Menuju Indonesia Bangkit

The Dumb Society

Posted in Teknologi by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

“Penjajahan belum berakhir…”

Saat ini saya benar-benar merasa sendiri, terasing, teralienasi dari sistem masyarakat yang ada. Pertama kali saya merasa bahwa sayalah yang salah, bahwa sayalah yang harus mengikuti ke mana komunitas ini bergerak. Namun semakin lama saya semakin tidak kuasa untuk mengikuti cara masyarakat ini untuk berpikir dan bertindak. Saya merasa benar-benar berbeda. Sejak awal saya merasa ada yang salah dalam kehidupan masyarakat ini, di Indonesia. Ternyata saya salah, hal ini hampir terjadi di semua belahan dunia. Di mana masyarakat menjadi masyarakat yang tipikal, hampir mirip. Ada beberapa karakter yang muncul pada individu yang terdapat pada masyarakat ini. Yaitu tidak terbuka, tidak logis, dan tidak memiliki integritas. Pertama kali saya tidak mengerti mengapa ketiga karakter ini bisa menghinggapi hampir semua manusia di belahan dunia. Apakah ini hanya kebetulan semata atau memang tidak ada yang namanya kebetulan. (more…)

Saya Ingin Menjadi Anak Kecil……

Posted in Teknologi by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

Anda mungkin pernah kewalahan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seorang anak kecil. Terlihat rasa keingintahuan yang begitu besar dari sorot matanya (yang mungkin sorot mata ini Anda jarang lihat pada orang dewasa). Itulah sifat dasar pada semua anak kecil. Pertumbuhan yang luar biasa memang terjadi saat fase ini. Dari tidak bisa berjalan kemudian bisa dan dari tidak bisa berbicara kemudian bisa. Namun semakin dewasa sifat dasar tersebut rasanya semakin hilang. Kita lebih jarang untuk mempertanyakan sesuatu saat kita semakin dewasa. Kenapa? Penulis akan memberikan sebuah contoh. Pada suatu pagi di ruang tengah sebuah rumah seorang anak kecil (kira-kira berumur 6 tahun) sedang duduk di sofa dan ibunya sedang memegang gelas. Kemudian datang ayahnya dari balik pintu setelah itu ayahnya tersebut berjalan dengan santai menuju dinding kemudian langit-langit (seperti yang Spiderman sering lakukan). Bagaimanakah reaksi anak dan istrinya itu? (more…)

Pusat Inkubator Ide dan Kreativitas Mahasiswa ITB

Posted in Teknologi by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

”masa depan adalah mimpi, dan mimpi adalah masa depan…”

Proses rekayasa struktur masa depan bukanlah suatu proses yang secara ilmiah tidak dapat direpresentasikan dalam variabel-variabel yang dapat dipertanggungjawab. Lebih dari itu, proses ini adalah sebuah keniscayaan, walaupun memiliki variabel tak tentu dan tentu saja hasil acak yang sulit untuk diprediksikan. Tapi secara empiris proses rekayasa ini adalah hal yang mungkin dilakukan oleh beberapa pihak, yang tentu saja sangat meyakini bahwa masa depan adalah proses akumulasi pengaruh masa lampau. Bagi mereka yang memiliki gambaran struktur masa depan yang didasarkan pada beberapa hal yang fundamental sebagai koridor tentu saja dapat dengan sederhana membuat langkah strategis dengan jelas sehingga proses rumit untuk mencapai sebuah hasil akumulasi pembentukan struktur masa depan yang mereka ingin menjadi proses yang mudah. Koridor yang diyakini oleh mereka yang mampu meramalkan bentuk masa depan, adalah karakteristik pola sejarah manusia dan tentu saja hal tersebut berkaitan dengan manusia itu sendiri. (more…)

teuing ah….(ga tau ah)

Posted in Teknologi by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

Saat ini sepertinya warga ITB terlalu mengurusi masalah internal saja, tanpa pernah memperhatikan posisi, peran dan tanggung jawab kita di masyarakat dan bangsa. Saat ini, saat begitu banyak perubahan, sepertinya agak sulit untuk melawan perubahan itu. Yang terbaik adalah kitalah yang jadi sutradara dibalik perubahan itu, sehingga perubahan yang ada sesuai dengan yang kita inginkan. Bukan malah seolah-olah menganggap bahwa perubahan itu sesuatu yang jahat dan salah, perubahan itu hanya sekedar perubahan tidak lebih dan tidak kurang, yang paling penting kemanakah perubahan itu akan kita bawa (kitalah yang menjadi subjek). Dan saat ini bukan lagi waktunya untuk mengenang masa heroik mahasiswa dulu, itu hanyalah romantisme kosong. Saat ini adalah saatnya kita, dengan semangat, jiwa, dan pemikiran yang kekinian, mulailah memandang diri kita dengan kacamata zaman yang ada. Mulailah membuat sistem yang mandiri, dalam artian mahasiswa adalah manusia dewasa, sehingga mempunyai hak hidup sepenuhnya atas diri mereka. (more…)

30 Juli 2005, kamar kotor

Posted in Teknologi by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

Saya sudah sangat lelah untuk menjalani hidup ini, kenapa Yang Di Atas membuat kondisi kehidupan itu seperti saat ini. Aneh sekali, sangat berat untuk dijalani. Hidup seolah-olah memaksa saya untuk menjadi seorang bajingan, memaksa saya untuk melepas semua prinsip dan idealisme yang selama ini saya pegang. Katanya kita tidak akan bisa hidup jika masih memegang prinsip dan idealisme. Dan sampai detik ini saya merasa tidak lebih baik dari sampah, teronggok di sudut sepi, terasing dan menyebarkan bau tak sedap. Bangsat !!! Kenapa rasanya terlalu banyak pertanyaan dalam otak saya. Kenapa rasanya terlalu banyak masalah dalam otak saya. Sedangkan jawabannya susah sekali untuk didapatkan. Rasanya tidak adil semua ini. (more…)

Gerakan Menuju Indonesia Perubahan

Posted in Teknologi by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

Preface

“Perubahan adalah keniscayaan yang menyertai kemanusiaan”

(kata-kata bijak Si Embé)

Percaya akan arti keberadaan perubahan dengan segenap entitas dan dinamikanya, menjanjikan sebuah kehidupan yang penuh dengan progresivitas. Sebuah kehidupan yang hidup. Selama ini (ternyata) masih banyak orang yang belum menyadari bahwa perubahan adalah suatu keharusan, sesuatu yang selalu melekat pada diri manusia semenjak lahir. Melalui proses inilah seseorang akan mencapai kondisi kekinian mereka. Dan yang paling penting untuk diingat bahwa perubahan yang terjadi selalu meminta pengorbanan, besar ataupun kecil. Gerakan Menuju Indonesia Perubahan bukanlah suatu gerakan mapan paradoksial, namun lebih mirip sebuah gerakan anti kemapanan yang berusaha lebih dekat dengan realitas. (more…)

30 Juli 2005, kamar kotor

Posted in Teknologi by Iwa Kartiwa on April 12, 2008

Anjing !!! Bangsat !!! Jahanam !!! Perasaan gue lagi gak enak nih, soalnya kemaren ngalamin kejadian yang nginjak-nginjak harga diri gue, nginjak-nginjak harga diri ampe mau mati. Gini ceritanya, pas gue lagi di angkot ada tiga orang baru naik, satu orang jepang dua orang Indonesia, kayaknya mereka itu guru tempat les bahasa asing deh. Pertama kali sih mereka ngobrol pake bahasa Indonesia, cuman Si Jepang agak susah ngelafalinnya, jadi akhirnya mereka ngobrol pake bahasa Jepang. Yang bikin gue marah adalah dua orang Indonesia yang sok pamer ngomong bahasa Jepang. Bukannya gue marah tanpa alasan. Sikap mereka tuh kayaknya bangga bisa bahasa Jepang, orang Indonesia lain yang ada di angkot cuman bisa mesem-mesem doang, plintat-plintut gak ngerti apa-apa. (more…)