<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menuju Indonesia Bangkit &#187; Teknologi</title>
	<atom:link href="http://otakkurusak.wordpress.com/category/teknologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://otakkurusak.wordpress.com</link>
	<description>mimpi hari ini...kenyataan esok hari...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2009 15:16:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='otakkurusak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/26cbb5acb542d791c93eff359edfe9c4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Menuju Indonesia Bangkit &#187; Teknologi</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://otakkurusak.wordpress.com/osd.xml" title="Menuju Indonesia Bangkit" />
		<item>
		<title>The Dumb Society</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/the-dumb-society/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/the-dumb-society/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 13:50:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[“Penjajahan belum berakhir…”

Saat ini saya benar-benar merasa sendiri, terasing, teralienasi dari sistem masyarakat yang ada. Pertama kali saya merasa bahwa sayalah yang salah, bahwa sayalah yang harus mengikuti ke mana komunitas ini bergerak. Namun semakin lama saya semakin tidak kuasa untuk mengikuti cara masyarakat ini untuk berpikir dan bertindak. Saya merasa benar-benar berbeda. Sejak awal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=17&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>“Penjajahan belum berakhir…”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Saat ini saya benar-benar merasa sendiri, terasing, teralienasi dari sistem masyarakat yang ada. Pertama kali saya merasa bahwa sayalah yang salah, bahwa sayalah yang harus mengikuti ke mana komunitas ini bergerak. Namun semakin lama saya semakin tidak kuasa untuk mengikuti cara masyarakat ini untuk berpikir dan bertindak. Saya merasa benar-benar berbeda. Sejak awal saya merasa ada yang salah dalam kehidupan masyarakat ini, di Indonesia. Ternyata saya salah, hal ini hampir terjadi di semua belahan dunia. Di mana masyarakat menjadi masyarakat yang tipikal, hampir mirip. Ada beberapa karakter yang muncul pada individu yang terdapat pada masyarakat ini. Yaitu tidak terbuka, tidak logis, dan tidak memiliki integritas. Pertama kali saya tidak mengerti mengapa ketiga karakter ini bisa menghinggapi hampir semua manusia di belahan dunia. Apakah ini hanya kebetulan semata atau memang tidak ada yang namanya kebetulan. </span><span id="more-17"></span><span>Sebelum kita membahas apa yang sedang terjadi sebenarnya. Saya ingin mengajak semua untuk membuka mata melihat kenyataan yang terjadi pada sejarah umat manusia dimana polanya hampir sama. Ada tiga pola utama yang terlihat, pertama adalah adanya pembentukan hegemoni, yang kedua adalah adanya perebutan hegemoni, dan yang terakhir pertahankan hegemoni. Ketiga pola ini terus menerus berulang. Anda akan langsung berpikir bahwa itu adalah benar dengan melihat sejarah peperangan antar umat manusia yang kunjung selesai sampai saat ini. Tapi dengan perkembangan zaman saat ini apakah menurut Anda pola hegemoni ini akan tetap seperti itu? Ya tapi dengan cara yang lebih modern. Bagaimanakah caranya? Bukan hanya dengan peperangan karena itu hanya sebagian kecil dari pola lain yang sesungguhnya jauh lebih efektif untuk mendapatkan hegemoni. Ada empat bidang yang digunakan saat ini untuk mendapatkan hegemoni, yaitu pendidikan, media, ekonomi dan politik. Keempat bidang tersebut dikelola sedemikian rupa untuk membentuk perilaku masyarakat yang dibutuhkan oleh pihak yang ingin mendapatkan hegemoni. Percaya atau tidak, hal ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. Untuk saat ini kita akan menyebut pihak yang sedang memegang hegemoni ini dengan sebutan ”mereka”, sedangkan untuk keseluruhan aktivitas dan infrastruktur yang mereka miliki dengan ”sistem”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pendidikan merupakan pion utama dalam strategi ”mereka” untuk membentuk masyarakat khusus yang sesuai dengan ”sistem” yang ingin mereka bentuk. Masyarakat yang ingin mereka bentuk adalah masyarakat yang efektif dan efisien dalam keseluruhan aktivitas yang akan dilakukan oleh ”sistem” ini. Dengan metode tertentu mereka memaksakan agar sistem pendidikan menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Ada beberapa ciri dari sistem pendidikan ini yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Berorientasi      pada pasar</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>Produk pendidikan dibentuk disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Dimana pasar itu sendiri diatur oleh ”mereka”. Sehingga pada dasarnya produk pendidikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan ”mereka”. Hal ini dapat kita lihat dari parameter-parameter yang digunakan dalam proses belajar, dimana keseluruhannya hampir tidak sesuai dengan makna dan filosofi pendidikan itu sendiri. Kita bisa lihat perguruan tinggi kita berlomba-lomba untuk meningkatkan diri dalam mencapai parameter-parameter itu sehingga bisa disejajarkan secara internasional. </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Tidak      membebaskan </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>Proses pendidikan memang tidak ditujukan untuk membebaskan manusia dari kungkungan ketidaktahuan dan ketidaksadaran. Proses pendidikan malah diarahkan agar manusia tetap berada di zona ketidaktahuan dan ketiaksadaran dirinya sebagai manusia. Karena jika pendidikan ini diarahkan pada proses pembebasan maka ”sistem” yang ada akan menjadi tidak efektif dan efisien sebagai alat hegemoni. Sehingga yang penting dari proses pendidikan hanyalah parameter kepintaran yang direpresentasikan melalui proses penilaian yang kaku. </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Tidak      mencerdaskan</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>Proses pendidikan memang tidak diarahkan untuk mencerdaskan kehidupan seorang manusia. Karena semakin cerdas seorang manusia maka dia dengan sendirinya akan terus mempertanyakan keadaan dan dengan segera dia akan mengetahui bahwa saat ini mereka berada di dalam ”sistem” yang menjerat hampir sebagian besar umat manusia. Saat bisa kita lihat bahwa pada dasarnya menjadi cerdas itu bukanlah pilihan, tapi menjadi sebuah keanehan.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Strategi kedua adalah melalui media. Media (televisi, media cetak, internet) digunakan sebagai alat untuk menguatkan ”sistem” agar apapun yang terjadi keberadaan sistem ini akan menjadi sesuatu yang alami untuk terjadi. Namun apapun yang terjadi pada kehidupan ini pada dasarnya mengikuti hukum sebab-akibat. Ada beberapa fungsi dari media sehingga keberadaan dapat memperkuat ”sistem” yang ”mereka” buat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Media      sebagai pembentuk opini </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>Media digunakan sebagai senjata dalam perang pemikiran. Nilai benar dan salah dapat ”mereka” tentukan sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga pada akhirnya reaksi masyarakat pun dapat mereka kontrol melalui media ini. </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Media      sebagai pembentuk kebudayaan </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>Media digunakan untuk menciptakan kebudayaan baru, dimana masyarakat akan dengan sangat mudah mengikutinya tanpa mereka sadari. Dimana kebudayaan ini sendiri diarahkan dengan sangat teliti agar keberadaannya akan memperkuat ”sistem” yang ada.<span> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Media      sebagai pembentuk perspektif</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>Hal yang paling berbahaya yang dapat dilakukan media adalah mengubah perspektif seseorang dalam memahami kehidupan ini sehingga pada akhirnya dapat mengubah perilaku dan karakter setiap individu yang terpengaruh. Perspektif merupakan koridor bagi seorang manusia dalam menjalani kehidupan mereka. Bagaimana akibatnya jika perspektif itu sendiri adalah hasil bentukan yang disengaja. Sehingga pada akhirnya akan tercipta suatu masyarakat yang secara mental homogen antara satu sama lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Setelah masyarakat yang dibutuhkan telah tercipta melalui dua senjata utama yaitu pendidikan dan media, maka selanjutnya yang akan menjadi kartu utama dari pembentukan ”sistem” ini adalah ekonomi. Karena melalui ekonomi inilah ”mereka” mampu mengontrol kebijakan-kebijakan yang ada hampir di semua belahan dunia. Dengan menguasai kebijakan pasar global maka mereka mampu untuk mengarahkan semua negara untuk membuat kebijakan sesuai dengan yang mereka inginkan. Apakah menurut Anda kebijakan pasar itu ada hanya karena ada interaksi yang acak. Naif sekali rasanya jika kita katakan bahwa pola kebijakan pasar itu tidak memihak. Dimana saat ini banyak sekali pemahaman-pemahaman baru yang diterapkan oleh ”mereka” sebagai senjata baru agar kekuatan ekonomi mereka semakin besar. Salah satunya adalah globalisasi. Namun jangan salah sangka dulu, dengan mengasumsikan bahwa saya berpihak pada suatu kepentingan. Anda harus mengerti bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini sama sekali tidak ada yang bebas nilai. Karena ada kita, manusia, yang memberikan nilai pada sesuatu yang ada sekitar kita. Jadi semua hal yang ada di dunia ini memiliki nilai, dan nilai tersebut yang saya namakan dengan kepentingan (baik yang sifatnya individu ataupun kolektif). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Selanjutnya ”mereka” gunakan kekuatan ekonomi mereka untuk mempengaruhi kehidupan politik di banyak negara. Sangat sederhana bukan, bagaimana kebijakan-kebijakan yang ada akan selalu memihak ”mereka”. Seperti layaknya Indonesia yang bagi saya tidak memiliki kebebasan politik sama sekali. Bagaimana hampir semua kebijakan Indonesia harus dirancang dengan banyak sekali pertimbangan luar yang sebenarnya tidak masuk akal untuk kita jadikan referensi, salah satunya hutang. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Jadi sistem pendidikan, media, ekonomi dan politik itu sendiri ada karena ada kepentingan. Dan yang harus Anda tanyakan adalah: Apakah ketiganya itu ada untuk kepentingan yang baik?. Silahkan Anda bercermin dari kenyataan saat ini, yang paling mudah adalah dengan melihat Indonesia. Indonesia, bagi saya adalah model keberhasilan dari ”sistem” ini dimana baik rakyat dan pemerintahannya sendiri tidak mampu dan sadar untuk membuat kebijakan sendiri tanpa terpengaruh oleh kondisi pasar. Karena apa, karena kita adalah pasar itu sendiri dimana kebijakan diatur oleh ”mereka” melalui banyak mekanisme yang tidak kita sadari. Dan melalui ketiganya (pendidikan, media, dan ekonomi) ”mereka” mencoba mengaburkan keberadaan ”sistem”. Umat manusia dibuat tidak sadar bahwa sebenarnya mereka mampu untuk melihat kehidupan ini dengan penglihatan yang sesungguhnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Selama saya banyak melakukan perjalanan ke beberapa kota di Indonesia dan berinteraksi dengan masyarakat saya merasakan bahwa masyarakat Indonesia telah mengidap suatu penyakit mental yang hampir serupa seperti yang telah saya sebutkan di awal. Hal ini memang belum saya buktikan secara ilmiah, dimana keilmiahan bagi saya adalah bukti kebenaran dari ucapan saya. Namun Anda akan dapat melihat apa yang saya jelaskan ini adalah sebuah kebenaran ataupun bukan.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Masyarakat apa yang sebenarnya ingin ”mereka” ciptakan? Apa saja ciri dari masyarakat yang sesuai dengan ”sistem” yang ”mereka” buat? Saya akan menjelaskan bahwa pada dasarnya sebuah sistem memerlukan karakter-karakter khusus masyarakat yang dibutuhkan agar sistem tersebut dapat langgeng secara efektif dan efisien. Saya akan memberikan contoh dalam level mikro dan makro. Dalam sebuah perusahaan, para direksi membuat seperangkat peraturan dan tata cara agar karyawannya berperilaku sesuai dengan yang mereka inginkan, biasanya (hampir semua) atas nama keuntungan. Pada level yang lebih tinggi lagi, pada sebuah negara para pemimpinnya membuat seperangkat undang-undang dan ideologi sebagai alat yang mereka gunakan sebagai alat untuk membentuk masyarakatnya sesuai dengan sistem yang pemimpinnya bentuk. Dari sudut pandang tertentu memang tidak salah, karena itu adalah hal yang harus dan semestinya terjadi. Tetapi itu menjadi salah jika tidak mendasarkan diri pada asas kemanusiaan. Dan apakah Anda tidak bertanya-tanya apakah dunia inipun dikelola dengan cara yang sama seperti kedua contoh diatas. Dan itulah ”sistem” yang ”mereka” buat. Dibawah tiga ciri dari masyarakat yang ingin mereka bentuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Tidak      terbuka</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>Dengan ketidakterbukaan dalam masyarakat ”mereka” mampu untuk menciptakan sekat-sekat perbedaan menjadi permasalahan, dimana bagi mereka permasalahan itu bisa menjadi keuntungan. Dimana tribalisme menjadi salah satu agenda utama mereka. Anda akan dibuat semakin tidak berdaya. </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Tidak      cerdas </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>Logika Anda tidak berjalan, mereka akan membuat Anda berpikir bahwa kehidupan ini berjalan secara alami seperti yang terjadi saat ini. Anda tidak akan berpikir bahwa semua ini ternyata telah diatur sedemikian rupa. Anda dijejali khayalan-khayalan yang akan membuat Anda sulit untuk membeda mana sebenarnya yang merupakan kenyataan. </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Tidak      memiliki integritas</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>Karena ”mereka” tidak memerlukan integritas. Integritas bagi mereka akan sangat berbahaya jika dimiliki oleh oleh orang-orang yang berpengaruh. Akan berbahaya jika integritas ini dimiliki oleh mereka yang cerdas sekaligus terbuka, maka dengan mudah mereka mampu melihat apa sebenarnya yang menjadi sebab semua kekacauan yang terjadi saat ini dan dengan mudah juga mereka menginspirasi orang lain untuk berpikir hal yang sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Bagi ”mereka” masyarakat yang tidak terbuka, tidak cerdas, dan tidak memiliki integritas adalah masyarakat yang cocok untuk melanggengkan sistem mereka. Sama hal seperti Indonesia, dimana saat ini kepercayaan itu menjadi hal yang sangat sulit untuk ditemukan dan integritas menjadi barang langka, sekalipun pada jajaran pemimpin-pemimpin kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Saya ingin coba buktikan apakah sistem yang ingin mereka buat itu didasarkan pada nilai kemanusiaan atau tidak. Dan saya pun ingin menantang Anda untuk membuktikan hal tersebut. Karena disanalah letak kesadaran yang ingin saya bangun, bahwa Anda menyadari bahwa Anda berada dalam sebuah sistem besar yang mengarahkan Anda setiap harinya untuk berperilaku yang mungkin Anda sendiri tidak sadari. Bagi saya sistem seperti itu adalah sistem yang telah mencabut nilai kemanusiaan itu sendiri, dan apakah kemudian saya sanggup untuk berbohong bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi, semua baik-baik saja, dan berkata bahwa semua kenyataan ini adalah kebetulan saja, atau dengan pasrah bilang bahwa ini sudah menjadi suratan takdir. Pada level tertentu saya yakin bahwa ini masih pada level kemampuan manusia, sehingga terlalu naïf jika kita bilang bahwa keadaan Indonesia saat ini adalah azab atau ujian dari Tuhan semata. Saya semata-mata ingin memberikan gambaran utuh dari kejadian besar yang menimpa Indonesia dan negara-negara lain yang dalam hal ini ternyata tidak terjadi begitu saja. Bahwa semua ini memang terjadi atas kepentingan-kepentingan tertentu. Saya tidak berkata ini adalah sebuah konspirasi internasional, tetapi saya ingin menyadarkan Anda untuk membuka mata dan melihat bahwa kepentingan-kepentingan itu ada, dan hal tersebut ”mereka” representasikan dalam sebuah ”sistem”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Apa sebenarnya kepentingan-kepentingan ”mereka” itu, sehingga secara kolektif membentuk gerakan bawah tanah. Inilah yang paling sulit saya definisikan, karena yang paling tahu apa tujuan sebenarnya adalah ”mereka” sendiri. Namun secara ekplisit saya katakan bahwa tujuan mereka itu sendiri adalah hegemoni itu sendiri. Apa yang ingin mereka dapatkan dari hegemoni tersebutlah yag seharusnya dipertanyakan. Sekarang adalah saatnya mempertanyakan siapa ”mereka” dan bagaimana ”sistem” ini ”mereka” jalankan. Agar kita mengerti siapa ”mereka” dan ”sistem” nya kita harus coba mengerti bagaimana pola sejarah itu terbentuk. Kita coba lihat satu dekade ke belakang, coba kita urutkan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada skala internasional yang ikut merubah perspektif zaman. Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi, pertama adalah perang dunia satu, yang kedua adalah perang dunia dua, dan selanjutnya peperangan yang terjadi di daerah timur tengah dan sekitarnya. Dari ketiga kejadian tersebut ada beberapa aspek yang kemudian terjadi setelah peperangan tersebut. Yaitu bagaimana mereka mulai meletakkan fondasi-fondasi agar sistem mereka menjadi kuat. Dan yang pertama kali mereka lakukan adalah dengan menyusun kekuatan ekonomi mereka, yaitu mengembangkan sistem pasar global dimana hanya ada satu mata uang yang mampu mempengaruhi sistem perekonomian. Apakah Anda berpikir bahwa keberadaan mata uang yang dominan, yaitu dolar amerika, hanyalah sebuah kebetulan. Kita bisa lihat beberapa peristiwa ekonomi yang mampu diciptakan hanya dengan menggunakan keberadaan mata uang tersebut, yang paling kita rasakan adalah krisis moneter tahun 1997. Fondasi ekonomi tidak hanya sampai disana, ”mereka”lah juga yang memiliki kemampuan untuk mencetak mata uang tersebut. Dari kemampuan untuk mencetak mata uang tersebutlah mereka mampu untuk menciptakan inflasi dan meningkatkan suku bunga. Hal ini sangat ilmiah, matematis dan sistematis untuk dapat dilakukan. Sebelum mereka mencoba untuk membuat sistem ini sehingga dapat mempengaruhi banyak negara secara global, mereka mencoba dahulu di negara mata uang ini berasal. Dan hal ini dimulai semenjak terjadinya kepanikan massa di tahun 1907, dimana banyak bank yang bangkrut dan gulung tikar. Sehingga setelah itu di Amerika muncul banyak pengangguran dan permasalahan sosial lainnya. Apakah Anda melihat kemiripan pola dengan krisis moneter di Indonesia? Strategi ini berhasil, sekarang adalah bagaimana caranya agar hegemoni mereka semakin bertambah. Salah satu cara yang paling mudah adalah perang. Karena dengan adanya perang kebutuhan akan mata uang akan semakin bertambah, dengan kebijakan yang ada ”mereka” akan senang hati hati untuk mencetak mata uang semakin banyak. Hal ini berarti pinjaman semakin banyak dan hutang semakin banyak pula. Anda akan melihat bahwa pada satu dekade terakhir ini, terlihat bahwa Amerika dan sekutu selalu terlibat pada semua peperangan yang terjadi. Apakah Anda sebut itu sebagai kebetulan lagi? Apakah Anda mengetahui bahwa Indonesia pun dikuasai dengan mudah hanya dengan semudah ”mereka” memberikan hutang. Itulah strategi mereka selanjutnya untuk menguasai negara-negara lainnya yaitu dengan menyediakan peminjaman uang kepada negara-negara yang membutuhkan, yang berarti negara-negara tersebut memang dikondisikan tidak akan sanggup untuk membayar kembali. Mengapa? Sederhana, karena selain mereka memberikan pinjaman, merekapun yang mengatur kebijakan perekonomian global. Sehingga wajar jika kemudian yang dilakukan negara-negara tersebut adalah meminjam kembali. Semakin mirip saja dengan Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Isu-isu internasional mereka gulirkan demi langgengnya sistem ini, diantara yaitu kapitalisme, globalisasi, demokrasi, global warming, terorisme, moneter, modernisasi, hedonisme, global village dan lain-lain. Hal ini diciptakan untuk menunjang ”sistem”. Apakah Anda berpikir komunisme dihabisi karena mereka berbahaya bagi kita? Bukan itu, tapi karena sistem komunisme tidak sesuai dengan ”sistem”, komunisme dapat mengancam dan menghalangi penyebaran pengaruh ”sistem”. Apakah Anda berpikir tayangan di televisi ada karena Anda dan masyarakat menginginkannya? Apakah Anda berpikir informasi yang Anda dan masyarakat terima adalah sebuah kebenaran? Bisa kita lihat saat ini dimana, setiap manusia disibukkan oleh agenda-agenda yang sama sekali tidak esensial. Kemanakah sisi esensial kemanusiaan yang kita miliki? ”Mereka” tidak menginginkan Anda memilikinya, karena jika Anda memilikinya itu hanya akan menghambat ”sistem” dan itu harus disingkirkan, seperti mereka menyingkirkan Soekarno dan tokoh-tokoh lain di dunia ini. Apa sebenarnya yang mereka inginkan? Yang jelas bukan ingin meningkatkan sisi kemanusiaan manusia, yang selama ini banyak diperjuangkan oleh banyak tokoh dunia. Bagi ”mereka” biarlah itu menjadi dongeng tidur anak-anak kita yang walaupun anak kita tumbuh seperti tokoh itu mereka tetap tidak menyadari kenapa dunia berjalan seperti sekarang ini. Pada kenyataannya anak-anak kita tumbuh dalam budaya postmodernisme yang mulai mengesampingkan akal budi. Sudah banyak korban yang berjatuhan akibat ulah ”mereka”. Apakah mereka ingin berdalih bahwa merekalah sang penyelamat dunia, dengan demikian sangat mudah bagi mereka untuk mengontrol populasi dunia. Apakah ”mereka” mau menghantarkan kita pada dunia yang lebih baik dengan cara yang kita lihat saat ini. Apakah ”mereka” lihat bahwa ada beberapa hal yang tidak baik untuk dibiarkan hidup di dunia ini sehingga perlu untuk ”mereka” lenyapkan. Apa yang ”mereka” lakukan sudah melebih batas kewajaran. Saya jadi bertanya saat ini, apakah sebenarnya ”mereka” ingin menjadi Tuhan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Ini waktunya kita revolusi, waktunya kita membuka semua penglihatan warga dunia. Bahwa ada sekelompok orang yang berusaha untuk merendahkan keberadan kemanusiaan dengan mengolok-olok, memanipulasi, merekayasa bahkan melenyapkan kita (entah dengan sengaja atau tidak dengan semua kejadiannya). Hidup bukanlah mengenai hegemoni. Hidup adalah mengenai mengerti siapa kita dan munculkan semua diri kita ada dunia. Apa artinya hidup jika kita tidak lagi merdeka dan bebas untuk memilih. Anda harus segera sadar bahwa semua ini bisa berakhir, bahwa semua ini bisa kita selesaikan. Caranya sangatlah mudah, sadari segera kalau Anda manusia, dan sadari segera bahwa kondisi ini bukanlah kondisi ideal yang diri kita, manusia, inginkan, sadari segera bahwa kita mampu untuk merubah kondisi ini, sadari bahwa nilai kemanusiaan kita harus segera kita rebut. Tidak satupun manusia yang berhak untuk menentukan bagaimana kita harus hidup, bagaimana kita harus bertindak. Saya yakin bahwa inilah musuh kita sebenarnya, dimana selama ini kita selalu disibukan oleh kehidupan sehari-hari yang jauh dari sisi kemanusiaan. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=17&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/the-dumb-society/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya Ingin Menjadi Anak Kecil&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/saya-ingin-menjadi-anak-kecil/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/saya-ingin-menjadi-anak-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 13:46:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Anda mungkin pernah kewalahan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seorang anak kecil. Terlihat rasa keingintahuan yang begitu besar dari sorot matanya (yang mungkin sorot mata ini Anda jarang lihat pada orang dewasa). Itulah sifat dasar pada semua anak kecil. Pertumbuhan yang luar biasa memang terjadi saat fase ini. Dari tidak bisa berjalan kemudian bisa dan dari tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=16&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Anda mungkin pernah kewalahan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seorang anak kecil. Terlihat rasa keingintahuan yang begitu besar dari sorot matanya (yang mungkin sorot mata ini Anda jarang lihat pada orang dewasa). Itulah sifat dasar pada semua anak kecil. Pertumbuhan yang luar biasa memang terjadi saat fase ini. Dari tidak bisa berjalan kemudian bisa dan dari tidak bisa berbicara kemudian bisa. Namun semakin dewasa sifat dasar tersebut rasanya semakin hilang. Kita lebih jarang untuk mempertanyakan sesuatu saat kita semakin dewasa. Kenapa? Penulis akan memberikan sebuah contoh. Pada suatu pagi di ruang tengah sebuah rumah seorang anak kecil (kira-kira berumur 6 tahun) sedang duduk di sofa dan<span> </span>ibunya sedang memegang gelas. Kemudian datang ayahnya dari balik pintu setelah itu ayahnya tersebut berjalan dengan santai menuju dinding kemudian langit-langit (seperti yang Spiderman sering lakukan). Bagaimanakah reaksi anak dan istrinya itu?<span id="more-16"></span> Penulis sangat yakin bahwa istrinya akan pingsan atau menjerit atau menjatuhkan gelas yang dipegang dengan mulut menganga. Tetapi tidak dengan anak kecil tersebut. Kenapa seperti itu? Itu karena semakin kita dewasa kita semakin terbiasa dengan semua yang ada (seperti kita terbiasa dengan gravitasi di bumi, sehingga kita tak pernah merasakan keberadaannya), semakin merasa paham dan mengerti dengan semua proses yang berjalan (seperti mengerti jika ingin hidup maka harus makan, tanpa harus mempertanyakan kenapa), menganggap bahwa semua yang berlaku dalam hidup adalah suatu kewajaran (matahari itu panas adalah wajar, langit itu biru adalah wajar, bumi itu bundar adalah wajar). Sehingga jika ada sesuatu yang di luar itu maka kita (orang dewasa) akan terkejut.<span> </span>Oleh karena itu orang dewasa lebih jarang untuk mempertanyakan sesuatu dibandingkan anak kecil. Anak kecil menganggap bahwa semua hal adalah luar biasa. semua hal adalah baru bagi mereka. Dalam hal ini saya tidak bermaksud untuk memojokkan orang dewasa (penulis pun termasuk di dalamnya), tetapi ingin lebih memberikan gambaran bahwa kehidupan ini tidak sesederhana yang Anda pikirkan namun tidak serumit juga yang Anda bayangkan. Mari kita ambil sifat yang baik dari seorang anak kecil, yang tidak pernah puas dengan segala sesuatu dalam kehidupan ini. Anak kecil saja berani untuk mempertanyakan sesuatu hal (walaupun kadang-kadang kita anggap tidak penting) masa kita sebagai orang dewasa tidak berani. Anda tidak akan rugi, Anda hanya akan mendapatkan sebuah jawaban dari pertanyaan Anda (ataukah orang dewasa berpikir jika jawaban adalah sebuah kerugian). Ataukah orang-orang dewasa itu takut untuk mengetahui kenyataan dan kebenaran tentang sesuatu. Atau mungkin sudah tidak peduli lagi dengan semua hal yang terjadi di sekitarnya. Atau malah merasa sudah tidak perlu untuk tahu. Sebenarnya dengan Anda berhenti bertanya tentang kehidupan ini berarti Anda berhenti untuk mencari tujuan keberadaan Anda hidup. Dan menurut saya itu sama saja dengan Anda memutuskan untuk berhenti hidup. Seorang manusia adalah makhluk pembelajar dimana idealnya senantiasa mempertanyakan segala sesuatu demi mendapatkan pengetahuan yang dia gunakan untuk mencari dan menggapai tujuan hidupnya. Anda harus yakin bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah sesuatu yang luar biasa. Dan dengan kita menganggap bahwa segala sesuatu luar biasa kita akan lebih menghargai hal-hal tersebut. Dan yakinlah saat Anda menghargai sesuatu dalam kehidupan maka Anda akan mendapatkan sesuatu dari hal tersebut.<span> </span><span> </span>Wallahualam bishawab.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=16&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/saya-ingin-menjadi-anak-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pusat Inkubator Ide dan Kreativitas Mahasiswa ITB</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/pusat-inkubator-ide-dan-kreativitas-mahasiswa-itb/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/pusat-inkubator-ide-dan-kreativitas-mahasiswa-itb/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 13:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[”masa depan adalah mimpi, dan mimpi adalah masa depan&#8230;”
 
Proses rekayasa struktur masa depan bukanlah suatu proses yang secara ilmiah tidak dapat direpresentasikan dalam variabel-variabel yang dapat dipertanggungjawab. Lebih dari itu, proses ini adalah sebuah keniscayaan, walaupun memiliki variabel tak tentu dan tentu saja hasil acak yang sulit untuk diprediksikan. Tapi secara empiris proses rekayasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=14&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span>”masa depan adalah mimpi, dan mimpi adalah masa depan&#8230;”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Proses rekayasa struktur masa depan bukanlah suatu proses yang secara ilmiah tidak dapat direpresentasikan dalam variabel-variabel yang dapat dipertanggungjawab. Lebih dari itu, proses ini adalah sebuah keniscayaan, walaupun memiliki variabel tak tentu dan tentu saja hasil acak yang sulit untuk diprediksikan. Tapi secara empiris proses rekayasa ini adalah hal yang mungkin dilakukan oleh beberapa pihak, yang tentu saja sangat meyakini bahwa masa depan adalah proses akumulasi pengaruh masa lampau. Bagi mereka yang memiliki gambaran struktur masa depan yang didasarkan pada beberapa hal yang fundamental sebagai koridor tentu saja dapat dengan sederhana membuat langkah strategis dengan jelas sehingga proses rumit untuk mencapai sebuah hasil akumulasi pembentukan struktur masa depan yang mereka ingin menjadi proses yang mudah. Koridor yang diyakini oleh mereka yang mampu meramalkan bentuk masa depan, adalah karakteristik pola sejarah manusia dan tentu saja hal tersebut berkaitan dengan manusia itu sendiri. </span><span id="more-14"></span><span>Dengan koridor tersebut, mereka akan memulai menyederhanakan proses akumulasi struktur masa depan tersebut mennjadi beberapa bagian yang lebih sederhana. Bagian pertama adalah manusia, bagian kedua adalah sistem, ketiga adalah alat-alat. Manusia, sangat jelas bagi mereka yang berusaha mengembangkan ide dan pemikiran mereka sehingga apa yang mereka yakini dapat menjadi sebuah kenyataan akan dimulai dengan proses pencarian orang-orang yang secara linier terkait dengan kebutuhan pembentukan struktur masa depan tadi. Manusia, sebagai subjek utama, adalah mereka-mereka yang secara gradual akan mewujudkan masa depan dengan proses yang tampak sederhana. Sederhana bagi saya, karena sebenarnya proses mereka tidak didahului dengan proses berpikir, tapi hanya karena desakan yang kuat dari dalam diri mereka. Namun bagi mereka yang akan berperan sebagai nahkoda, bentuk struktur masa depan harus sejelas desain arsitektur sebuah rumah yang akan dibangun. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Masyarakat Indonesia, saat ini tidak memiliki orang-orang yang secara terbuka menerima peran pembentukan struktur masa depan ini. Hal ini terlihat dari semua sisi kehidupan bangsa ini yang tidak menuju sesuatu apapun. Bahkan lebih parah lagi para pemimpin kita, yang sudah seharusnya menanggung peran ini secara nyata menunjukkan hal sebaliknya. Mereka tidak mengerti kata masa depan, mereka tidak sanggup untuk memikirkan masa depan, mereka sangat tidak kreatif dalam membayangkan masa depan. Bagi mereka masa depan adalah takdir, hanya Yang Diatas lah yang menentukan. Itulah gambaran para pemimpin kita yang tidak memiliki kapabilitas untuk mewujudkan impian masyarakat mengenai masa depan. Institut Teknologi Bandung yang seharusnya menjadi pencetak orang-orang yang mampu dan mau untuk merealisasikan struktur masa depan saat ini lupa akan kaidah dasar perubahan. Kaidah pertama, hanya manusialah yang melakukan perubahan (selain Tuhan tentunya). Mengapa? Karena perubahan itu sendiri hanya berlaku bagi manusia, manusia sendirilah yang merasakannya, makhluk lain tidak berpikir untuk merasakannya. Kaidah kedua perubahan itu akan berlaku jika dimulai dengan perubahan cara pandang dari manusia itu sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Bisa Anda bayangkan jika terdapat satu komunitas, dimana dalam komunitas tersebut terdapat sepuluh ribu pemuda pilihan dari sekitar dua ratus juta yang ada (1:20000). Kita akan lanjutkan bayangan kita, menurut Anda bagaimana profil orang-orang pillihan tersebut. Menurut Anda apa yang bisa mereka lakukan, bayangkan saat anda harus menyeleksi satu orang dari dua puluh ribu orang. Kualitas pemuda seperti apa yang Anda bayangkan. Bayangkan lebih jauh lagi, kemudian orang-orang tersebut dikumpulkan dalam sebuah komunitas. Seberapa hebat komunitas tersebut menurut Anda. Sepuluh ribu orang terseleksi dari negeri ini berkumpul di sebuah tempat. Mungkin Anda akan membayangkan mereka sebagai pasukan elit yang bisa mengatasi masalah apapun, menyelesaikan semua misi, atau bahkan menggerakkan bangsa ini. Jika bayangan Anda seperti itu, lebih baik Anda buang jauh-jauh. Bayangan Anda meleset, Anda hanya akan menemukan pemuda-pemuda tanggung yang bahkan tidak tahu siapa diri mereka sebenarnya, apa peran mereka disana, apa tanggung jawab mereka disana, bahkan mereka tidak tahu apa tujuan sebenarnya mereka disana. Itulah ITB. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Saat semua institusi yang ada saat ini mulai lupa dengan tujuan fundamental, saat itulah perubahan perlu dilakukan. Para engineer masa depan ini harus disadarkan secepatnya tentang jati diri mereka sebenarnya, tentang kemampuan mereka sesungguhnya, tentang peran mereka sebenarnya. Pusat inkubator ide dan kreativitas ini hanya sebuah media bagi mereka untuk mulai belajar mewujudkan masa depan mereka, tentu saja melalui kemampuan yang mereka pelajari di kampus ini. Karena itulah sebenarnya fungsi kampus ini. Yaitu mencetak para engineer kemanusiaan, yang akan membawa manusia ke tatanan peradaban yang lebih baik melalui tools sains, teknologi dan seni. Melalui pusat inkubator ide dan kreativitas ini, semua khayalan mereka tentang masa depan akan diwujudkan dalam sebuah struktur yang konkrit. Ide dan kreativitas mereka tidak menjadi sesuatu yang artifisial seperti yang terlihat saat ini. Saat semua mahasiswa menganggap bahwa proses pembentukan ide dan kreativitas hanya semata untuk mengejar kesenangan dan kebutuhan semata. Pola yang dilakukan pihak (pemerintah) yang seharusnya bisa lebih kreatif pun tidak lebih kreatif dibanding mahasiswa itu sendiri. Mereka anggap hanya dengan mengadakan lomba, apakah kemudian tugas mereka mencetak pemuda selesai. Yang jelas sekolah pun saat ini tidak menjadi solusi. Apalagi hanya sekedar lomba. Melalui pusat inkubator ini mahasiswa diajak untuk membentuk sebuah peradaban baru, peradaban yang mereka tentukan sendiri bentuknya melalui pengetahuan, kemampuan, dan ikhtiar mereka. Himpunan saat ini terlalu kuno untuk gagasan ini, kabinet terlalu birokratis, rektorat terlalu pesimis terhadap mahasiswanya, masyarakat pun tidak terlalu peduli, apalagi pemerintah yang hanya memikirkan bahwa pendidikan hanya masalah dana. Saya yakin jika mahasiswa mau mengembangkan pola pemikiran mengenai realitas saat ini, kemudian berkhayal mengenai masa depan yang ingin mereka bentuk, maka akan muncul beberapa masalah yang akan menghadang mereka dalam mewujudkannya. Untuk itu mereka harus mengembangkan pengetahuan, kemampuan, dan kemauan untuk menyelesaikan dan masa depan yang mereka inginkan. Tentunya dengan cara yang sederhana, membuat sebuah karya yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Karya tersebut adalah sebuah realisasi pemikiran mereka dalam menyelesaikan masalah, itulah yang tidak diajarkan di sekolah sehingga memang sekolah hanya membentuk orang yang tidak sanggup untuk beradaptasi dengan masalah masyarakat. Sehingga wajar kita benar-benar canggung terhadap masyarakatnya sendiri, atau mungkin kita lupa bahwa kita memiliki masyarakat. Itulah deskripsi filosofi keberadaan pusat inkubator itu sendiri. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=14&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/pusat-inkubator-ide-dan-kreativitas-mahasiswa-itb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>teuing ah&#8230;.(ga tau ah)</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/capek-deh-2/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/capek-deh-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 11:27:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini sepertinya warga ITB terlalu mengurusi masalah internal saja, tanpa pernah memperhatikan posisi, peran dan tanggung jawab kita di masyarakat dan bangsa. Saat ini, saat begitu banyak perubahan, sepertinya agak sulit untuk melawan perubahan itu. Yang terbaik adalah kitalah yang jadi sutradara dibalik perubahan itu, sehingga perubahan yang ada sesuai dengan yang kita inginkan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=5&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Saat ini sepertinya warga ITB terlalu mengurusi masalah internal saja, tanpa pernah memperhatikan posisi, peran dan tanggung jawab kita di masyarakat dan bangsa. Saat ini, saat begitu banyak perubahan, sepertinya agak sulit untuk melawan perubahan itu. Yang terbaik adalah kitalah yang jadi sutradara dibalik perubahan itu, sehingga perubahan yang ada sesuai dengan yang kita inginkan. Bukan malah seolah-olah menganggap bahwa perubahan itu sesuatu yang jahat dan salah, perubahan itu hanya sekedar perubahan tidak lebih dan tidak kurang, yang paling penting kemanakah perubahan itu akan kita bawa (kitalah yang menjadi subjek). Dan saat ini bukan lagi waktunya untuk mengenang masa heroik mahasiswa dulu, itu hanyalah romantisme kosong. Saat ini adalah saatnya kita, dengan semangat, jiwa, dan pemikiran yang kekinian, mulailah memandang diri kita dengan kacamata zaman yang ada. Mulailah membuat sistem yang mandiri, dalam artian mahasiswa adalah manusia dewasa, sehingga mempunyai hak hidup sepenuhnya atas diri mereka.<span id="more-5"></span> Intervensi luar hanya sebatas mengarahkan saja, sedangkan pilihan ada di tangan mahasiswa sendiri. Saat pilihan kita di tangan orang lain, jadi untuk apa kita sekolah tinggi-tinggi, lebih jauh lagi untuk apa kita hidup. Katanya, kemahasiswaan akan bangkit lagi jika budaya membaca, menulis, berdiskusi dan bertindak nyata mulai dilakukan. Saya setuju dengan kalimat tersebut, semuanya dimulai dari pemikiran individu yang kemudian diwacanakan secara lisan kepada kelompok kecil dan terbatas dan dilanjutkan lagi dengan pewacanaan tulisan untuk kelompok yang lebih besar lagi, dan terakhir semua orang mengerti dan bisa mengaplikasikan apa yang telah disampaikan (ya walaupun prosesnya tidak sesederhana ini tapi dari kegiatan-kegiatan seperti itulah semuanya dimulai). Saat ini kegiatan seperti itu sangat kurang, bahkan hanya untuk berpikir skala individu saja tampaknya jarang sekali. Menurut saya orang yang paling berbahaya bagi kehidupan suatu komunitas adalah orang-orang tertentu dalam komunitas tersebut yang acuh dengan dunia sekitarnya yang malas untuk berpikir, mencerna dan memahami apa yang terjadi di sekitarnya. Orang harus mulai mencintai dunia, sehingga akan menghargai kematian, dan mendapatkan hikmah dari keduanya. Dengan cinta dunia (tanpa mengesampingkan akhirat tentu saja, karena saya juga masih takut neraka) maka kita akan berusaha mengenali bagaimana karakteristik dunia ini, berusaha saling memberikan hubungan timbal balik yang saling mnguntungkan, berusaha yang memberikan terbaik bagi dunia, atau bahkan mengobati saat dunia ini sakit. Dan kita juga adalah the happy selected people, maka dari itu kita tidak boleh menyia-nyiakan apapun dan kita harus bisa menunjukkan kontribusi kita sesuai peran yang diharapkan masyarakat dan bangsa kita ini. Saat ini sepertinya mahasiswa tidak memiliki kontribusi yang optimal atau malah menjadi musuh masyarakat. Di mana nilai intelektualitas seorang mahasiswa, yang seharusnya mampu menjawab tantangan yang bersifat kekinian maupun masa depan, ini malah terikat dengan tradisi kolot dan formalitas. Transformasi sosial dalam kampus tidak akan pernah terwujud apabila pemaknaan akan kemahasiswaan itu kurang. Dalam hal ini saya tidak ingin memberikan lagi nilai-nilai yang normatif (sudah muak saya dengan hal tersebut), saya lebih ingin mengajak mahasiswa lain untuk segera menyadari bahwa kita punya peran tertentu yang sebenarnya tidak bisa kita tolak. Karena saat kita acuh terhadap hal tersebut maka akan ada kepincangan terhadap sistem sosial yang ada (persis seperti saat ini). Kita memang bukanlah orang-yang mengerti tentang seluk-beluk politisi, namun percayalah bahwa kitalah yang menggantikan mereka yang sudah tua nanti. Jika kita tidak mulai belajar untuk menjadi salah satu komponen dari masyarakat dan menjadi bagian dari mereka maka keadaannya itu seperti sekarang ini. Setiap lembaga terasa asing bagi lembaga yang lain. Pemerintahan terasa asing bagi warganya. Kabinet KM ITB seolah-olah teralienasi dari massa kampusnya sendiri (ironis sekali yah). Yang sangat disayangkan saat ini pemuda-pemuda seolah acuh dengan semua permasalahan yang ada, rasanya alergi jika denger sebuah pembahasan mengenai permasalahan masyarakat (biasanya alasannya itu “saya mah gak ngerti apa-apa” atau mungkin “malas ah lieur” dll). Dengarkan sebuah fakta yang benar, bahwa manusia diciptakan untuk menyelesaikan masalah dan bahwa manusia diciptakan dengan otak yang luar biasa. Jadi rasanya orang yang menjauhi masalah dan males mikir tentang suatu masalah itu sama aja bukan manusia. Punya otak ya pake buat mikirlah. Silakan semua mahasiswa berkontribusi sesuai kemampuannya, Anda kan mahasiswa, ya seendaknya ngertilah apa itu kemahasiswaan, peran dan tanggung jawabnya, dan punya tujuan yang mulia dan besar berkaitan dengan masyarakat dan bangsa. Tarik semua permasalahan di luar, bawa ke dalam, olah dan dikaji, kemudian dibuat solusi dan langkah kongkrit, dan bawa kembali ke luar sebagai tanggung jawab asasi dan pengabdian kita (pengabdian dalam segala bentuk) terhadap dunia luar.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=5&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/capek-deh-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>30 Juli 2005, kamar kotor</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/30-juli-2005-kamar-kotor-2/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/30-juli-2005-kamar-kotor-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 11:26:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah sangat lelah untuk menjalani hidup ini, kenapa Yang Di Atas membuat kondisi kehidupan itu seperti saat ini. Aneh sekali, sangat berat untuk dijalani. Hidup seolah-olah memaksa saya untuk menjadi seorang bajingan, memaksa saya untuk melepas semua prinsip dan idealisme yang selama ini saya pegang. Katanya kita tidak akan bisa hidup jika masih memegang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=8&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya sudah sangat lelah untuk menjalani hidup ini, kenapa Yang Di Atas membuat kondisi kehidupan itu seperti saat ini. Aneh sekali, sangat berat untuk dijalani. Hidup seolah-olah memaksa saya untuk menjadi seorang bajingan, memaksa saya untuk melepas semua prinsip dan idealisme yang selama ini saya pegang. Katanya kita tidak akan bisa hidup jika masih memegang prinsip dan idealisme. Dan sampai detik ini saya merasa tidak lebih baik dari sampah, teronggok di sudut sepi, terasing dan menyebarkan bau tak sedap. Bangsat !!! Kenapa rasanya terlalu banyak pertanyaan dalam otak saya. Kenapa rasanya terlalu banyak masalah dalam otak saya. Sedangkan jawabannya susah sekali untuk didapatkan. Rasanya tidak adil semua ini.<span id="more-8"></span></p>
<p>Hidup ini sudah terasa membosankan, tidak ada lagi yang bisa membuat saya senang, tidak ada lagi yang membuat hati ini tenteram, tidak ada lagi yang bisa membuat jiwa ini terasa damai. Segala sesuatu yang ada disekelilingku membuatku sedih dan kecewa. Segala sesuatu yang kulihat dan kudengar membuatku marah. Segala sesuatu yang kukerjakan tak ubahnya rutinitas dan formalitas belaka. Hatiku makin lama terasa beku. Kebaikan rasanya sudah mulai tua untuk menemani manusia menjalani hidupnya, kejujuran mulai meninggalkan arena kehidupan dan mulai menjauhi manusia, dan kedewasaan pun mulai enggan bersahabat dengan jiwa manusia. Dan rasanya semua kebajikan satu demi satu beterbangan meninggalkan manusia sendirian di bumi. Hidup itu , bagi saya, adalah penderitaan terberat bagi manusia yang pernah ada. Dan Bunda, maaf sampai detik ini saya belum bisa memberikan sesuatu buat Bunda. Sampai saat ini pun saya sendiri masih bingung dengan diri saya sendiri, dan dengan semua kenyataan ini. Dan untuk semua orang maaf, saya belum bisa melakukan apapun untuk menyenangkan kalian semua. Semua serba berat buat saya, semua serba susah. Kondisi keluarga saya malah semakin hancur. Saya tidak bisa lagi untuk berpura-pura kalau hidup saya tuh menyenangkan, hidup saya tuh nyantai-nyantai aja, hidup saya tuh tidak ada masalah apapun.</p>
<p>Saya semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran manusia saat ini. Ada yang salah dengan pikiran mereka. Atau malah pikiran saya yang salah. Huh gak ngertilah. Rasanya semua orang terasa enteng buat ngejalanin hidupnya. Tidak ada satupun yang dapat saya percaya untuk saat ini. Ketidakmampuan saya untuk menyelesaikan masalah membuat otak ini rasanya mau pecah, diri ini rasanya seperti impotent. Trus kayaknya keegoisan itu perlu bagi setiap manusia, saya pikir tanpa keegoisan rasanya manusia akan hidup dalam penderitaan. Dan rasanya manusia jangan terlalu banyak berpikir, kebanyakan berpikir manusia malah akan semakin menderita menjalani hidup ini. Saat saya semakin mengetahui dan memahami karakter kehidupan ini rasanya semakin tidak mengerti dengan segala sesuatu. Semakin dalam pengertian saya terhadap karakter kehidupan semakin sedih rasanya melihat keadaan sekarang. Kegelisahan ini terus merayap, dan tak kulihat ia akan berhenti. Oh Tuhan, jika Engkau memang sulit untuk diraih, setidaknya beri aku petunjuk, bahwa Engkau sebaik yang orang-orang bilang, bahwa Engkau seadil yang orang-orang bilang. Karena jujur saja saya mulai menyangsikan kebaikan-Mu dan keadilan-Mu. Saya tidak ingin menjalani hidup dengan ketakutanku kalau-kalau nanti saat mati saya mesti masuk neraka, ataupun kegembiraan atas pengharapan kalau-kalau nanti saat saya mati saya akan masuk surga. Yang saya inginkan hanya keselamatan bagi semua manusia, dan juga saya hanya ingin menjalani hidup ini dengan kecintaanku atas-Mu. Bukan karena alasan surga ataupun neraka.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=8&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/30-juli-2005-kamar-kotor-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gerakan Menuju Indonesia Perubahan</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/gerakan-menuju-indonesia-perubahan/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/gerakan-menuju-indonesia-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 11:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Preface
 
“Perubahan adalah keniscayaan yang menyertai kemanusiaan”
(kata-kata bijak Si Embé)
 
Percaya akan arti keberadaan perubahan dengan segenap entitas dan dinamikanya, menjanjikan sebuah kehidupan yang penuh dengan progresivitas. Sebuah kehidupan yang hidup. Selama ini (ternyata) masih banyak orang yang belum menyadari bahwa perubahan adalah suatu keharusan, sesuatu yang selalu melekat pada diri manusia semenjak lahir. Melalui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=7&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><span>Preface</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span>“Perubahan adalah keniscayaan yang menyertai kemanusiaan”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span>(kata-kata bijak Si Embé)</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Percaya akan arti keberadaan perubahan dengan segenap entitas dan dinamikanya, menjanjikan sebuah kehidupan yang penuh dengan progresivitas. Sebuah kehidupan yang hidup. Selama ini (ternyata) masih banyak orang yang belum menyadari bahwa perubahan adalah suatu keharusan, sesuatu yang selalu melekat pada diri manusia semenjak lahir. Melalui proses inilah seseorang akan mencapai kondisi kekinian mereka.<span> </span>Dan yang paling penting untuk diingat bahwa perubahan yang terjadi selalu meminta pengorbanan, besar ataupun kecil. Gerakan Menuju Indonesia Perubahan bukanlah suatu gerakan mapan paradoksial, namun lebih mirip sebuah gerakan anti kemapanan yang berusaha lebih dekat dengan realitas.</span><span id="more-7"></span><span> Bukan sebuah kompromi, tapi lebih ke gerakan yang menginginkan perubahan demi perubahan-perubahan lain. Mungkin saat ini, saat kepesimisan telah menjadi penyakit akut yang menyerang bangsa ini, akan sangat idealis bagi kami jika bisa untuk melakukan perubahan yang signifikan. Saat ini kami hanya ingin berharap dari gerakan ini akan muncul manusia-manusia yang akan terus melanjutkan tongkat estafet kesadaran ini, agar perjuangan ini tidak putus. Itu sudah cukup bagi kami.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Member</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Siapa kami? Nop, itu tidak penting. Yang paling penting itu apa yang kami lakukan. Kadang permasalahan yang begitu rumit dan kompleks memiliki jawaban yang begitu mudah dan sederhana, begitu mudah dan sederhananya sehingga tidak menarik perhatian kita. Itulah kami, kami hanya ingin melakukan sesuatu yang mudah (bagi kami) dan sederhana (bagi kami). Dan kami memiliki keyakinan, bahwa yang seperti ini tidak akan seperti ini selamanya, dan yang seperti itu tidak akan seperti itu untuk selamanya. Dan kami yang sekarang, bukanlah kami untuk nanti. Mungkin hanya sesederhana dan semudah itulah gambaran tentang kami (yang tak pasti). </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Activities</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Tentu saja sebuah gerakan, memang apa lagi yang terpikirkan oleh kalian? Dan tentu saja sebuah gerakan yang sederhana dan mudah, sehingga dengan mudah dan sederhana untuk dapat kami lakukan. Karena perubahan itu bukanlah sebuah aktivitas revolusioner, tapi sesuatu yang berlaku setiap saat hingga menuju sebuah kondisi akumulasi yang memfasilitasi. Semua bermula dari yang sederhana, setuju kan! </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=7&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/gerakan-menuju-indonesia-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>30 Juli 2005, kamar kotor</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/30-juli-2005-kamar-kotor/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/30-juli-2005-kamar-kotor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 11:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Anjing !!! Bangsat !!! Jahanam !!! Perasaan gue lagi gak enak nih, soalnya kemaren ngalamin kejadian yang nginjak-nginjak harga diri gue, nginjak-nginjak harga diri ampe mau mati. Gini ceritanya, pas gue lagi di angkot ada tiga orang baru naik, satu orang jepang dua orang Indonesia, kayaknya mereka itu guru tempat les bahasa asing deh. Pertama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=3&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:10pt;">Anjing !!! Bangsat !!! Jahanam !!! Perasaan gue lagi gak enak nih, soalnya kemaren ngalamin kejadian yang nginjak-nginjak harga diri gue, nginjak-nginjak harga diri ampe mau mati. Gini ceritanya, pas gue lagi di angkot ada tiga orang baru naik, satu orang jepang dua orang Indonesia, kayaknya mereka itu guru tempat les bahasa asing deh. Pertama kali sih mereka ngobrol pake bahasa Indonesia, cuman Si Jepang agak susah ngelafalinnya, jadi akhirnya mereka ngobrol pake bahasa Jepang. Yang bikin gue marah adalah dua orang Indonesia yang sok pamer ngomong bahasa Jepang. Bukannya gue marah tanpa alasan. Sikap mereka tuh kayaknya bangga bisa bahasa Jepang, orang Indonesia lain yang ada di angkot cuman bisa mesem-mesem doang, plintat-plintut gak ngerti apa-apa.</span><span id="more-3"></span><span style="font-size:10pt;"> Di Jepang sendiri, orang-orangnya sangat bangga dengan bahasa mereka, bahkan sangat menghormati orang yang berusaha untuk berbicara bahasa Jepang. Eh kita malah ngeliatin kalo orang Indonesia gak bangga dengan bahasa sendiri. Seenggaknya ajak tuh orang Jepang buat berbahasa Indonesia, gue yakin bener klo orang jepang tuh ke Indonesia bukan untuk diajak ngomong bahasa Jepang lagi. Dasar sekali irlander selamanya bakal punya mental irlander.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:10pt;"><span> </span>Menurut gue ini bukan masalah kecil (entah kalo buat orang lain). Gejala kayak gini tuh kayak udah jadi trend kali, semua orang kayaknya bangga dengan budaya orang lain (mungkin gak semua sih, tapi sebagian besar). Hal kayak gini tuh gak bisa dibiarin gitu aja, ini menurut gue yang jadi permasalahan primer bangsa ini. Tidak punya kebanggaan terhadap bangsa sendiri. Wajar aja kalo banyak yang gak peduli ama masalah bangsa. Dengerin kata-kata gue, selama suatu bangsa tidak bisa lagi mempertahankan identitasnya maka mereka itu tidak bisa lagi disebut sebuah bangsa. Identitas sebuah bangsa adalah kebudayaan. Saat ini rasanya bangsa kita lebih senang untuk meniru kebudayaan lain. Seolah-olah kebudayaan kita itu menginduk ke kebudayaan lain. Gue amat yakin kalo kebudayaan sebuah bangsa itu berdiri sendiri, jadi tidak ada yang yang namanya induk kebudayaan ataupun anak kebudayaan. Bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai dan menghormati kebudayaannya sendiri. Plis lah kapan bangsa ini mau nyadar kalo kita harus segera lepas dari permasalahan bangsa yang gak selesai-selesai ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:10pt;">Letak permasalahan gak terlalu rumit kok, tapi juga gak sesederhana yang lu pikirin. Ini cuman perlu kesadaran kita sebagai elemen bangsa, nah tapi itu dia permasalahannya, kesadaran itu sendiri adalah sesuatu yang abstrak sesuatu yang sulit untuk diwujudin. Bayangkan penyakit bangga dengan budaya orang lain tuh kayaknya udah kena ke sebagian besar bangsa Indonesia. Orang Indonesia tuh kayaknya gak bisa ngebedain mana kebudayaan yang patut kita tiru, dan mana kebudayaan yang kita harus buang ke tempat sampah. Menurut Fyodor Dostoyevsky, apabila kita ingin menhancurkan seseorang, merusak dia sepenuhnya, atau memberikan hukuman yang paling menyakitkan sehingga pembunuh yang paling kejam pun gentar dan takut untuk menghadapinya, yang perlu kita lakukan hanyalah memberinya pekerjaan yang tidak berguna, sia-sia dan irrasional. Nah kita nyadar gak banyak banget produk dari luar negeri yang masuk ke Negara kita tuh gak lebih daripada sampah. Ngebuang waktu anak-anak muda kita hanya untuk maen game, nonton film, ataupun tergila-gila dengan musik. Banyak sekali anak-anak muda sekarang terbius dengan budaya barat yang seolah-olah jadi kiblat baru bagi mereka. Sekali lagi ingat bahwa kebudayaan itu cuman sesuatu buatan manusia jadi jangan dipermainkan budaya, apalagi kebudayaan orang lain. Jadilah orang yang bisa ngembangin budaya, bukan malah dirubah budaya.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/otakkurusak.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/otakkurusak.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&blog=3456840&post=3&subd=otakkurusak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2008/04/12/30-juli-2005-kamar-kotor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>