<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menuju Indonesia Bangkit &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://otakkurusak.wordpress.com/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://otakkurusak.wordpress.com</link>
	<description>mimpi hari ini...kenyataan esok hari...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2009 15:16:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='otakkurusak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/26cbb5acb542d791c93eff359edfe9c4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Menuju Indonesia Bangkit &#187; Pendidikan</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://otakkurusak.wordpress.com/osd.xml" title="Menuju Indonesia Bangkit" />
		<item>
		<title>anak muda zaman sekarang</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/05/01/anak-muda-zaman-sekarang/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/05/01/anak-muda-zaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 00:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Entah kenapa pertama kali menjejakan kaki di ITB ini saya merasa ada sesuatu yang salah, bukan pada sistem sepenuhnya tetapi terutama pada orang-orangnya, terutama mahasiswa (karena saya juga mahasiswa). Sadar atau tidak, kita ini sedang mewarisi sesuatu yang berbahaya yang tidak anda sadari sendiri. Pertama kali mengikuti rapat di forum yang ada di itb, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=44&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Entah kenapa pertama kali menjejakan kaki di ITB ini saya merasa ada sesuatu yang salah, bukan pada sistem sepenuhnya<span> </span>tetapi terutama pada orang-orangnya, terutama mahasiswa (karena saya juga mahasiswa). </span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Sadar atau tidak, kita ini sedang mewarisi sesuatu yang berbahaya yang tidak anda sadari sendiri. Pertama kali mengikuti rapat di forum yang ada di itb, yang saya lakukan adalah melihat siapa saja yang terlibat dalam rapat tersebut. Dan, maaf, saya menebak sampai kapan pun, jika orang-orang tersebut mengikuti rapat saya yakin tidak akan selesai. Dan memang benar, bahkan bahasan tersebut sampai saat ini, tiga tahun kemudian, tidak kunjung selesai. Kenapa? Padahal yang membahas adalah orang yang berbeda. Ya berbeda secara fisik, sedang mental tidak. Salah satu referensi yang saya baca menyebutkan bahwa kejadian tersebut merupakan akibat dari sebuah penyakit. Saya sepakat. Itu memang akibat sebuah virus, yang saat ini menyerang hampir seluruh mahasiswa kita. </span><span id="more-44"></span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus tersebut antara lain:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Un-openminded</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">, ketidakterbukaan. Tendensi yang sangat kuat, objektivitas yang sangat lemah, kecurigaan yang berlebihan, <em>conspiracy minded</em> dan <em>opposite minded</em>. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Lack of integrity</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">, saya sebut gadaikan integritas demi sesuap bualan. Integritas adalah barang langka di kampus sekarang. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span>3.<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Become illogical thinker</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">, logika di bawah emosi. </span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Pola pikir amburadul, tidak sistematis, tidak efektif dan efisien, kritis tapi juga krisis. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span>4.<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Egocentric</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">, saya sebut “hati-hati bung, saya mahasiswa”-isme. Romantisme belaka, sebuah cacat historis, <em>euphoria</em> tanpa limit. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Bahayanya penyakit ini adalah si penderita tidak merasakan dan menyadari bahwa sebenarnya dia mengidap penyakit ini, contoh adalah saya (yang disadarkan oleh seorang teman). Jika boleh saya berasumsi, penyakit inilah yang membuat sistem di ITB ini tidak efektif dan efisien. Coba kita telusuri sejak kapan kapan kita dijangkiti penyakit ini, apa penyebabnya, bagaimana pola penyebarannya, apa akibatnya, dan apa sebenarnya obatnya. Berdasarkan pengamatan penulis (mungkin bisa sangat subjektif, tapi anda mungkin akan membenarkan) <span> </span>keempat gejala diatas selalu muncul dalam kesempatan yang sama. Sejak kapan? Ini pertanyaan pertama yang tidak sulit untuk saya jawab. Jawabannya adalah semenjak kecil. Bagaimana bisa? Karena penyebab dari virus ini adalah pendidikan formal yang kita jalani semenjak berumur 7 tahun (cat: 7 tahun adalah umur wajar masuk sekolah dasar). Ingat, anda selalu melaporkan teman anda yang menyontek sewaktu SD, atau ada teman anda yang berbuat atau berkata kasar. Apa yang kita terima dari guru? Tidak ada! Bahkan saat ujian akhir sifat kita yang satu itu hilang dalam sekejap saat sang guru memberikan jawaban agar anak didiknya lulus, agar nama baik sekolahnya tetap terjaga sehingga beliau masih bisa mengajar. Coba anda lihat hari ini, mungkin anda-anda akan mencap siapa yang yang melaporkan sebagai pengkhianat. Menyontek jadi hal biasa bung! Berkata kasar dan berbuat kasar hampir (pasti) setiap wisudaan terjadi. Apa anda ingat dengan pertanyaan ini, “Jika anda menemukan sampah, apa yang akan anda lakukan?”, dan anda seharusnya menjawab option A yaitu membuang pada tempat sampah, karena jika tidak maka nilai anda akan kecil, bisa-bisa tidak naik kelas gara-gara pelajaran yang satu itu. Pelajaran itu membekas. Apa yang kita katakan di forum-forum tidak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari kita. Itu dua dunia yang berbeda. Kita menjadi menjadi orang yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari dengan apa yang kita katakan. Kita gadaikan integritas kita untuk apa? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Kita dididik oleh orang-orang yang tidak kreatif (maaf, walaupun mungkin ada). Setiap saat saya selalu mencoba test kecil ini untuk membuktikan. Saat saya minta orang untuk menggambar pemandangan dalam waktu cepat, maka yang akan mereka gambar adalah dua buah gunung dengan sebuah matahari dan jalan lurus yang dikanan kirinya ada petak-petak sawah. Jika tidak maka mereka akan menggambar apapun, asal jangan dua gunung tadi. Hal ini pun berbekas di diri kita. Kita mulai menyempitkan banyak makna, sebagaimana menyempitkan arti pemandangan tadi. Yang paling parah adalah kaderisasi, berusaha mendewa-dewakan kaderisasi padahal yang kita lakukan malah menyempitkan. Bahkan saat ini kita tidak bisa lepas (secara sadar ataupun tidak) dari kungkungan tradisi kaderisasi-kaderisasi sebelumnya. Kita jadi manusia yang tidak kreatif, tertutup atas opini-opini baru. Entah siapa yang membuat kita selalu berpikir negatif dan curiga. Jangan-jangan ini adalah konspirasi. Hei, bangun! Ini hidup, konspirasi itu manusia. Selama manusia hidup konspirasi akan ada. Itulah cara manusia bertahan hidup. Jika anda bilang rektorat berkonspirasi untuk membatasi mahasiswa, maka rektorat bilang anda-anda berkonspirasi untuk membangkang. <em>It’s so natural</em>. Dan lagi-lagi cara pandang ini tidak diajarkan di sekolah formal kita yang <em>meaningless</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Perspektif, itu hal fundamental yang kita perlukan agar dapat hidup di dunia ini, karena itulah yang akan mengarahkan kemana anda akan berjalan. Dan lagi-lagi tidak diajarkan. Kita hanya diajarkan untuk berpendapat dalam selembar kertas yang kadang-kadang pendapat kita pun dibatasi, sehingga jarang sekali waktu bersekolah kita diajarkan untuk mengetahui keadaan dunia sesungguhnya dan bagaimana cara menghadapinya. Bahwa dunia diisi oleh idea-idea yang beragam, sepertinya menjadi sama dan seragam jika anda berada di dalam ruangan kelas. Perbedaan itu tabu. Dan lihatlah sekarang, bagaimana kita menghadapi perbedaan di kampus kita ini. Saya ingat dulu pernah mengajak berdebat guru sejarah saya, kalau tidak salah saat itu dia mengajarkan sejarah pemberontakan-pemberontak ideologi lain melawan Pancasila (saya tulis dengan huruf besar di awal kalimat hanya karena kagum saja dengan bung karno, yang namanya saya tulis kecil). Di akhir perdebatan saya tanya, “Bu, jika pancasila sedemikian penting apakah ibu rela membunuh orang demi menegakkannya, apakah pancasila lebih penting ketimbang ribuan nyawa yang sempat hilang waktu itu?”. Saya tidak mendapatkan jawaban, yang saya dapatkan adalah ujian lisan dan tugas mengisi LKS untuk minggu depan. Hahaha sekarang saya tahu bagaimana sekolah membunuh logika kita? Sangat sistematis, tanpa kita sadari, bahkan tanpa guru itupun sadari. Harus anda akui, bahwa mahasiswa saat ini berada di kasta tertinggi dalam lapisan masyarakat. Politisi lewat, politikus apalagi, pejabat bahkan presiden pun kewalahan menghadapi kita. Sejarah menempatkan kita pada kasta itu, yang saat ini kadang-kadang saya sesalkan. Karena kita hanya mendapatkan ceritanya, tapi tidak mendapatkan contoh realnya. Mahasiswa yang dulu berteriak kebebasan sekarang berteriak minta dibebaskan (dari penjara tentunya). Mahasiswa sekarang malah berteriak mengagung-agungkan mahasiswa dulu. Kita terlalu banyak mendengar cerita indah bak dongeng namun juga cukup sering juga melihat kepengecutan di sisi yang sama. Dan itulah kita pengecut yang senang mengkhayal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Tidak ada pelajaran mengenai kedewasaan bertindak dan berpikir di sekolah kita, sehingga sampai akhir sekolah menengah kita tidak mengerti apa itu kedewasaan, sampai akhirnya kita masuk ITB dan dipaksa untuk dewasa dalam waktu sekejap kaderisasi. Kita diberikan doktrin-doktrin yang makin menyempitkan kedewasaan, sangat terlihat bahwa kita mahasiswa ITB sangat tidak dewasa dalam menghadapi segala sesuatu. Salah satu contoh adalah kebiasaan menanamkan <em>mental blocking</em> pada angkatan bawah, sehingga mereka terbiasa untuk menolak apa-apa yang datangnya dari rektorat ataupun himpunan lain. Apapun yang rektorat lakukan adalah salah. Karena apa, angkatan atas pun sama-sama membencinya, dan mereka telah berhasil menanamkan itu pada diri kita, dan walah kita jadi sang pewaris akhirnya. Bahkan kita sudah tidak adil semenjak di dalam pikiran kita sendiri. Sadar bung! Musuh kita bukan rektorat bukan pula himpunan lain, musuh kita di luar bung! Bukan pula bangsa lain. Kita tidak seharusnya membenci orang, yang kita lakukan seharusnya adalah membenci<span> </span>tindakan-tindakan salah yang mereka lakukan. Karena jika anda telah membenci seseorang, apapun yang dia lakukan akan selalu anda benci, objektivitas anda gantungkan pada pikiran anda yang korup. Salah satu hal yang harus kita sadari agar bisa menjadi solusi adalah dengan menjadi solusi itu sendiri. Apapun yang telah mahasiswa bahas, dari dulu sampai saat ini tidak pernah diwujudkan secara konkrit. Karena apa, kita tidak pernah berpikir untuk melakukan. Selama berdiskusi secara tidak sadar anda sedang menggunakan otak kiri anda. Semakin sering anda berdiskusi semakin berkembang kemampuan otak kiri anda, tapi tidak dengan otak kanan. Tahu apa akibatnya, integritas anda korbankan. Karena pada akhirnya tindakan dan perkataan anda tidak sinergis. Dan akhirnya kita menjadi manusia yang kikuk sendiri terhadap masyarakatnya, asyik sendiri dengan sekolahnya, prematur dalam bersikap. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Saat ini bukan waktunya kita mencari penyebab kegagalan kita (mahasiswa) dalam bergerak. Seorang teman berkata “daripada terus mengutuk kegelapan, lebih baik anda coba nyalakan sebatang lilin”. Saya berharap anda mau menjadi lilin-lilin itu. Kampus ini butuh <em>optimism</em>, kampus ini butuh <em>positivism, </em>kampus ini butuh orang-orang yang <em>open mind</em>,<em> logic</em>, <em>have integrity</em>, dan <em>mature.</em> Bisakah saya? Bisakah anda? Berat memang, tapi kalau bukan kita siapa lagi (rasanya seperti iklan). Jika anda yakin ITB itu memiliki putra putri terbaik bangsa (saya yakin itu), maka anda harus yakin bahwa dari kampus inilah perubahan besar di masyarakat dan bangsa ini bisa dimulai. Saya sangat yakin kenapa Indonesia tidak berubah dan berkembang, karena ITB pun demikian, kemahasiswaan kita pun demikian. Kampus ini seolah-olah menjadi cerminan peradaban Indonesia. Bisakah kita mulai membentuk satu peradaban baru di kampus ini, sebuah refleksi dari masyarakat madani, yang mendasarkan diri pada kebenaran ilmiah dan kedewasaan sebagai seorang manusia. Peradaban besar hanya bisa diwujudkan oleh orang-orang yang memiliki jiwa besar dan pemikiran yang besar. Ia tidak lahir dari cara pandang yang sempit dan jiwa yang kerdil. Dan sejarah membuktikan bahwa musuh terbesar manusia adalah manusia itu sendiri&#8230;.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=44&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/05/01/anak-muda-zaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia dan Pendidikan</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/manusia-dan-pendidikan/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/manusia-dan-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 07:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan bagi manusia dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, mengenai apapun bentuk isi, tingkatan status dan metoda apa yang digunakan dalam proses pendidikan tersebut, baik formal maupun non-formal, baik dalam rangka kelanjutan pendidikan di sekolah maupun sebagai pengganti pendidikan di sekolah, di tempat kursus, pelatihan kerja maupun di perguruan tinggi, yang membuat manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=20&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Pendidikan bagi manusia dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, mengenai apapun bentuk isi, tingkatan status dan metoda apa yang digunakan dalam proses pendidikan tersebut, baik formal maupun non-formal, baik dalam rangka kelanjutan pendidikan di sekolah maupun sebagai pengganti pendidikan di sekolah, di tempat kursus, pelatihan kerja maupun di perguruan tinggi, yang membuat manusia mampu mengembangkan kemampuan, keterampilan, memperkaya khasanah pengetahuan, meningkatkan kualifikasi keteknisannya atau keprofesionalannya dalam upaya mewujudkan kemampuan ganda yakni di suatu sisi mampu mengembangankan pribadi secara utuh dan dapat mewujudkan keikutsertaannya dalam perkembangan sosial budaya, ekonomi, dan teknologi secara bebas, seimbang, dan berkesinambungan.</span><span id="more-20"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Dalam hal ini, terlihat adanya tekanan rangkap bagi perwujudan yang ingin dikembangkan dalam aktivitas kegiatan di lapangan. Pertama untuk mewujudkan pencapaian perkembangan setiap individu, dan kedua untuk mewujudkan peningkatan keterlibatannya (partisipasinya) dalam aktivitas sosial dari setiap individu yang bersangkutan. Tambahan pula, bahwa pendidikan seorang manusia mencakup segala aspek pengalaman belajar yang diperlukan oleh manusia, baik pria maupun wanita, sesuai dengan bidang keahlian dan kemampuannya masing-masing.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Dengan demikian hal itu dapat berdampak positif terhadap keberhasilan pembelajaran seorang manusia yang tampak pada adanya perubahan perilaku ke arah pemenuhan pencapaian kemampuan/keterampilan yang memadai. Di sini, setiap individu yang berhadapan dengan individu lain akan dapat belajar bersama dengan penuh keyakinan. Perubahan perilaku dalam hal kerjasama dalam berbagai kegiatan, merupakan hasil dari adanya perubahan setelah adanya proses belajar, yakni proses perubahan sikap yang tadinya tidak percaya diri menjadi perubahan kepercayaan diri secara penuh dengan menambah pengetahuan atau keterampilannya. Perubahan perilaku terjadi karena adanya perubahan (penambahan) pengetahuan atau keterampilan serta adanya perubahan sikap mental yang sangat jelas, dalam hal pendidikan seorang manusia tidak cukup hanya dengan memberi tambahan pengetahuan, tetapi harus dibekali juga dengan rasa percaya yang kuat dalam pribadinya. Pertambahan pengetahuan saja tanpa kepercayaan diri yang kuat, niscaya mampu melahirkan perubahan ke arah positif berupa adanya pembaharuan baik fisik maupun mental secara nyata, menyeluruh dan berkesinambungan.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Perubahan perilaku bagi seorang manusia terjadi melalui adanya proses pendidikan yang berkaitan dengan perkembangan dirinya sebagai individu, dan dalam hal ini, sangat memungkinkan adanya partisipasi dalam kehidupan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan diri sendiri, maupun kesejahteraan bagi orang lain, disebabkan produktivitas yang lebih meningkat. Bagi seorang manusia pemenuhan kebutuhannya sangat mendasar, sehingga setelah kebutuhan itu terpenuhi ia dapat beralih ke arah usaha pemenuhan kebutuhan lain yang lebih masih diperlukannya sebagai penyempurnaan hidupnya.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=20&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/manusia-dan-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesiaku..</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/indonesiaku/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/indonesiaku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 14:01:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Bangsa Indonesia saat ini seolah-olah berdiri di tepi jurang kehidupan, mencoba untuk mempertahankan eksistensinya di tengah komunitas global dunia. Kondisi bangsa saat ini ditambah dengan krisis multi dimensi yang dialami saat ini terus menyeret bangsa ini untuk masuk ke dalam jurang. Parahnya lagi, tidak banyak dari masyarakat Indonesia yang menyadari bahwa kita benar-benar dalam kondisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=19&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Bangsa Indonesia saat ini seolah-olah berdiri di tepi jurang kehidupan, mencoba untuk mempertahankan eksistensinya di tengah komunitas global dunia. Kondisi bangsa saat ini ditambah dengan krisis multi dimensi yang dialami saat ini terus menyeret bangsa ini untuk masuk ke dalam jurang. Parahnya lagi, tidak banyak dari masyarakat Indonesia yang menyadari bahwa kita benar-benar dalam kondisi terburuk sebagai sebuah bangsa. Saat ini Indonesia hampir tidak memiliki daya saing terhadap produk luar negeri. Sumberdaya alam strategis di Indonesia telah banyak dikuasai oleh perusahaan asing. Beberapa perusahaan yang strategis bagi kesejahteraan rakyat sebagian sahamnya telah dijual ke pihak asing. Ditambah lagi daya saing sumberdaya manusia Indonesia terhadap sumberdaya manusia dari luar sangat lemah. Globalisasi bagi Indonesia, untuk saat ini, tidak lebih dari mengumpankan diri sendiri untuk dimakan seorang raksasa yang tidak sanggup untuk kita lawan. Krisis yang terjadi tidak hanya selesai disitu. Deviasi moral dan kepribadian ikut mewarnai kondisi bangsa yang sudah carut marut ini. Hal ini tidak dapat dielakkan, kejahatan pada saat ini ternyata banyak dilakukan oleh kaum terpelajar.<span id="more-19"></span> Penyimpangan perilaku saat ini ternyata banyak dilakukan orang yang telah lama mengeyam bangku pendidikan. Kesalahan-kesalahan yang terjadi menjadi sebuah permakluman publik. Wajar jika ada korupsi, wajar jika ada nepotisme, wajar harus menyogok biar lancar, wajar tidak suka jika orang lain sukses, wajar jika mencontek, wajar jika memarahi murid, wajar jika menunda pekerjaan, wajar jika tidak membayar pajak, dan kewajaran-kewajaran lainnya.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Krisis multidimensi diatas memang sulit sekali untuk dicari akar permasalahannya. Namun pada dasarnya, di beberapa negara yang telah maju saat ini pembangunan terhadap masyarakatnya merupakan langkah awal dalam membangun bangsanya. Bahkan bagi negara-negara yang dulu setara dengan Indonesia, setelah membenahi kondisi masyarakatnya saat ini telah berhasil memberikan kesejahteraan bagi warganya. Pembangunan masyarakat tentu saja memiliki banyak alternatif jalan. Namun yang paling efektif saat ini adalah melalui pendidikan. Kenapa pendidikan? Alasan terbesarnya adalah berdasarkan fungsi dari pendidikan itu sendiri, yaitu mengharapkan perubahan perilaku dari peserta didiknya menuju perbaikan yang positif. Pendidikan di Indonesia saat ini bukanlah pendidikan yang mendidik. Bahkan tidak memiliki tujuan yang jelas. Jika memang memiliki tujuan yang jelas, maka peserta didiknya pun akan mengerti untuk apa mereka belajar, dan akan bertindak seperti apa setelah belajar. Saat ini tidak, pendidikan seolah-olah hanya sebagai formalitas belaka. Ada ruang kosong dalam pendidikan yang selama ini tidak diisi, yang pada dasarnya adalah jiwa dari pendidikan itu sendiri. Yaitu pemaknaan, ideologisasi, penanaman tujuan dari proses pendidikan itu sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Kegagalan pendidikan saat ini ternyata memiliki implikasi yang begitu besar. Manusia Indonesia saat ini telah kehilangan sesuatu yang esensial untuk dilakukan dan diperjuangkan. Nilai-nilai esensial yang hilang tadi dari diri manusia Indonesia menyebabkan pincangnya fondasi masyarakat karena pada dasarnya manusia adalah komponen dari penyusun masyarakat itu. Dalam hal ini, pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter manusia yang dapat mendukung perkembangan dan pertumbuhan kebudayaan manusia yang memanusiakan, yang kemudian dapat mewujudkan tatanan masyarakat masa depan yang ideal, yang progresif menuju perbaikan yang berkesinambungan (masyarakat madani). Pembentukan kebudayaan yang positif dalam masyarakat adalah fondasi yang cukup kuat untuk membangun sebuah bangsa. Melalui rekontruksi sistem pendidikan saat inilah yang memungkinkan itu bisa berhasil. Rekontruksi tersebut berkaitan dengan paradigma pendidikan, tujuan pendidikan, metode pendidikan, kurikulum pendidikan, pendidik, dan peserta didik.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=19&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/indonesiaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ringkasan</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/ringkasan/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/ringkasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 13:54:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini tak lepas dari permasalahan kemasyarakatan dan tentunya berkaitan juga dengan permasalahan manusia sebagai penyusun dari masyarakat itu sendiri. Krisis multidimensi yang dirasakan saat ini memang merupakan manifestasi dari permasalahan diatas. Sampai saat ini, telah banyak bahasan dan kajian dalam rangka menemukan solusi atas permasalahan bangsa, namun belum satupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=18&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini tak lepas dari permasalahan kemasyarakatan dan tentunya berkaitan juga dengan permasalahan manusia sebagai penyusun dari masyarakat itu sendiri. Krisis multidimensi yang dirasakan saat ini memang merupakan manifestasi dari permasalahan diatas. Sampai saat ini, telah banyak bahasan dan kajian dalam rangka menemukan solusi atas permasalahan bangsa, namun belum satupun dari bahasan itu yang menjadi referensi untuk menyelesaikan permasalahan itu. Permasalahan tersebut memang merupakan masalah yang sangat kompleks, sehingga memerlukan pendekatan yang holistik untuk memecahkannya.<span id="more-18"></span> Tetapi jika dirunut dengan pendekatan yang sangat sederhana, akar permasalahannya ternyata terletak pada karakter masyarakat dan karakter manusia Indonesia sebagai komponen pembentuk masyarakat itu sendiri. Wacana mengenai pembentukan masyarakat ideal dengan manusia sebagai subjek utamanya dan pendidikan sebagai alat dari prosesnya, adalah intisari dari karya tulis ini. Pokok bahasan dari karya tulis ini sendiri adalah peranan manusia sebagai individu dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang ideal. Untuk saat ini bidang yang mencakup banyak orang dan memang bertanggungjawab dalam perkembangan dan pertumbuhan manusia menjadi manusia adalah pendidikan. Melalui pendidikan inilah seharusnya pembentukan karakter seorang manusia yang bisa menjadi komponen penting dalam masyarakat dilakukan. Pengambilan judul “ Pembentukan Masyarakat Madani (Civil Society) melalui Pendidikan” itu sendiri bertujuan untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai alat dalam dinamisasi ilmu pengetahuan, dimana manusia (sebagai makhluk yang beradab dan beretika) merupakan subjek utama. Sekali jika kita berbicara masalah manusia maka hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari permasalahan kemasyarakatan. Implikasi nyata jika pendidikan berhasil dalam mengemban tugasnya, yaitu dalam pembentukan karakter manusia, adalah pada kondisi mayarakat yang menjadi progresif menuju perbaikan.</p>
<p>Pendidikan, menurut banyak referensi, pada dasarnya adalah sebuah alat bagi manusia untuk menemukan “jati diri”nya dan merupakan proses pemberian “bekal” kepada seorang manusia dalam menghadapi tantangan di dunia luar sehingga ia dapat mengambil “peran” dengan baik dalam lingkungan perkembangannya. Masalahnya sampai saat ini fungsi pendidikan sangat melenceng jauh dari yang seharusnya. Pendidikan saat ini sangat menjauhkan manusia dari realitanya. Banyak sekali saat ini buku yang mengulas mengenai kegagalan pendidikan dewasa ini di Indonesia. Pendidikan (semestinya) memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan masyarakat dan bangsa dan melalui pendidikan ini pula negara seharusnya mencurahkan lebih besar perhatiannya. Rekontruksi paradigma dan bentuk pendidikan di Indonesia harus segera dilakukan. Rekontruksi ini sendiri disesuaikan dengan masyarakat ideal yang ingin kita bangun.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=18&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/ringkasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rencana Strategis Kebangkitan Bangsa</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/rencana-strategis-kebangkitan-bangsa/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/rencana-strategis-kebangkitan-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 13:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Perumusan kebangkitan bangsa bukanlah hal mudah, namun bukan pula hal yang tidak mungkin. Pelik tapi sederhana, penguraian ratusan benang kusut masalah bangsa. Akan memakan waktu memang, setahun tidak, ratusan tahun mungkin. Namun apalagi alasan keberadaan saya apabila tiap hari saya memikirkan masalah kebangkitan bangsa ini jika bukan untuk mewujudkannya.
 
Dasar-dasar kebangkitan
Syarat dasar: Cara pandang
Kebesaran sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=15&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perumusan kebangkitan bangsa bukanlah hal mudah, namun bukan pula hal yang tidak mungkin. <span>Pelik tapi sederhana, penguraian ratusan benang kusut masalah bangsa. Akan memakan waktu memang, setahun tidak, ratusan tahun mungkin. Namun apalagi alasan keberadaan saya apabila tiap hari saya memikirkan masalah kebangkitan bangsa ini jika bukan untuk mewujudkannya.</span><span id="more-15"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dasar-dasar kebangkitan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Syarat dasar: Cara pandang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kebesaran sebuah bangsa bukanlah terletak dari seberapa banyak kekayaan mereka, seberapa makmur mereka, seberapa stabil ekonomi mereka, seberapa kuat militer mereka, ataupun seberapa maju teknologi mereka. Satu hal mendasarkan yang akan membedakan kebesaran sebuah bangsa adalah seberapa besar sumbangan mereka untuk mewujudkan peradaban manusia yang berdasarkan nilai-nilai ilahiah yang pada dasarnya memang tidak akan pernah terwujud. </span>Nilai-nilai ilahiah tersebut salah satunya misal adalah keadilan. Kenapa nilai-nilai ilahiah? Karena saat kita mendasarkan pada nilai-nilai kebutuhan manusia, maka semua yang ada di dunia ini tidak akan pernah cukup. Karena pada kenyataannya kebutuhan manusia itu sendiri tidak tak terbatas. Namun ada satu batasan yang akan membuat kebutuhan manusia yang tak terbatas itu menjadi sebuah kekuatan yang tidak terbatas juga. Batasan itu adalah saat kita mengubah cara pandang kita terhadap dunia. Dunia ini bukanlah untuk kita, tapi kita lah untuk dunia. Proses perubahan cara pandang akan berakibat besar terhadap pola pemenuhan kebutuhan kita. <span>Karena kebutuhan kita itu sendiri akan berubah. Ternyata kebutuhan itu sendiri menjadi relatif. Saat kita memfokuskan semua hal untuk kepentingan kita maka semua pemenuhan kebutuhan kita tidak akan melebihi kepada kebutuhan-kebutuhan primer. Hal tersebut tidak menjadikan kita berbeda dari makhluk lain. Pertanyaan selanjutnya lalu untuk apa kita dibuat berbeda? Lalu untuk apa kita diberikan akal. Perubahan cara pandang ini secara mendasar mencoba untuk mengangkat kembali nilai-nilai kemanusiaan yang merupakan turunan pertama dari nilai-nilai ilahiah. Nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri akan muncul dari diri seseorang ketika dia mulai mengarah dirinya pada pola tindakan yang berdasarkan kepada kebermanfaatan diri dia untuk sesuatu yang bukan dia. Jadi inilah arti sebenarnya dari istilah kuno bahwa ”musuh terbesar manusia adalah diri mereka sendiri”. Jelas bahwa segala sesuatu yang sifatnya sebagai sebuah alat, seperti ekonomi, militer ataupun teknologi tidaklah akan membawa manusia pada sebuah kondisi dimana nilai-nilai kemanusiaan itu terangkat. Kondisi saat ini cukuplah menjadi sebuah bukti mutlak. Saat ini, dimana nilai-nilai palsu itu menjadi sebuah patokan kemajuan sebuah bangsa, semua negara berbondong-bondong untuk memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Padahal jika kita mengaitkan kehidupan pada hal-hal yang sifatnya material maka nilai-nilai ilahiah dan kemanusiaan tadi akan sangat jauh dari peradaban. Karena jumlah materi di dunia ini selalu tetap, jika ada sebagian manusia yang berusaha untuk mendapatkan lebih maka ada sebagian orang yang kehilangan. Jelas sudah bahwa paradigma yang dibangun oleh dominasi barat ini tidaklah membawa umat manusia pada nilai-nilai yang hakiki yang membawa manusia ke derajat kemanusiaannya. Keterbatasan manusia (jika anda meyakininya) jika dianalogikan maka seperti sebuah bom yang anda pegang dalam mengarungi hidup ini. Banyak sekali tragedi yang terjadi sebagai sebuah wujud ketidakmampuan manusia dalam memahami maksud keterbatasan tersebut. Keterbatasan tersebut menjadikan batasan terhadap pengembangan nilai kemanusiaan. Keterbatasan tersebut adalah perbedaan. Suku, ras, negara, warna kulit dan semua perbedaan lainnya, yang pada dasarnya sama sekali tidak menunjukkan perbedaan pada nilai-nilai dasar kemanusiaan. Perbedaan menjadi malapetaka saat ini. Sehingga muncul teori global village, agar gap perbedaan menjadi sesuatu yang tipis. Namun filosofi dasar dari teori tersebut sangatlah dangkal, jika menyatakan bahwa saat perbedaan hilang secara fisik maka kehidupan manusia menjadi lebih baik. Padahal perbedaan itu akan selalu ada, karena itu merupakan sesuatu yang akan selalu melekat pada kehidupan manusia. Sebenarnya yang harus dihilangkanlah adalah persepsi yang salah mengenai perbedaan itu sendiri. Bangsa yang besar akan melihat perbedaan yang ada di dunia ini sebagai sebuah kesempatan untuk saling memberikan kebermanfaatan diri pada lingkungan luar. Perbedaan itu sendiri yang menjadi pintu gerbang interaksi antar manusia. Jadi apakah seharusnya perbedaan menjadi biang dari malapetaka kehidupan manusia. Sejarah membuktikan demikian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Apa dampak sebenarnya dari perubahan cara pandang ini? Apa kontribusi dari perubahan cara pandang ini terhadap kebangkitan bangsa, bahkan kebangkitan umat manusia? Sederhana, perubahan, karena perubahan akan selalu dimulai dari perubahan cara pandang. Tidak ada tindakan yang akan dilakukan seseorang jika untuk melakukan perubahan jika cara pandang yang dia miliki masih cara pandang yang salah. Karena cara pandang itu yang menjadi batasan bagi kita untuk melakukan segala sesuatu. Semacam menjadi sebuah pemandu kita dalam melakukan sesuatu. Syarat sebuah kebangkitan sebuah bangsa adalah perubahan cara pandang. Indonesia tidak akan merdeka jika tidak ada orang-orang yang meyakinkan bahwa kemerdekaan adalah sebuah keniscayaan dan sebuah keharusan. Maka berbondong-bondonglah orang-orang mempercayai dan memperjuangkan keyakinan itu. Sangat sederhana mungkin, namun disitulah letak kerumitannya karena berkaitan dengan sesuatu yang sangat pribadi dari sisi kemanusiaan yaitu keyakinan. Saat ini keyakinan itu sendiri sedang diporak-porandakan oleh pola-pola pengembangan paham-paham materialisme yang menempatkan nilai-nilai yang salah pada keyakinan manusia. Syarat awal dari kebangkitan bangsa, sebuah gerakan menuju perubahan kehidupan manusia yang lebih baik, adalah dengan mencari, mengumpulkan, dan membentuk orang-orang yang saat ini memiliki cara pandang yang dapat memberikan masukan pada pola gerakan dan gerakan itu sendiri. Mereka-mereka ini akan muncul sebagai produk ketidaknormalan sistem yang berkuasa saat ini, namun satu hal yang perlu dicatat bahwa mereka-mereka ini tidak mencoba membuat sistem lain, sistem tandingan yang baru. Karena pada dasarnya sistem itu sendiri adalah sebuah pendekatan manusia sebagai sebuah wujud keterbatasan manusia dalam menyelesaikan masalah. Sehingga sistem tidak lebih menjadi sebuah <em>tools</em> saja bagi mereka. Semua alat memiliki nilai keuntungan dan kerugiaannya masing-masing. Mereka-mereka ini hanya akan mewarnai kehidupan manusia saat ini dengan pola dan cara pandang yang berbeda, sehingga di sistem manapun mereka berada akan mengarahkan sistem tersebut ke pengembangan sejarah manusia menuju peradaban yang lebih hakiki. <span> </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dimana mereka-mereka dan Siapa mereka-mereka itu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Menurut Anda, bagaimanakah wujud dari dunia kita ini nanti? Coba saya tebak, tidak akan banyak berubah? Tepat sekali! Kenapa? Karena dunia ini akan berubah jika manusia itu sendiri berubah atau manusia menghilang di atas permukaan bumi ini. Berubah seperti apa? Berubah menjadi manusia! Itulah jawaban dari semua kekacauan yang terjadi saat ini. Manusia harus menjadi manusia. Pertanyaan selanjutnya, manusia seperti apa yang ada saat ini? Bagi saya ada beberapa komponen yang membangun karakter manusia, pertama adalah kebutuhan, kemampuan, dan kemanusiaan.<span> </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=15&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/rencana-strategis-kebangkitan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>