalitas atau kegiatan miskin makna. Tanpa mengesampingkan manfaatnya yang begitu besar dalam kehidupan bangsa, pendidikan saat ini seolah-olah tidak memiliki tujuan yang jelas sehingga keberadaannya kurang optimal atau tujuannya itu hanyalah sebagai hiasan saja dalam pendidikan. Hal ini sangat disayangkan mengingat pendidikan ini berperan sebagai investasi pemerintah dalam membangun bangsa ini. Melalui pendidikan inilah semua bangsa memulai pengembangan negaranya masing-masing.<span id="more-12"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pendididikan seharusnya membekali setiap orang dengan sebuah visi dan bekal untuk mewujudkannya. Kenapa? Karena tujuan pendidikan pada dasarnya adalah untuk membentuk manusia seutuhnya. Manusia akan dikatakan utuh apabila ia tahu ia siapa, darimana ia berasal, untuk apa ada di sini, dan akan pergi kemana. Manusia dikatakan utuh apabila ia dapat mengembangkan potensinya masing-masing dan berperan secara baik dan benar dalam sistem kehidupan ini sesuai potensinya tadi. Hal itulah yang jarang sekali disentuh dunia pendidikan sekarang. Yang rasa-rasanya lebih mementingkan bekal dibandingkan tujuan, sehingga jarang sekali pelajar saat ini mengetahui kenapa mereka harus belajar. Jadi wajar saja jika pendidikan sekarang kurang efektif, pelajar seperti orang bodoh saja melekukan sesuatu tanpa mengetahui alasan kenapa dia melakukan itu. Dan wajar saja jika banyak yang setelah mendapatkan ilmu, ia gunakan untuk kejahatan karena sejak semula ia tidak tahu untuk apa ilmunya itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Walaupun kita tahu dalam kurikulum kita ada pelajaran agama dan kewarganegaraan (yang seharusnya paling berperan dalam permasalahan ini) namun pelajaran tersebut terbalut suasana kekakuan, suasana khas pendidikan. Sehingga tidak mampu membawakan tujuan pendidikan itu secara baik. Manusia hidup secara nyata dalam kehidupan ini, maka berikanlah pelajaran tentang kehidupan, berikanlah pelajaran tentang kemanusiaan,<span> </span>dan berikanlah pelajaran tentang hakikat keberadaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Apakah akhir-akhir ini Anda sering melihat televisi ataupun barang sejenak keluar sebentar untuk berjalan-jalan, maka Anda jangan kaget jika melihat semangat hedonisme yang begitu kental pembodohan massal terhadap generasi muda yang begitu gencar. Anak-anak muda sekarang seolah-olah alergi dengan semua hal yang berbau kebaikan. Saya yakin Anda dapat membayangkan 10 tahun ke depan, 20 tahun ke depan, 50 tahun ke depan Indonesia akan seperti apa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Hal-hal tersebut merupakan indikasi kegagalan sistem pendidikan Indonesia saat ini Dan (maaf sekali) tanpa bermaksud menyalahkan siapapun, semua orang saat ini harus segera menyadari permasalahan yang ada sekarang sebagai permasalahan yang darurat, terutama pemerintah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pendidikan seharusnya bisa membangun sebuah komunitas yang memiliki visi yang jelas dan mereka diberi bekal yang cukup untuk mewujudkan visinya tersebut. Saya akan memberikan contoh betapa pentingnya sebuah visi bagi seorang manusia. Saya akan menganalogikan visi itu sebagai tempat tujuan seseorang yang sangat ingin didatangi. Misalnya, Acong sangat ingin pergi ke Bali. Saya yakin seumur hidupnya dia akan berusaha untuk pergi ke pulau itu, atau setidaknya mendekati pulau tersebut. Dan sekarang Anda bayangkan jika Ucok tidak memiliki tempat tujuan yang diinginkan. Kemanakah dia akan pergi? Bingung! Atau mungkin dia hanya tinggal di tempat.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=12&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/membangun-komunitas-bervisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Berhenti Berpikir…..</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/jangan-berhenti-berpikir%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/jangan-berhenti-berpikir%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 13:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[“Cogito ergo sum,” kita (manusia) ada karena kita (manusia) berpikir. Kira-kira seperti itulah artinya. Oleh karena itulah, manusia adalah makhluk yang unik. Hidup manusia dipenuhi dengan pemaknaan terhadap segala sesuatu. Dan menurut saya itulah tujuan hidup setiap manusia. Kekuatan sebuah pemaknaan sangatlah besar pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup seorang manusia. Pemaknaan, tujuan hidup menurut istilah sekarang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=11&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">“Cogito ergo sum,” kita (manusia) ada karena kita (manusia) berpikir. Kira-kira seperti itulah artinya. Oleh karena itulah, manusia adalah makhluk yang unik. Hidup manusia dipenuhi dengan pemaknaan terhadap segala sesuatu. Dan menurut saya itulah tujuan hidup setiap manusia. Kekuatan sebuah pemaknaan sangatlah besar pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup seorang manusia. Pemaknaan, tujuan hidup menurut istilah sekarang, bisa diartikan sebagai pemberian arti terhadap segala sesuatu yang kita lakukan, yang kita lihat, yang kita katakan, dan yang kita rasakan. Hal itulah yang kebanyakan tidak diajarkan dalam pendidikan formal. Padahal kebanyakan orang yang berhasil adalah orang-orang yang memaknai hal-hal tertentu dalam hidupnya. Apel yang jatuh akan berbeda nilainya bagi kita dan bagi seorang Newton. Dari sebuah pemaknaan akan muncul nilai-nilai tertentu yang hanya akan didapatkan orang-orang tertentu. Ya, tentu saja hanya bagi mereka yang berpikir. <span id="more-11"></span>Pada saat ini, saat begitu banyak permasalahan menimpa manusia, banyak orang yang tidak mau ambil pusing dengan apa yang terjadi. Padahal dengan bersikap seperti itu hanya akan menjauhkan dia dengan tujuan keberadaannya. Penulis sangat yakin bahwa segala sesuatu yang diciptakan memiliki eksistensinya tersendiri, memiliki tujuan keberadaannya masing-masing. Dari hipotesis tersebut maka akan memunculkan konsekuensi bahwa setiap manusia memiliki perannya masing-masing dalam keseimbangan kehidupan ini. Hanya masalahnya apakah setiap orang dapat berperan baik atau tidak. Sekali lagi, karena dampak pemaknaan itu begitu dahsyat maka hendaknya ini menjadi salah satu referensi dalam perkembangan kematangan seorang manusia. Tidak akan ada seorang Soekarno jika beliau tidak memaknai bangsanya, tidak akan ada seorang Hitler jika beliau tidak memaknai kebenciannya. Tidak ada Robert Kiyoshaki jika beliau tidak memaknai kekayaannya. Tidak ada Plato jika beliau tidak memaknai ide-idenya. (tokoh-tokoh tersebut hanya contoh orang yang memiliki pemaknaan terhadap hidup mereka, terlepas apakah pemaknaan mereka benar atau salah). Akan banyak hikmah yang didapatkan jika seseorang telah dapat memaknai segala sesuatu yang dilakukannya, dilihatnya, dikatakannya, dan dirasakannya. Dan pemaknaan itu akan muncul dengan sendirinya setelah kita mencoba untuk berpikir tentang sesuatu. Urutan pemaknaan seperti ini: kita belajar tentang kehidupan (tentang semua hal), kemudian kita melihat, merasakan, dan mendengarkan dengan indera kita, dan barulah pikiran kita akan mencernakan informasi yang baru didapatkan dengan pengetahuan yang kita ketahui sebelumnya dan proses terakhir adalah kita akan memaknai apa yang indera kita tangkap. Proses ini akan pincang, apabila salah satu urutan kurang memadai. Contoh jika pengetahuan kita salah atau kurang maka pemaknaan yang ada pun akan rancu. Atau jika kita tidak peduli akan informasi yang ada, maka pemaknaan yang ada hanyalah sebuah pemaknaan yang tidak berdasar. Dan akan lebih parah jika kita tidak mencernakan informasi yang indera kita tangkap, maka hidup kita tak lain hanyalah sebuah formalitas. Hidup yang tanpa makna. Begitu dahsyatnya kekuatan sebuah pikiran, sehingga seorang biasa dapat menjadi seseorang yang luar biasa. Dari seorang prajurit biasa menjadi seorang fuhrer, dari seorang idiot menjadi sorang penemu terhebat, dari seorang cacat menjadi ilmuwan masyhur, dari seorang anak petani menjadi presiden. Dari kegiatan sederhana itulah, pemaknaan hidup, kehidupan manusia menurut penulis akan lebih baik. Dari proses pemaknaan tersebut seseorang akan dapat mengetahui tujuan hidupnya, sesorang akan mendapatkan titik puncak pemaknaannya terhadap kehidupan. Seseorang akan mendapatkan hikmah yang besar dari sesuatu hal kecil yang akan menjadikan hidup mereka lebih berarti, seperti yang telah orang-orang besar dapatkan jauh sebelum mereka besar. Oleh karena itu janganlah berhenti untuk berpikir dan memaknai hidup. Wallahualam bishawab.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=11&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/jangan-berhenti-berpikir%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemana Dunia Ini Akan Bergerak</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/kemana-dunia-ini-akan-bergerak/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/kemana-dunia-ini-akan-bergerak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 13:21:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Apakah manusia menyadari bahwa apapun yang mereka lakukan, dunia ini tetap akan bergerak menuju kekacauan. Hal itu tampaknya sesuatu hal yang masih bisa diperdebatkan. Tapi percayayalah dunia memang meunuju kekacauan hingga akhirnya hancur.
Kita akan melihat bahwa apa yang dilakukan manusia tidak dapat melebihi apa yang telah alam sediakan. Selama ini kita hanya menemukan apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=10&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Apakah manusia menyadari bahwa apapun yang mereka lakukan, dunia ini tetap akan bergerak menuju kekacauan. Hal itu tampaknya sesuatu hal yang masih bisa diperdebatkan. Tapi percayayalah dunia memang meunuju kekacauan hingga akhirnya hancur.<span id="more-10"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kita akan melihat bahwa apa yang dilakukan manusia tidak dapat melebihi apa yang telah alam sediakan. Selama ini kita hanya menemukan apa yang telah alam sediakan. Jika manusia mengerti bahwa semua formulasi pengetahuan yang manusia buat, semuanya mereka dapatkan dari alam. Jadi apakah kita akan menyebut bahwa manusialah yang menciptakan. Saat manusia banyak melupakan hal yang esensial. Saya kemudian menjadi bingung dengan apa yang manusia perjuangkan. Mereka perjuangkan kebangsaan mereka, mereka perjuangkan agama mereka, mereka memperjuangkan kemerdekaan mereka, mereka perjuangkan hak hidup mereka, mereka perjuangkan idealisme mereka. Namun di sisi lain mereka juga mengorbankan kebangsaan orang lain, mereka juga mengorbankan agama lain, mereka mengorbankan kemerdekaan orang lain, mereka mengambil hak hidup lain, mereka menginjak-injak idealisme orang lain. Apakah yang mereka maksud dengan perjuangan mereka ini. Pola ini selalu berulang semenjak manusia ada di dunia ini (mungkin). Karena selama saya membaca banyak buku sejarah, salah satunya adalah sejarah umat manusia karya Arnold Toynbee, yang manusia maksud dengan perjuangan sama artinya dengan kesempitan manusia memahami perbedaan dan yang mereka maksud dengan kebebasan sama dengan merebut kebebasan yang sama dari orang lain. Inilah hal paling menggelikan dari kehidupan manusia, perbedaan adalah bencana. Agama, ras, suku bangsa dan negara kadang-kadang ada di balik semua kekacauan.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semakin membingungkan memang, kemana manusia akan membawa peradabannya ini. Tetapi yang jelas selama manusia ada maka perbedaan akan selalu melekat dalam perjalanan manusia itu sendiri. Dan selama manusia tidak bisa menerima maksud perbedaan itu maka selama itu kekacauan akan terjadi. Dan selama itu pula, konsep –konsep utopis mengenai keadilan dan kemerdekaan hanya bualan. Bahkan banyak pihak yang mengklaim bahwa mereka mampu membawa dunia menjadi surga bagi semua manusia. Utopis! Konsep yang harus dibawa adalah bagaimana perbedaan tidak menjadi sesuatu yang menghambat pemahaman kita terhadap pihak lain. Apa arti dari perbedaan itu sendiri adalah relatif. Karena Anda akan melihat tidak akan satupun hal di dunia ini yang kemudian sama. Karena pada dasarnya secara mikroskopis kandungannya berbeda. Bahkan tidak ada satupun manusia yang persis sama. Jadi perbedaan itu sendiri kemudian sangat relatif jika kita mengacu pada batas sistemnya. Jika kita melihat analisis perkembangan sejarah, maka perbedaan yang ada oleh manusia distrukturkan ke dalam pengklasifikasian yang terlalu kaku. Pengklasifikasian itu sendiri menjadi tidak netral, mereka lupa bahwa mereka adalah manusia yang menghuni bumi yang sama. Perbedaan itu bagi mereka adalah hal mutlak. Sehingga kemudian, perbedaan bagi mereka adalah sesuatu yang mengganggu dan bisa dihilangkan. Dan itulah yang kemudian mereka lakukan. Mereka ingin menyamakan semuanya. Jika tidak bisa maka cukup agama, ras, suku bangsa dan negara kami saja yang bertahan dan tetap ada. Insting binatang, yang takut dari kepunahan mulai muncul dalam kekalutan modernitas yang tidak tentu ini. JIka Anda belum menyadari, bahwa dunia ini mulai menjadi rumah yang tidak aman, maka manusia masing-masing berebut untuk mempertahankan. Jika diperlukan maka mereka akan saling menyerang. Dan mereka menghalalkan semua itu atas nama perbedaan. Konyol bukan. Dengan kata lain manusia memang hanya akan membawa dunia ini pada kehancuran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sedikit orang yang kemudian memahami perbedaan ini sebagai sesuatu yang akan selalu menyertai keberadaan manusia. Sedikit orang yang kemudian mengetahui bahwa tidak ada yang berubah sama sekali dari sejarah manusia. Dan hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa perubahan adalah hanya untuk orang yang bodoh saja. Manusia pada akhirnya, akan menuju kehancuran yang mereka bangun sendiri. Mereka terlalu bodoh, mempercayai bahwa mereka lah makhluk paling pintar di jagad raya ini. Padahal pengetahuan mereka saat ini tidak melebihi jagad raya itu sendiri. Terlalu banyak hal yang manusia tidak kontrol, terlalu banyak masalah yang tidak bisa manusia tangani. Tapi apakah manusia sendiri menyadari keterbatasan mereka. Ternyata tidak. Mereka melupakan bahwa keterbatasan mereka, dalam memahami bagaimana dunia ini bekerja adalah ketololan yang setiap abad diturunkan kepada manusia lainnya. Sehingga mereka akan selalu mengulang sejarah, terus menerus sampai mereka sadar bahwa mereka akan hancur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sudah muak dengan semua ini. Sebaiknya kita hentikan saja permainan kehidupan ini. Karena aturan mainnya pun kita tidak punya. Tujuan permainan pun kita tidak sama. Apakah kita (manusia) berharap ini akan menjadi permainan yang adil. Tidak akan pernah sampai kapanpun. Karena dalam permainan dunia ini, musuh kita bukanlah orang lain tetapi kita sendiri. Jadi berhentilah menyalahkan orang lain, menyalahkan bangsa lain, menyalahkan agama lain. Yang salah adalah diri kita sendiri. Jika ingin melanjutkan permainan ini, maka hal yang paling penting adalah kita semua harus tahu bagaimana cara memainkan permainan ini. Kedua dengan siapa saja kita bermain. Kemudian siapa lawan atau musuh kita. Kemudian bagaimana caranya untuk menang. Beginilah cara memainkan permainan kehidupan ini, aturan pertama: Musuh kita adalah diri kita sendiri, kedua: Tujuan kita hanyalah memberikan manfaat keberadaan kita bagi semua orang, makin banyak orang yang kita bantu maka poin kita makin besar, ketiga: Perbedaan itu adalah kewajaran, itu tidak seharusnya menjadi penghalang setiap manusia untuk mendapatkan poin besar, bahkan dengan adanya perbedaan maka interaksi antar manusia dapat berlangsung.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=10&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/kemana-dunia-ini-akan-bergerak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta seorang Anak Jalanan</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/cinta-seorang-anak-jalanan/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/cinta-seorang-anak-jalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 11:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Cinta seorang Anak Jalanan
 
Aku mulai mencintai dukacita,
dalam pincangnya kaki dunia
 
Aku mulai mencintai sengsara,
dan mulai kuberikan pundakku untuknya
 
Aku mulai mencintai nestapa,
walau yang ia berikan hanya secangkir air tawar tanpa aroma
 
Aku mulai mencintai dunia,
sebilah belati yang siap membuatku terluka
 
Aku mulai mencintai semua yang ada,
hanya karena Dia ada&#8230;&#8230;..

Bagi kita, bahagia atau tidak itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=4&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Cinta seorang Anak Jalanan</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Aku mulai mencintai dukacita,</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>dalam pincangnya kaki dunia</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Aku mulai mencintai sengsara,</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>dan mulai kuberikan pundakku untuknya</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Aku mulai mencintai nestapa,</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>walau yang ia berikan hanya secangkir air tawar tanpa aroma</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Aku mulai mencintai dunia,</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>sebilah belati yang siap membuatku terluka</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Aku mulai mencintai semua yang ada,</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>hanya karena <strong>Dia</strong> ada&#8230;&#8230;..</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bagi kita, bahagia atau tidak itu hanyalah masalah pilihan. Tapi bagi mereka bahagia itu adalah sebuah impian yang harus mereka kejar. Mungkin bahagia bagi mereka adalah saat mendapatkan uang lebih untuk sekedar bertahan hidup hari ini, untuk melanjutkan penderitaan mereka esok hari. Tak terbayang saja harus menjalani hari yang sebenarnya mereka tak mau, menjual harga diri mereka sebagai manusia. Tanpa menjadi seorang yang munafik, mereka memang membutuhkan bantuan sesamanya untuk tetap membuat mereka berdiri kuat di atas bumi manusia ini. Dan sekali lagi yang mereka butuhkan bukan tangisan, rasa terharu, atau belas kasihan Anda tapi mereka butuh bantuan yang nyata, agar mereka tetap nyata, walau mungkin tidak lama…..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=4&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/cinta-seorang-anak-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>