<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sebuah Catatan Kecil..</title>
	<atom:link href="http://otakkurusak.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://otakkurusak.wordpress.com</link>
	<description>mimpi hari ini...kenyataan esok hari...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jun 2011 03:06:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='otakkurusak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sebuah Catatan Kecil..</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://otakkurusak.wordpress.com/osd.xml" title="Sebuah Catatan Kecil.." />
	<atom:link rel='hub' href='http://otakkurusak.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MAKALAH CALON KETUA PERPIKA</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/06/17/makalah-calon-ketua-perpika/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/06/17/makalah-calon-ketua-perpika/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 03:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[MAKALAH CALON KETUA PERPIKA Iwa Kartiwa Yonsei University   PENDAHULUAN I. Latar belakang Keberadaan organisasi pelajar Indonesia di luar negeri, seperti PERPIKA, memiliki tujuan dalam membentuk pelajar yang berbudi pekerti, cakap, mandiri, berwawasan luas, demokratis, dan bertanggung jawab. Kemudian tujuan lainnya adalah memberikan dorongan kepada pelajar untuk menjadi pemimpin dan penggerak dalam kehidupan berbangsa , [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=192&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>MAKALAH CALON KETUA PERPIKA</strong></p>
<p align="center"><strong>Iwa Kartiwa</strong></p>
<p align="center"><strong>Yonsei University</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p><strong>I. Latar belakang</strong></p>
<p>Keberadaan organisasi pelajar Indonesia di luar negeri, seperti <strong>PERPIKA</strong>, memiliki tujuan dalam membentuk pelajar yang berbudi pekerti, cakap, mandiri, berwawasan luas, demokratis, dan bertanggung jawab. Kemudian tujuan lainnya adalah memberikan dorongan kepada pelajar untuk menjadi pemimpin dan penggerak dalam kehidupan berbangsa , ikut serta dalam menyumbangkan karya dan pikiran dalam penataan kehidupan bangsa, memupuk dan membina rasa persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan dimana pelajar tersebut tinggal. <strong>PERPIKA</strong> sebagai salah satu organisasi pelajar secara eksplisit juga memiliki fungsi dan peran seperti yang disebutkan diatas. Berdasarkan AD/ART <strong>PERPIKA</strong> disebutkan bahwa tujuan <strong>PERPIKA</strong> adalah</p>
<p><span id="more-192"></span></p>
<ol>
<li>Menjadi wadah persatuan, kerukunan, dan kekeluargaan pelajar Indonesia di Korea Selatan.</li>
<li>Membantu meningkatkan kualitas keilmuan pelajar Indonesia di Korea Selatan.</li>
<li>Menjalin hubungan dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PERPIKA</strong> bisa dikatakan sebagai sarana tempat belajar dan membangun karakter <em>(character</em> <em>building), </em>sebagai tempat pembentukan kreativitas, sifat kritis, dan ide baru <em>(idea source),</em> sebagai tempat pembentukan nasionalisme dan kecerdasan politik <em>(nationality and political</em> <em>investment), </em>sebagai tempat yang berorientasi pada pengabdian masyarakat <em>(social</em> <em>community development), </em>sebagai tempat pembentukan rasa kekeluargaan <em>(brotherhood),</em> serta sebagai tempat pembentukan jaringan atau komunitas <em>(networking).</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Dari paparan di atas sangat jelas mengenai arah gerak dan ruang lingkup yang seharusnya dimiliki oleh <strong>PERPIKA</strong>. Sesuai dengan peraturan yang ada maka <strong>PERPIKA</strong> seharusnya memiliki tiga dimensi yang mencakup arah gerak dan ruang lingkupnya sebagai organisasi pelajar yaitu pengembangan diri, pengembangan keilmuan dan teknologi, dan pengembangan rasa kebangsaan dan kekeluargaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>II. Analisis kondisi</strong></p>
<p>Fakta dan opini mengenai kondisi internal <strong>PERPIKA</strong> dan eksternal <strong>PERPIKA</strong> yang mempengaruhi keberjalanan <strong>PERPIKA</strong> sebagai sebuah organisasi pelajar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi internal <strong>PERPIKA</strong></p>
<ol>
<li>Organisasi dengan jumlah anggota relatif besar</li>
<li>Tidak memiliki ruang sekretariat</li>
<li>Anggota tersebar di seluruh pelosok korea</li>
<li>Jumlah anggota pasif jauh lebih banyak dibanding anggota aktif</li>
<li>Kegiatan yang terkait dengan keilmuan dan teknologi masih kurang</li>
<li>Anggota majemuk, termasuk dalam latar belakang keilmuan</li>
<li>Belum memiliki cetak biru sebagai acuan pengembangan organisasi dalam pencapaian tujuan yang berkesinambungan</li>
<li>Antusiasme anggota dalam kegiatan-kegiatan <strong>PERPIKA</strong> kurang</li>
<li>Memiliki sumber daya anggota yang memadai, individu anggota memiliki cukup banyak prestasi, baik internal kampus ataupun eksternal</li>
<li>Sebagian besar anggota adalah peneliti di laboratorium kampus, sehingga sedikit memiliki waktu luang</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi eksternal <strong>PERPIKA</strong></p>
<ol>
<li>Kebijakan KBRI yang kurang mendukung aktivitas organisasi</li>
<li>Kurangnya sinergisasi antara <strong>PERPIKA</strong> dengan <em>stakeholders </em><strong>PERPIKA</strong> lainnya</li>
<li>Keterlibatan alumni dalam kegiatan belum maksimal</li>
<li>Korea memiliki fasilitas penunjang dan akses internet memadai</li>
<li>Beban studi sistem pendidikan Korea yang cukup berat</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi ini tentunya memiliki dampak yang signifikan dalam proses keberjalanan <strong>PERPIKA</strong>, ada yang merupakan kelemahan, kelebihan, kesempatan atau bahkan ancaman. Maka merupakan tanggung jawab seluruh anggota untuk mengubah kelemahan menjadi kelebihan dan ancaman menjadi kesempatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>III. PERPIKA ideal</strong></p>
<p>Berdasarkan paparan diatas maka <strong>PERPIKA</strong> sebagai sebuah organisasi pelajar dalam lingkup keilmuan teknologi dan kekeluargaan merupakan salah satu elemen penting dalam menunjang pencapaian cita-cita bangsa. Arah gerak dan ruang lingkup yang ada harus lebih jelas dan tegas menyebutkan bahwa <strong>PERPIKA</strong> memiliki fungsi dan peran tertentu yang harus dijalankan. <strong>PERPIKA</strong> yang ideal, adalah <strong>PERPIKA</strong> yang mampu mengaplikasi arah gerak dan ruang lingkup sehingga fungsi dan perannya dapat diimplementasikan dalam sebuah langkah strategis yang konkrit. Selanjutnya <strong>PERPIKA</strong> yang ideal adalah <strong>PERPIKA</strong> yang memiliki mekanisme struktural dan kultural yang menunjang arah gerak dan ruang lingkup tadi. Kemudian <strong>PERPIKA</strong> yang ideal adalah <strong>PERPIKA</strong> yang mampu menjalankan pembangunan visi dan misinya secara berkesinambungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gambaran <strong>PERPIKA</strong> yang ideal seharusnya didasarkan pada blueprint, dimana diharapkan anggotanya tersebut bisa menjadi sosok <em>”future leader” </em>yang mampu menjawab tantangan masa depan. Hal tersebut berarti bahwa <strong>PERPIKA</strong> mempunyai peran dan fungsi tertentu yaitu:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fungsi</strong></p>
<p><em>Wadah pembinaan dan pengembangan potensi dan jati diri anggota</em></p>
<p><em>(human resources development)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Peran</strong></p>
<p><em>Mengarahkan potensi dan jati diri anggota dalam rangka pengabdian kepada</em></p>
<p><em>masyarakat dan bangsa</em></p>
<p><em>(social community development)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Mungkin terasa berat jika melihat kodisi <strong>PERPIKA</strong> saat ini, namun, berdasarkan uraian sebelumnya, memang untuk itulah sebuah organisasi pelajar itu ada. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka tujuan itulah yang mesti kita capai bersama. Pertanyaan selanjutnya adalah mekanisme seperti apa yang dapat menunjang arah gerak dan ruang lingkup itu sehingga tujuan tersebut dapat tercapai. Pada dasarnya mekanisme itu dibuat didasarkan pada tujuan dan nilai-nilai dasar yang ingin dikembangkan. Tujuan dan nilai dasar tersebut akan memberikan gambaran bentuk mekanisme secara struktural dan kultural yang seharusnya dibuat. Beberapa nilai yang ingin dikembangkan itu adalah nilai integritas, egaliter, dan semangat pembelajaran. Oleh karena itu di dalam mekanisme yang dijalankan hendaknya tercermin semangat pencapaian tujuan dan pengembangan nilai-nilai dasar tadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa hal yang harus diperbaiki berkaitan dengan pembentukan kembali <strong>PERPIKA</strong> yang ideal antara lain:</p>
<ol>
<li>Manajemen sumberdaya anggota. Kekuatan suatu organisasi terletak pada sumberdaya anggotanya. Proses manajemen sumberdaya anggota yang tidak tepat dapat berakibat pada ketidakproduktifan organisasi tersebut selama kepengurusan berlangsung. Manajemen sumberdaya anggota harus dapat terdefinisi dengan tepat sesuai dengan kebutuhan organisasi. Perencanaan sumberdaya anggota harus segera dibuat, terutama bagian perencanaan pengembangan kompetensi sumberdaya anggota.</li>
<li>Penurunan kembali tujuan organisasi dalam langkah strategis. Tujuan akan memberikan kita arah gerak yang jelas dalam melangkah. Tujuan <strong>PERPIKA</strong> haruslah diturunkan secara komprehensif baik itu dari tataran konstitusi, analisis kondisi, analisis kebutuhan, ataupun dari gambaran masa depan mengenai <strong>PERPIKA</strong> yang ideal.</li>
<li>Koordinasi internal. Bentuk koordinasi yang tepat antar elemen di dalam <strong>PERPIKA</strong> memiliki dampak yang besar terhadap produktivitas organisasi ini.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>IV. Visi dan Misi Kepengurusan</strong></p>
<p>Arah gerak dan ruang lingkup <strong>PERPIKA</strong> adalah pengembangan diri yang menjadi fondasi bagi pengembangan keilmuan dan teknologi dan pengembangan rasa kekeluargaan. Pertanyaaan selanjutnya adalah pengembangan diri, keilmuan dan teknologi, dan kekeluargaan seperti apa yang harus dikembangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pengembangan Diri</strong></p>
<p>Pengembangan diri yang berdasarkan pada kepribadian atau karakter merupakan hal yang penting dalam setiap manusia. Kepribadian atau karakter, menurut definisinya, merupakan suatu gambaran kualitas mental dan moral seseorang yang khas pada setiap individu. Sehingga karakter meliputi berbagai aspek dari seorang manusia, yaitu mental, moral, dan pola pikir dari seseorang. Esensi dari pentingnya pembentukan kepribadian/karakter di <strong>PERPIKA</strong> adalah terwujudnya anggota sebagai insan intelektual yang mengenal dirinya sendiri dan tahu bagaimana seharusnya kepribadian/karakter dan sikap positif membentuk pribadinya yang utuh. Pegembangan diri ini pula bertujuan agar anggota <strong>PERPIKA</strong> dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai pelajar dengan baik dan benar dalam tatanan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilai-nilai turunan dari karakter-karakter yang ingin dibentuk sesuai diagram di atas bukanlah sesuatu hal yang ingin mempersempit makna dari pemimpin, pelajar, dan pembelajar. Namun nilai-nilai tersebut akan menjadi nilai-nilai dasar yang akan dibentuk dalam diri setiap anggota <strong>PERPIKA</strong>, sehingga diharapkan selanjutnya proses pembentukan karakter ini bisa dilakukan mandiri oleh setiap anggota <strong>PERPIKA</strong>. Karena pada dasarnya itulah hakikat sebenarnya pembentukan karakter, dimulai oleh kesadaran pribadi. Pengembangan diri ini sendiri akan menjadi roh dari semua program kerja yang ada di <strong>PERPIKA</strong> ini.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Keilmuan dan Teknologi</strong></p>
<p>Keilmuan dan Teknologi ini akan menjadi koridor dari <strong>PERPIKA</strong> untuk melaksanakan kegiatannya. Hal ini didasarkan pada kenyataannya bahwa <strong>PERPIKA</strong> memang merupakan sebuah organisasi pelajar yang berada di Korea dengan latar belakang kelimuan anggota yang beragam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sosok pelajar yang diharapkan seharusnya adalah sosok manusia yang dengan bekal dasar ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki, harus mampu mengamati, mengenali dan melakukan pendekatan pemecahan masalah di bidang ilmunya secara ilmiah dan penuh prakarsa, mampu menerapkan ilmunya, serta siap menghadapi perubahan dan mengikuti perkembangan. Kemampuan tersebut tidak sepenuhnya kita dapatkan di bangku perkuliahan. Sesuai dengan penjabaran falsafah organisasi di awal, maka <strong>PERPIKA</strong> juga merupakan wadah dan pemeliharaan dan pengembangan ilmu dan teknologi. Oleh karena itu <strong>PERPIKA</strong> merupakan salah satu elemen yang juga memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Kedudukan ini yang saat ini banyak dilupakan oleh banyak pihak terutama oleh anggotanya sendiri. Dengan mengembalikan salah satu kedudukan penting organisasi pelajar diharapkan sosok anggota <strong>PERPIKA</strong> yang ideal dapat diciptakan. Namun hal ini memerlukan sinergisasi antar semua elemen anggota.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Lingkup Kerja Keilmuan dan Teknologi</strong></p>
<ol>
<li>Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang merangsang kehidupan keilmuan dan teknologi. Keilmuan dan teknologi dalam hal ini yaitu keilmuan dan teknologi dalam artian yang luas seperti yang telah dijelaskan diatas. Dengan melaksanakan banyak kegiatan keilmuan dan teknologi diharapkan dapat memperluas kesempatan setiap anggota <strong>PERPIKA</strong> untuk mengembangkan potensi keilmuan dan teknologi.</li>
<li>Dibentuk divisi yang akan memfasilitasi proses pengembangan keilmuan dan teknologi anggota</li>
<li>Menjalin kerjasama dengan institusi-institusi Indonesia ataupun Korea untuk mengadakan kegiatan yang mampu menambah wawasan dalam keilmuan dan teknologi</li>
<li>Membuat peta pakar kelimuan dan teknologi yang didasarkan pada subjek penelitian anggota <strong>PERPIKA</strong></li>
<li>Menggunakan media informasi sebagai salah satu sarana dalam mengembangkan keilmuan dan teknologi anggota <strong>PERPIKA</strong>.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kekeluargaan</strong></p>
<p>Kekeluargaan merupakan salah satu komponen terpenting bagi kehidupan organisasi pelajar seperti <strong>PERPIKA</strong> karena kekeluargaan ini berfungsi sebagai elemen penting yang dapat menunjang proses pencapaian tujuan. Dengan rasa kekeluargaan diharapkan akan mengoptimalkan proses komunikasi dan koordinasi sehingga efektivitas kerja dapat tercapai. Secara sederhana kekeluargaan dapat diartikan sebagai perasaan menganggap orang lain sebagai bagian dari keluarga besar. Kekeluargaan ini memang harus tercipta secara alami, namun tetap harus ada mekanisme yang memfasilitasi hal tersebut. Semangat kekeluargaan ini harus tercermin dari kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh <strong>PERPIKA</strong> dalam batasan norma, etika, dan peraturan yang berlaku di <strong>PERPIKA</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Lingkup Kerja Kekeluargaan</strong></p>
<ol>
<li>Memperluas sarana interaksi anggota <strong>PERPIKA</strong></li>
<li>Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menunjukkan kepedulian terhadap sesama anggota</li>
<li>Pembentukan identitas ke-<strong>PERPIKA</strong>-an pada diri setiap anggota</li>
<li>Pelayanan kebutuhan umum anggota <strong>PERPIKA</strong></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pengembangan Sistem Pendukung</strong></p>
<p>Sistem pendukung ini terkait dengan proses manajemen dan administrasi organisasi, hal ini sangat penting untuk membedakan sebuah organisasi dengan bentuk non-organisasi. Beberapa hal yang penting terkait sistem pendukung ini adalah masalah manajemen anggota, finansial, administrasi dan networking.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Lingkup Sistem Pendukung</strong></p>
<ol>
<li>Menyiapkan strategi finansial guna menyiapkan <strong>PERPIKA</strong> yang mandiri, dengan misalnya membentuk badan usaha di dalam <strong>PERPIKA</strong></li>
<li>Sistem informasi yang handal. Salah satunya adalah penggunaan media tepat guna dalam rangka penyebaran informasi</li>
<li>Pendokumentasian data-data penting guna transfer nilai dan ilmu</li>
<li>Pembentukan jaringan (networking) antar stakeholder <strong>PERPIKA</strong> yang berfungsi sebagai media akselerasi organisasi. Dukungan dari elemen yang terkait dengan keberadaan <strong>PERPIKA</strong> sangatlah penting.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>V. Program Kerja</strong></p>
<p>Untuk merealisasikan visi misi tadi ke dalam bentuk yang lebih nyata maka dibuatlah program kerja. Program kerja ini sendiri didasarkan pada arah gerak dan ruang lingkup <strong>PERPIKA</strong> yang telah dijelaskan sebelumnya. Yaitu, pengembangan keilmuan dan teknologi dan pengembangan kekeluargaan serta tidak lupa pengembangan sistem pendukung. Pengadaan program kerja harus seimbang dan proporsional antar satu sama lain. Sehingga profil seorang anggota <strong>PERPIKA</strong> yang ideal dapat dibentuk disini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pembentukan Inkubator Ide dan Inovasi Pelajar Indonesia di Korea</strong></p>
<p>Inkubator ini merupakan wadah berbagi semua keilmuan dan teknologi yang dimiliki anggota <strong>PERPIKA</strong> dalam rangka memberikan kontribusinya pada masyarakat dan bangsa. Inkubator ini akan menjadi sarana bagi anggota <strong>PERPIKA</strong> untuk ikut serta menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat, yang dengan proses ini diharapkan seluruh anggota <strong>PERPIKA</strong> terbiasa untuk lebih peka mengenal masalah masyarakat dan terus mengembangkan diri dalam rangka penyelesaian masalah tersebut. Di dalam inkubator ini akan dipetakan seluruh kompetensi keilmuan anggota <strong>PERPIKA</strong> dan diklusterkan dalam beberapa tim. Melalui tim tersebut diharapkan proses berbagi ide dan inovasi bisa cepat terbentuk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sekretariat</strong></p>
<p>Sekretariat ini diharapkan dapat digunakan sebagai sarana penyimpanan dokumentasi ataupun sebagai alamat resmi organisasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Website PERPIKA</strong></p>
<p>Alamat situs resmi organisasi sangat penting dalam menunjang kegiatan-kegiatan yang diadakan <strong>PERPIKA</strong>. Selain itu situs resmi juga merupakan gerbang awal setiap orang untuk lebih mengenal <strong>PERPIKA</strong>. Oleh karena itu pembuatan dan pengelolaan nya harus direncanakan dengan baik. Website ini juga bisa digunakan sebagai sarana me-manage anggota, baik yang terkait dengan database, pengelolaan kegiatan dan sarana informasi penting lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Cultural Event (Cultural Performance, Cultural Exhibition, Food Stand etc)</strong></p>
<p>Kegiatan ini hanya diarahkan pada pengembangan potensi pribadi dan interaksi antar anggota. Kegiatan ini akan berfungsi sebagai salah satu sarana pengembangan nilai-nilai kekeluargaan yang dibangun di <strong>PERPIKA</strong>. Fungsi lainnya adalah sebagai kegiatan yang mampu meningkatkan kompetensi anggota <strong>PERPIKA</strong> pada minat dan bakatnya guna mengikuti ajang kompetisi eksternal <strong>PERPIKA</strong>. Selain itu kegiatan ini akan menjadi sarana untuk memupuk rasa cinta tanah air selagi kita belajar di negeri orang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Annual gathering</strong><strong>.</strong></p>
<p>Sarana berkumpulnya semua elemen <strong>PERPIKA</strong> demi terciptanya rasa kekeluargaan. Dari <em>annual gathering </em>ini diharapkan kesepahaman antar elemen dapat terbina sehingga mengarah pada efektifitas dan efisiensi pelaksanaan visi dan misi. Pada perkembangannya <em>annual gathering </em>ini diharapkan bisa meluas jangkauan hingga pihak KBRI ataupun pihak alumni. Annual gathering ini pula bisa diartikan sebagai momen berkumpul elemen pelajar guna membahas efektivitas dan efisiensi pencapaian visi dan misi bersama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pembuatan database anggota PERPIKA dan stake holders.</strong></p>
<p>Database ini bisa digunakan sebagai pusat informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan anggota <strong>PERPIKA</strong> dan stake holder. Database ini diharapkan bisa untuk terus diupdate pertahun agar bisa menjadi database terpusat anggota <strong>PERPIKA</strong> baik yang masih memiliki status sebagai sebagai mahasiswa ataupun alumni. Selain itu database ini merupakan kumpulan informasi mengenai pihak-pihak yang terkait dengan seluruh kegiatan kita. Diharapkan dengan adanya database ini komunikasi dan koordinasi dapat terus berjalan lancar. Beberapa database yang perlu kita miliki adalah informasi mengenai KBRI, institusi-institusi nasional/Korea, serta komunitas-komunitas tertentu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pengadaan kegiatan Training, Seminar, Workshop dan Studium Generale</strong></p>
<p>Kegiatan tersebut adalah kegiatan pengembangan diri, dimana subjek yang akan diangkat terkait pada pembentukan karakter dan kapabilitas diri sebagai seorang pelajar. Kegiatan ini diadakan setiap semester dengan mendatangkan narasumber yang kompeten di bidangnya.</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Badan Usaha PERPIKA</strong></p>
<p>Badan usaha <strong>PERPIKA</strong> ini diharapkan akan menjadi unit bisnis yang akan menjadi salah satu sumber pendapatan bagi <strong>PERPIKA</strong>. Dengan mengumpulkan rekan-rekan <strong>PERPIKA</strong> yang tertarik dalam bidang bisnis untuk mengkonsep dan memulai unit bisnis yang lebih profesional. Dengan segala fasilitas yang tersedia di Korea ini diharapkan pembentukan dan pengelolaan badan usaha ini bisa lebih terjamin. Badan usaha ini ke depannya diharapkan bisa menjadi semacam “koperasi” bagi anggota <strong>PERPIKA</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Membuat cetak biru (blue print) pengembangan PERPIKA.</strong></p>
<p>Diharapkan dari adanya <em>blue print, </em><strong>PERPIKA</strong> mampu melaksanakan pengembangan organisasi yang berkesinambungan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan.<em> </em>Cetak biru ini akan menjadi semacam “repelita” bagi <strong>PERPIKA</strong>, sehingga diharapkan proses pengembangan <strong>PERPIKA </strong>bisa terus meningkat dari tahun ke tahun.</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Community Development</strong></p>
<p>Bentuk pengabdian masyarakat yang ingin saya angkat disini adalah berkaitan dengan rekan-rekan pekerja yang ada. Dengan adanya Universitas terbuka proses pengabdian ini menjadi terbuka lebih lebar. Namun perlu kita sadari, bahwa masih banyak yang seharusnya bisa kita bagi dengan rekan-rekan tersebut, terutama terkait peningkatan kapabilitas. Oleh karena itu kegiatan sharing dan transfer ilmu diantara pelajar dan pekerja seharusnya bisa besar lagi frekuensi nya. Kegiatan mendasar seperti training pengenalan teknologi komputer, internet, program-program yang berkaitan administrasi dan sebagai mungkin masih banyak dibutuhkan. Diharapkan dengan peningkatan kapabilitas tersebut mobilisasi status dapat dirasakan oleh rekan-rekan pekerja.<em></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkurusak.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkurusak.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkurusak.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkurusak.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=192&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/06/17/makalah-calon-ketua-perpika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Universitas Terbuka di Korea</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/05/16/universitas-terbuka-di-korea/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/05/16/universitas-terbuka-di-korea/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 01:12:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat&#8221; -UU Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 ttg Sistem Pendidikan Nasional- Disaat saya mulai membaca satu demi satu undang-undang mengenai pendidikan di Indonesia, mulai detik itu juga rasa pesimis muncul kembali. Semakin dibaca semakin terasa jauh apa yang tertulis disana dengan apa yang terjadi pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=187&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat&#8221;</em></p>
<p><em>-UU Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 ttg Sistem Pendidikan Nasional-</em></p>
<p>Disaat saya mulai membaca satu demi satu undang-undang mengenai pendidikan di Indonesia, mulai detik itu juga rasa pesimis muncul kembali. Semakin dibaca semakin terasa jauh apa yang tertulis disana dengan apa yang terjadi pada kenyataan. Pendidikan jadi seonggok manuskrip hasil perdebatan perwakilan rakyat kita berbulan-bulan. Klise, tapi jurang itu semakin terasa saja saat saya menginjakkan kaki di korea ini.</p>
<p>Inilah kali keduanya saya berkenalan dengan kata &#8220;UT&#8221; atau &#8220;Universitas Terbuka&#8221;. Dulu sewaktu saya bekerja, ada salah satu senior saya yang lulusan SMK mengambil kuliah di UT ini. Dia bilang, &#8220;butuh ijazah nih wa, biar karir nya ga mentok-mentok amat, jadi ngambil kuliah lagi di UT, lumayan waktunya fleksibel&#8221;. Perkenalan kali pertama dengan UT yang kurang baik memang, namun hal itu berubah setelah melihat apa yang UT bisa lakukan disini di Korea. (Oiyah, untuk tahu UT itu apa silahkan googling saja)</p>
<p><span id="more-187"></span></p>
<p>Di Korea ada sekitar 30 ribu pekerja Indonesia, dan rata-rata dari mereka memang lulusan sekolah menengah atas. Ada beberapa hal yang luar biasa dari pekerja Indonesia disini, pertama: gaji mereka bisa lebih dari 8 juta rupiah, bahkan sekalipun pekerjaan disini hanya di bidang pertanian misalnya (melebihi gaji rata-rata fresh graduate engineer di Indonesia), kedua: memiliki komunitas sesama pekerja indonesia, komunitas ini berfungsi untuk membantu sesama rekan pekerjaan yang memiliki masalah (jangan tanya dimana peran pemerintah, tugas mereka selesai setelah mengirimkan para pekerja ini), ketiga: keinginan mereka (para pekerja indonesia) untuk menjadi lebih baik sangat kuat, keinginan untuk belajar mereka sangat besar. Sayang, kelebihan-kelebihan pekerja Indonesia ini seolah-olah menjadi hal biasa saja di hadapan orang-orang yang seharusnya bertanggung jawab terhadap mereka.</p>
<p>Lulus sekolah menengah, berkuliah di universitas terbaik kemudian mendapatkan pekerjaan yang layak atau meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan dilanjutkan dengan menikah, paling tidak itu lah alur yang sering kita bayangkan. Alur yang benar-benar &#8220;Happy Ending&#8221;. Sayangnya, tidak semua orang ternyata mendapatkan kesempatan yang sama, tidak semua orang diberikan pilihan untuk memilih apa yang mereka inginkan, bahkan sebagian tidak memiliki kesempatan untuk memikirkannya sekalipun. Ada sebagian dari kita yang harus berjuang bekerja keras sedari dini, sedari usia disaat kita masih mengenyam indahnya pendidikan. Para pekerja Indonesia di Korea juga sama, bekerja adalah pilihan terbaik mereka untuk saat ini. Namun ada satu hal yang saya tidak habis pikir,  yaitu niat mereka untuk belajar kembali, berkuliah kembali. Bukankah selama ini stereotip nya adalah cepat lulus dan mencari pekerjaan dengan gaji tinggi, dan hal itu rasanya sudah para pekerja dapatkan. Apa sebenarnya yang mereka cari?</p>
<p>Rekan-rekan dari Perpika (persatuan pelajar indonesia di korea) mulai melihat bahwa pendidikan adalah tanggung bagi mereka yang terdidik (walau pemerintah porsinya harusnya lebih besar) dan mulai (keras kepala) menginisiasi Universitas Terbuka ini sebagai sarana bagi pekerja Indonesia di Korea untuk mengembangkan diri. Dan alhamdulillah, sambutan dari para pekerja terhadap UT ini sungguh besar, baik dari yang muda ataupun pekerja yang sudah berumur. Rata-rata dari pekerja ini memang membutuhkan pendidikan ini agar bisa mendapatkan hidup yang lebih baik, dan bukankah itu pula tujuan dari pendidikan kita (silahkan baca di UU ttg pendidikan nasional).</p>
<p>Menjalankan UT di Korea ini tidak mudah ternyata, butuh sampai 2-3 tahun agar UT bisa seperti sekarang. Mulai dari urusan birokrasi yang berbelit-belit sampai mempersiapkan pengurus. Syukurnya, generasi saat ini bukanlah generasi birokrasi ataupun bukanlah generasi tanpa kreasi. Rekan-rekan perpika ini mengurusi mulai dari masalah administrasi perkuliahan UT sampai menjadi pengajar juga di UT ini. Mengurusi di sela-sela kesibukan sebagai mahasiswa di Korea, yang terkenal sebagai penghuni tahanan Laboratorium dan mengurusi tanpa memikirkan keuntungan pribadi, karena haram (mungkin). Bagi pengurus, (mungkin) UT ini adalah pengabdian sekaligus kewajiban (bagi mereka yang terdidik).</p>
<p>Hah, akhirnya optimisme saya muncul kembali. Belum berakhir ternyata Republik ini, masih ada rekan-rekan muda yang masih mau memperjuangkan tegaknya undang-undang. Walaupun saya yakin orang-orang di senayan sana jauh lebih fasih mengenai undang-undang ini, tapi bagi saya rekan-rekan pelajar ini jauh lebih mengerti tentang makna pendidikan dibanding mereka yang selama ini memperdebatkan makna undang-undangnya.</p>
<p><em>Dedicated to</em></p>
<p><em>Mas-mas dan mba-mba mahasiswa UT yang baru saja ujian kemaren, mudah-mudahan makin semangat kuliah nya dan juga buat pengurus UT terutama buat yang paling garing, mudah-mudahan makin semangat mengurus UT nya.</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://otakkurusak.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkurusak.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkurusak.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkurusak.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkurusak.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=187&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/05/16/universitas-terbuka-di-korea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Next Eleven</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/05/16/the-next-eleven/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/05/16/the-next-eleven/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 01:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[“Dunia bagaikan sebuah roda, selalu berputar kadang di atas kadang di bawah” Jika Anda memperhatikan dengan jelas perjalanan sejarah manusia maka Anda dapat melihat bagaimana kedigdayaan sebuah bangsa dipergulirkan silih berganti. Yunani, China, Romawi, Timur Tengah, Eropa dan sekarang Amerika. Ada beberapa pertanyaan yang kemudian menggelitik untuk dipertanyakan, bangsa mana selanjutnya setelah ini yang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=181&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Dunia bagaikan sebuah roda, selalu berputar kadang di atas kadang di bawah”</p>
<p>Jika Anda memperhatikan dengan jelas perjalanan sejarah manusia maka Anda dapat melihat bagaimana kedigdayaan sebuah bangsa dipergulirkan silih berganti. Yunani, China, Romawi, Timur Tengah, Eropa dan sekarang Amerika. Ada beberapa pertanyaan yang kemudian menggelitik untuk dipertanyakan, bangsa mana selanjutnya setelah ini yang akan menguasai dunia dan apakah Indonesia pernah merasakannya ataukah ada kesempatan untuk merasakannya.</p>
<p>“We are the sleeping Giant, after China, India (yang baru bangun tidur) and United State (yang sekarang terjaga)”</p>
<p><span id="more-181"></span></p>
<p>Jumlah penduduk Indonesia per Mei 2010 adalah sekitar 237.556.363 jiwa, atau 3,43% dari total seluruh populasi dunia. Itu bukan jumlah yang sedikit teman. Google yang hanya dengan 20.000 pegawai bisa menguasai arus informasi di seluruh dunia, World Bank yang hanya dengan 10.000 pegawai bisa menguasai aliran uang hampir semua negara berkembang. Anda bayangkan apa yang bisa diperbuat 100 juta orang, angkanya sudah saya kurangi dengan mempertimbangkan adanya orang lanjut usia, anak-anak dan anggota DPR.</p>
<p>Jika Anda pernah membaca beberapa ramalan tentang pergiliran ekonomi dunia, maka Anda akan tahu mengenai BRICs theory. Itu adalah akronim dari Brazil, Rusia, India dan China. Negara-negara ini diramalkan akan menjadi “The Big Four”, yaitu 4 negara yang akan masuk menjadi kandidat negara-negara terkaya di tahun 2050 nanti. Ke 4 negara ini menguasai 25% dari seluruh wilayah daratan di dunia dan memiliki populasi 40% dari total populasi dunia, yang berkisar di angka 6,92 milyar. Dan Anda jangan kaget, Indonesia ternyata ada di urutan ke-7 dari negara-negara yang diprediksi akan menjadi negara dengan jumlah GDP terbesar di dunia, hanya satu nomor di bawah Rusia. Hal ini diramalkan oleh Goldman Sachs Investment Bank, bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara “The Next Eleven”, yaitu negara-negara yang akan menyertai dominasi The BRICs di tahun 2050 atau bahkan bisa menggantikannya di dasawarsa selanjutnya.</p>
<div id="attachment_183" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://otakkurusak.wordpress.com/2011/05/16/the-next-eleven/800px-top_five_largest_economies_in_2050-2/" rel="attachment wp-att-183"><img class="size-medium wp-image-183" title="800px-Top_five_largest_economies_in_2050" src="http://otakkurusak.files.wordpress.com/2011/05/800px-top_five_largest_economies_in_20501.jpg?w=300&#038;h=133" alt="" width="300" height="133" /></a><p class="wp-caption-text">Top five largest economies in 2050</p></div>
<br />Filed under: <a href='http://otakkurusak.wordpress.com/category/ekonomi/'>Ekonomi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkurusak.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkurusak.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkurusak.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkurusak.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=181&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/05/16/the-next-eleven/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://otakkurusak.files.wordpress.com/2011/05/800px-top_five_largest_economies_in_20501.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">800px-Top_five_largest_economies_in_2050</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat untuk Calon Bapak Mertua</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/05/16/surat-untuk-calon-bapak-mertua/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/05/16/surat-untuk-calon-bapak-mertua/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 01:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Bapak, saya tidak membeli putri Bapak dengan kemapanan tetapi saya membelinya dengan sebuah keyakinan keyakinan yang jauh melebihi ketampanan keyakinan yang mencukupkan apa yang tidak cukup melengkapi apa yang kurang lengkap dan mewarnai semua yang tadinya suram Bapak, jika aku boleh menambahkan satu rukun dalam iman ku maka keyakinan pada putri bapak adalah salah satunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=179&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bapak, saya tidak membeli putri Bapak dengan kemapanan<br />
tetapi saya membelinya dengan sebuah keyakinan<br />
keyakinan yang jauh melebihi ketampanan<br />
keyakinan yang mencukupkan apa yang tidak cukup<br />
melengkapi apa yang kurang lengkap<br />
dan mewarnai semua yang tadinya suram</p>
<p>Bapak, jika aku boleh menambahkan satu rukun dalam iman ku<br />
maka keyakinan pada putri bapak adalah salah satunya<br />
keyakinan yang akan menuntun jalan hidupku<br />
menggenapkan ke enam iman lainnya<br />
berlebihan memang terdengar, tapi Tuhan tahu aku benar</p>
<p>Bapak, Bapak harus tahu<br />
kemapanan sejati itu letaknya dihati<br />
dan ketampanan hakiki itu ada di akal budi<br />
dan ketahuilah Bapak<br />
hanya keyakinan yang bisa membuka pintu hati dan jendela akal budi</p>
<p>jadi bagaimana Bapak?<br />
kapankah saya boleh melamar?<br />
sekarang ataukah setelah selesai sekolah?<br />
saya tunggu tapi jangan pakai lama</p>
<p>salam hormat,</p>
<p>menantumu kelak</p>
<p>*dedicated to all fathers all around the world, don&#8217;t too harsh to your daughter</p>
<br />Filed under: <a href='http://otakkurusak.wordpress.com/category/puisi/'>Puisi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkurusak.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkurusak.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkurusak.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkurusak.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=179&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/05/16/surat-untuk-calon-bapak-mertua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan di Mata Seorang M. Natsir</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/04/30/pendidikan-di-mata-seorang-m-natsir/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/04/30/pendidikan-di-mata-seorang-m-natsir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 07:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Sulit rasanya untuk mencari sosok seperti Beliau saat ini. Beliau memiliki wawasan luas, memiliki pengalaman Internasional yang membanggakan, berkontribusi besar dalam sejarah pembentukan bangsa namun disisi lain Beliau juga seorang yang rendah hati dan sederhana. Tidak terlalu banyak sensasi ataupun drama picisan dalam perjalanan hidup Beliau, mungkin itu juga yang membuat Beliau kalah pamor dibanding [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=175&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sulit rasanya untuk mencari sosok seperti Beliau saat ini. Beliau memiliki wawasan luas, memiliki pengalaman Internasional yang membanggakan, berkontribusi besar dalam sejarah pembentukan bangsa namun disisi lain Beliau juga seorang yang rendah hati dan sederhana. Tidak terlalu banyak sensasi ataupun drama picisan dalam perjalanan hidup Beliau, mungkin itu juga yang membuat Beliau kalah pamor dibanding tokoh lainnya.</p>
<p>Mohamad Natsir lahir di Sumatera Barat 1908 dan tumbuh di lingkungan yang islami. Selepas menyelesaikan pendidikan di HIS padang, Beliau mendapatkan kesempatan untuk bersekolah di MULO  Bandung. Melalui pendidikan formal dan nonformal yang ia dapatkan, Beliau kemudian menguasai beberapa bahasa asing seperti Arab, Belanda dan Inggris. Dengan bekal bahasa inilah Beliau kemudian memiliki akses terhadap ilmu pengetahuan yang ada di dunia. Hal ini berdampak besar terhadap cara pandang Beliau mengenai segala sesuatu, terutama pendidikan.<span id="more-175"></span></p>
<p>Beliau sangat paham bahwa ilmu bersifat universal, yang artinya siapapun dimanapun bisa mempelajari dan mengembangkannya. Dan beliau juga termasuk orang yang sangat terbuka terhadap ilmu pengetahuan. Sehingga untuk dapat menyerap ilmu pengetahuan yang ada Beliau mulai mempelajari banyak bahasa. Menurut Beliau bahasa merupakan alat pencerdasan, karena melalui bahasa itu banyak kebudayaan dibentuk. Tujuan beliau menguasai berbagai bahasa tidak lain agar dapat menangkap dan menyampaikan pesan/ilmu yang mungkin sulit dilakukan bahasa Indonesia, karena keterbatasan kekayaan makna. Namun beliau mengingatkan bahwa sebaik-baiknya bahasa bagi bangsa kita ialah bahasa Indonesia,  karena itulah beliau sangat menganjurkan untuk terus mengembangkan bahasa ini. Bahasa Indonesia, bahasa kita sendiri, adalah syarat berdiri tegaknya kebudayaan kita. Selama masa hidupnya Beliau banyak menghasilkan karya tulis dalam bahasa Indonesia dan sebagian berbahasa asing, terutama bahasa Arab.</p>
<p>Selama menempuh pendidikan formal, yang sebagian besar adalah sekolah bentukan Belanda, Beliau merasakan bahwa falsafah yang digunakan sangat tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Pendidikan seharusnya didasarkan tujuan yang lebih mulia, lebih dari sekedar membentuk calon pekerja. Pendidikan harus mampu membuka cakrawala, memberikan “kesanggupan”, dan menambah nilai kebermanfaatan manusia. Dan yang paling penting, menurut Beliau, melalui pendidikan inilah setiap orang dapat mengetahui dan memahami apa tujuan hidupnya.</p>
<p>Beliau berpendapat, bahwa kemajuan sebuah bangsa itu ditentukan dari bagaimana bangsa itu memandang pendidikan yang ada. Beliau menyesalkan pandangan orang-orang yang terlalu mengagungkan pencapaian pendahulu mereka, dalam salah satu tulisan Beliau mencontohkan Spanyol yang mengalami keterpurukan dibanding negara Eropa lainnya waktu itu. Spanyol terlalu larut dalam nostalgia dan romantisme kejayaan mereka masa lalu. Menurut Beliau, apa yang dicapai orang-orang terdahulu adalah buah dari kerja keras dan mereka pantas untuk mendapatkan itu didasarkan pada kualitas dan kesanggupan mereka. Bagi kita sekarang, kondisi saat inilah yang menjadi tanggung jawab kita. Untuk itulah Beliau menekankan bahwa mereka yang berkualitas dan memiliki kesanggupanlah yang pantas untuk merasakan nikmatnya kemenangan.</p>
<p>Selain itu Beliau menekankan bahwa regenerasi itu sangatlah penting, dan untuk itulah dibutuhkan sistem pendidikan yang handal. Ada poin unik yang disampaikan Beliau, bahwa setiap orang berkewajiban menyiapkan dirinya untuk menjadi lebih baik agar bisa menyiapkan generasi selanjutnya yang jauh lebih baik.</p>
<p><em>Referensi:</em><br />
<em> Mohamad Natsir. &#8220;Capita Selecta I&#8221;. Cetakan Kedua. Penerbit Sumur Bandung.1961</em></p>
<p>14/04/2011<br />
Seoul</em><br />
-lari-lari sendiri-</p>
<br />Filed under: <a href='http://otakkurusak.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkurusak.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkurusak.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkurusak.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkurusak.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=175&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/04/30/pendidikan-di-mata-seorang-m-natsir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebijakan Pendidikan dan Ekonomi Negara: Antara Korea Selatan dan Indonesia</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/04/30/168/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/04/30/168/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 07:28:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Latar belakang Korea Selatan dalam beberapa dekade ini berhasil menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan, dilihat dari angka dan persistensinya. Pertumbuhan ekonomi ini berkisar di angka 7-8% setiap tahunnya, semenjak awal 1960. Hal ini mengubah wajah Korea dari negara miskin menjadi negara industri dan jasa yang cukup maju. Perubahan yang terjadi ini tidak bisa dilepaskan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=168&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Latar belakang</strong></p>
<p>Korea Selatan dalam beberapa dekade ini berhasil menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan, dilihat dari angka dan persistensinya. Pertumbuhan ekonomi ini berkisar di angka 7-8% setiap tahunnya, semenjak awal 1960. Hal ini mengubah wajah Korea dari negara miskin menjadi negara industri dan jasa yang cukup maju. Perubahan yang terjadi ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan terhadap pengembangan sumberdaya manusia yang dilakukan pemerintah Korea Selatan sejak tahun 1945-an.</p>
<p>Hubungan antara pengembangan sumber daya manusia dengan pertumbuhan ekonomi ini memang sangat sulit untuk dibuktikan secara matematis. Becker, Murphy dan Tamura (1990) menunjukan bahwa pertumbuhan sumber daya manusia memiliki dampak terhadap pertumbuhan GDP. Lebih jauh lagi Hayami (2001) mengatakan bahwa pengembangan pengetahuan melalui investasi di bidang pendidikan merupakan prasyarat bagi pertumbuhan produktivitas negara.<span id="more-168"></span></p>
<p><strong>Realisasi kebijakan pendidikan di Korea Selatan dan dampak bagi pertumbuhan </strong></p>
<p><strong></strong> Pengembangan sumber daya manusia ini menjadi fokus utama kebijakan di dalam politik Korea Selatan, dimulai dari tahun 1945 sampai saat ini. Kebijakan pendidikan Korea Selatan ini dibuat bertahap, pertama dimulai dengan penerapan kewajiban bersekolah bagi anak usia sekolah dasar di tahun 1950-an. Diikuti dengan kebijakan pembebasan biaya sekolah kepada siswa sekolah dasar. Dampak nyatanya adalah meningkatnya jumlah siswa sekolah dasar pada tahun 1960-an, rasio penerimaan siswa sekolah dasar melewati angka 90%. Setelah investasi di pendidikan dasar, kemudian dilanjutkan ke pendidikan menengah pertama, tahun 1979 rasio penerimaan siswa menengah pertama ini mencapai 90%. Sedangkan kebijakan untuk sekolah menengah atas dimulai sejak 1980-an, rasio penerimaan 90% dicapai pada akhir tahun 1990-an. Pendidikan tinggi juga mengalami pencapaian luar biasa semenjak 1980-an sampai pertengahan 1990-an dimana rasio penerimaan mencapai 60%, ini merupakan angka yang cukup besar saat itu.</p>
<p>Kebijakan pendidikan ini cukup berperan besar dalam peta perjalanan ekonomi Korea Selatan. Periode pembangunan Korea Selatan sebagai negara Industri dimulai semenjak tahun 1970-an, hal tersebut dimungkinkan karena adanya ketersediaan tenaga kerja terdidik. Industri-industri manufaktur yang waktu itu masih mengandalkan peralatan dari luar negeri mulai berkembang. Peran penting pemerintah pada periode sebelumnya berkaitan dengan kegiatan industri ini adalah dengan mengeluarkan kebijakan ekspor yang berpihak pada industri-industri lokal. Kemudian akhir tahun 1980-an industri-industri tersebut telah berkembang menjadi industri-industri mandiri dengan mengurangi ketergantungan terhadap teknologi luar negeri. Hal inipun dimungkinkan karena pada periode tersebut korea memiliki lulusan-lulusan pendidikan tinggi yang memiliki kecerdasan dan keahlian.</p>
<p>Sampai pertengahan 1990-an, industri-industri di korea masih berorientasi terhadap proses manufaktur produk. Namun pada akhir 1990-an, pemerintah mulai mengganti kebijakan ekonomi industri dari yang semula berorientasi pada manufaktur produk-produk menjadi berorientasi kepada pengembangan produk yang berbasis pengetahuan. Untuk mendukung kebijakan ini pemerintah mengganti kebijakan pendidikan tinggi yang tadinya fokus ke masalah pendanaan sekolah menjadi berorientasi untuk menciptakan lingkungan intelektual yang mendukung tumbuhnya inovasi. Langkah nyata pemerintah Korea Selatan adalah dengan mengeluarkan proyek BK 21, yaitu proyek ambisius Korea Selatan untuk menciptakan masyarakat modern yang berbasis ilmu pengetahuan.</p>
<p>Banyak pakar yang mengira persentasi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang sangat tinggi disebabkan oleh besarnya investasi di bidang pendidikan. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena jika dibandingkan dengan negara-negara maju lain investasi tersebut masih berada dibawah rata-rata. Hal yang sangat mempengaruhi besarnya pertumbuhan ekonomi di korea Selatan selain investasi pemerintah di bidang pendidikan, adalah kebijakan pemerintah terutama mengenai ekonomi yang mendukung tumbuhnya industri. Industri tersebut kemudian menjadi mesin ekonomi yang efektif karena perkembangannya disesuaikan dengan ketersediaan tenaga kerja yang dihasilkan oleh sistem pendidikan.</p>
<p>Faktor terakhir adalah faktor sosio-kultur, yaitu paradigma masyarakat Korea terhadap pendidikan. Masyarakat Korea sangat mengapresiasi pendidikan, tidak hanya sebagai sebuah sarana untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik tetapi juga sebagai bentuk pengakuan sosial, yaitu sebuah simbol kehormatan seseorang. Bahkan beberapa referensi menyebutkan bahwa masyarakat Korea Selatan sangat terobsesi dengan pendidikan ini. Hal ini bisa terlihat dari tinggi nya partisipasi masyarakat dalam pendidikan ini, baik dalam mengikuti pendidikan ataupun dalam pembiayaannya. Hal ini memudahkan program pemerintah untuk meningkatkan rasio penerimaan siswa di setiap jenjang pendidikan.</p>
<p><strong>Perkembangan pendidikan di Indonesia dibandingkan Korea Selatan</strong></p>
<p>Stategi kebijakan pendidikan Indonesia tertinggal 50 tahun dibanding Korea Selatan, hal ini bisa kita lihat dari kebijakan pembebasan biaya sekolah dasar. Isu pembebasan biaya sekolah dasar baru hangat di awal tahun 2004 dan sampai saat ini itupun belum sepenuhnya terlaksana. Kemudian jika kita bandingkan angka partisipasi atau rasio penerimaan siswa, Indonesia juga masih tertinggal. Berdasarkan data tahun 2008, rasio penerimaan pendidikan dasar mencapai 90%, pendidikan menengah pertama mencapai 60% dan pendidikan menengah baru mencapai 40%. Rasio tersebut tertinggal dari Korea Selatan yang telah mencapai angka 90% untuk jenjang pendidikan dasar sampai menengah atas semenjak akhir 1990-an. Investasi pemerintah Indonesia di bidang pendidikan pun masih tergolong rendah yaitu berada di angka 3.5% (dibandingkan terhadap GDP), sedangkan Korea berada di angka 4.2%.</p>
<p>Kebijakan ekonomi di Indonesia pun tidak berjalan dengan baik. Rencana Pembangunan Lima Tahunan (Repelita) yang pernah diusulkan di periode pemerintahan Soeharto tidak menunjukkan hasil memuaskan. Keberlanjutannya praktis terhenti semenjak Soeharto tidak lagi menjabat sebagai Presiden. Padahal jika dilihat lebih detail rencana pembangunan ini tidak jauh berbeda rencana pembangunan di Korea Selatan. Kondisi ekonomi Indonesia berada pada level terendah ketika terjadi krisis moneter di tahun 1997, oleh karena itu beberapa industri yang disiapkan sebagai industri lokal yang akan menjadi penggerak kegiatan ekonomi juga terkena dampak serius dari krisis tersebut.</p>
<p>Kebijakan pendidikan dan ekonomi di Korea Selatan lebih terarah dan sistematis, dimana perbaikan dilakukan hampir setiap 7-8 tahun. Kurikulum yang mereka pergunakan saat ini dikenal sebagai “Sixth Revised Curriculum”. Sedangkan kebijakan pendidikan dan ekonomi yang diambil di Indonesia selepas krisis moneter 1997 lebih mirip sebagai kebijakan temporer, dimana selalu berganti seiring pergantian kepemimpinan. Dan sampai saat ini pun pemerintah belum sanggup untuk memetakan stategi kebijakan pendidikan dan ekonomi jangka panjang. Perencanaan kebijakan yang tidak berencana menyiapkan Indonesia jauh ke depan dan tidak selaras antara kebijakan pendidikan, ekonomi dan pemerintahan tidak akan menghantarkan Indonesia pada pencapaian yang maksimal.</p>
<p>Faktor sosio-kultur pun ikut berpengaruh dalam keberjalanan pendidikan dan ekonomi di Indonesia. Pendidikan masih belum mendapatkan apresiasi yang baik dari seluruh masyarakat Indonesia. Rendahnya minat bersekolah masih sangat terasa di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini terjadi akibat kurangnya pemerataan pembangunan dan informasi di Indonesia. Pemerintah seharusnya mulai menggerakan semua sektor baik publik ataupun swasta untuk mengubah cara pandang mengenai pendidikan ini.</p>
<p>Pemerintah Indonesia masih menjadi faktor dominan penentu keberhasilan penerapan kebijakan pendidikan dan ekonomi ini, dimana seharusnya sanggup untuk mengkolaborasikan pemerintahan, pendidikan dan industri dalam kerangka tujuan yang sama. Selama kebijakan ketiganya masih dalam kerangka yang terpisah, pengembangan sumber daya manusia Indonesia menjadi manusia unggul seperti yang dicita-citakan konstitusi tidak akan pernah tercapai. Dengan kondisi tersebut, produktivitas masyarakat pun tidak akan pernah meningkat sehingga pada akhirnya berimbas kepada kondisi ekonomi yang tidak kunjung membaik.</p>
<p><em>Referensi:</em></p>
<p><em> Becker, G.S., K.M. Murphy, and R. Tamura. (1990). “Human Capital, Fertility, and Economic Growth, Journal of Political Economy.” XCVIII, S12-37.</em> <em> Hayami, Y. (2001). “Development Economics: From the Poverty to the Wealth of Nations (2nd ed.).” Oxford: Oxford University Press.</em> <em> Kemendiknas Republik Indonesia. “Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2010-2014.” Jakarta, Indonesia.</em> <em> Lee, Jisson. (2002). “Education Policy in the Republic of Korea: Building Block or Stumbling Block?” The World Bank.</em> <em> Lee, Jong-Hwa. “Economic Growth and Human Development in the Republic of Korea, 1945-1992.” Occasional Paper 24. United Nations Development Programme.</em> <em> Ministry of Education Republic of Korea, “Education in Korea:1991-1992,” Seoul, Korea. Author.</em> <em> Moon, Mougyeong, and Ki-Seok Kim. (2001). “A Case of Korean Higher Education Reform: The Brain Korea 21 Project.” Asia Pacific Education Review. Vol.2, No.2, 96-105.</em> <em> Sektor Pendidikan Dasar UNESCO (2005). “Laporan Review Kebijakan: Pendidikan dan Perawatan Anak Usia Dini.” UNESCO/OECD.</em></p>
<p>30/04/2011<br />
Seoul, Korea<br />
-berjalan tanpa arah-</p>
<br />Filed under: <a href='http://otakkurusak.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkurusak.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkurusak.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkurusak.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkurusak.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=168&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/04/30/168/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tan Malaka: Komunis Moderat atau Islam Kiri?</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/03/22/tan-malaka-komunis-moderat-atau-islam-kiri/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/03/22/tan-malaka-komunis-moderat-atau-islam-kiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 12:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[“Ya, saya katakan, ketika saya berdiri di depan Tuhan saya adalah seorang Muslim, tapi ketika saya berdiri di depan banyak orang saya bukan seorang Muslim, karena Tuhan mengatakan bahwa banyak iblis di antara banyak manusia!” Itu adalah sepenggal dari pidato Tan Malaka, tokoh Marxis Indonesia yang juga sering disebut-sebut sebagai bapak pelopor Republik ini. Tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=155&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Ya, saya katakan, ketika saya berdiri di depan Tuhan saya adalah seorang Muslim, tapi ketika saya berdiri di depan banyak orang saya bukan seorang Muslim, karena Tuhan mengatakan bahwa banyak iblis di antara banyak manusia!”</em></p>
<p>Itu adalah sepenggal dari pidato Tan Malaka, tokoh Marxis Indonesia yang juga sering disebut-sebut sebagai bapak pelopor Republik ini. Tidak banyak yang mengetahui sepak terjang beliau dalam peta perpolitikan dan sejarah bangsa ini, karena mungkin dahulu sempat berseberangan ideologi dan pemikiran dengan beberapa petinggi negara ini. Sebut saja Soekarno, yang juga sempat “belajar” dari Tan Malaka ini, tercatat pernah menjebloskan Tan Malaka ke dalam penjara dan konon katanya beliau juga dalang dibalik pembunuhan Tan Malaka.</p>
<p>Berkat beberapa tulisannya seperti Massa Actie, Naar de Republik, Dari Penjara ke Penjara dan Madilog, saat ini orang-orang mulai mengetahui siapa sebenarnya Tan Malaka ini dan bagaimana kontribusi beliau dalam sejarah pembentukan Republik kita ini. Perjalanan hidup Tan Malaka ini hampir seperti cerita fiksi saja, dimulai dari petualangan dia di Eropa saat mulai berkenalan dengan Marxisme dan Komunisme kemudian cerita mengenai pelarian dia di beberapa negara di Asia.<span id="more-155"></span></p>
<p>Tan Malaka lahir di tengah-tengah keluarga yang Islami di daerah Sumatera Barat pada tahun 1894, dan sempat mengenyam pendidikan di sekolah pelatihan guru di Bukittinggi sampai kemudian melanjutkan pendidikannya ke negeri Belanda. Disana beliau mulai memahami kaitan antara Kapitalisme, Imperialisme dan Perjuangan Kelas setelah meletusnya Revolusi Rusia 1917. Pada periode ini Tan Malaka terserang penyakit TBC, penyakit yang kemudian mengganggu perjalanan hidup Tan Malaka.</p>
<p>Hal yang menarik pada periode ini adalah motivasi ketertarikan beliau pada Marxisme dan Komunisme, yang pada akhirnya sering bertentangan dengan agama. Pada periode selanjutnya Tan Malaka acapkali menunjukkan bahwa Komunisme dapat berjalanan beriringan dengan Islam, yang beliau tunjukkan melalui kerjasama antara PKI dan Sarekat Islam pada waktu itu. Lebih menarik lagi adalah buku Madilog yang beliau tuliskan, jika Anda benar-benar membacanya Anda akan merasa kebingungan dengan ideologi yang dibawa oleh Tan Malaka. Mungkin penggalan dari pidato Tan Malaka diatas saat menghadiri Kongres Komunis Internasional cukup menggambarkan bagaimana ideologi beliau dan bagaimana beliau melihat agama, khususnya Islam. Kemudian sejarah mengenai kontribusi Tan Malaka cukup abu-abu dalam dunia sejarah Indonesia, tidak banyak referensi mengenai ini. Untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kontribusi dan pemikiran Tan Malaka, sumber yang paling mudah adalah melalui tulisan-tulisan beliau.</p>
<p>Tulisan-tulisan Tan Malaka cukup shahih digunakan sebagai referensi untuk mengetahui bagaimana sebenarnya pemikiran Tan Malaka ini. Di dalam Naar de Republik dan Massa Actie, Tan Malaka mengungkap beberapa pandangan beliau mengenai kondisi dunia dan Indonesia sendiri. Pandangan Tan Malaka di dalam buku ini bisa dibilang sebagai pandangan yang melampaui zamannya. Bagaimana tidak, di dalam kedua buku tadi Tan Malaka menjelaskan secara sistematik <em>strength, weakness, opportunity</em> dan <em>threat</em> bangsa Indonesia dalam memerdekakan bangsanya. Kedua buku ini ditulis tahun 1920-an, periode dimana nilai-nilai kebangsaan baru saja terbentuk dan Tan Malaka dengan gamblangnya telah merampungkan 2 buah buku yang bisa dibilang platform pembentukan Republik Indonesia. Perjalanan hidup menjadi modal yang berharga dalam penyusunan buku tersebut, yang bisa dibilang sebagai buku pegangan bagi para pejuang-pejuang Indonesia kala itu. Perjalanan hidup beliau sebagai agen Komunis Internasional yang pernah menyusun buku mengenai kondisi ekonomi dan politik Indonesia menjadi salah satu pengalaman penting yang menjadi modal utama, buku ini diterbitkan di Rusia. Di dalam kedua buku tersebut juga Tan Malaka menjelaskan bagaimana Republik ini harus dibentuk dan juga menjelaskan program-program yang harus dilaksanakan setelah Republik ini terbentuk. Untuk masalah program ini, Tan malaka, mengklaim bahwa pada zamannya belum banyak partai yang sanggup mendeskripsikan ideologinya ke dalam tataran strategi dan program sehingga mampu mencakup dan menyentuh semua sektor.  Istilah republik, revolusi dan beberapa istilah perjuangan/pergerakan lainnya akan banyak Anda jumpai di kedua buku ini.</p>
<p>Ketertarikan beliau pada Marxisme dan Komunisme, bisa jadi karena latar belakang kehidupan di Indonesia yang pada saat itu masih dijajah Belanda. Belanda di Indonesia diibaratkan oleh Tan Malaka sebagai perwakilan dari Kapitalisme dan Imperialisme. Selain itu juga, bisa jadi, diakibatkan kehidupan Tan Malaka yang kurang beruntung selama di Belanda. Hal ini bisa diketahui dari riwayat penyakit yang diidap Tan Malaka selama disana akibat kondisi cuaca dan makanan. Kekecewaan Tan Malaka terhadap Kapitalisme dan perasaan senasib dengan mereka yang disebut “proletar”, menggiring pemikiran Tan Malaka mendekati Komunisme yang mana mengagung-agungkan pemerataan sosial. Tetapi jika Anda membaca semua buku tulisan Tan Malaka, Anda akan mendapati kesimpulan bahwa pada dasarnya dia tidak membenci Kapitalisme. Dia melihat kapitalisme di Indonesia tidak lahir dari rahim putra bangsa, tetapi lahir dari keserakahan bangsa lain. Dan hal ini dibaratkan sebagai bayi yang lahir prematur, yang pada saatnya nanti bisa mengganggu perjalanan hidup si bayi atau bahkan sampai meninggal. Dan saat itu, secara logis Tan Malaka pasti mencari ideologi lain yang mungkin bisa membantu Indonesia lepas dari kungkungan Kapitalisme dan Imperialisme ini.</p>
<p>Patut digarisbawahi, mengapa Tan Malaka tidak mengambil Islam sebagai dasar gerakan beliau, mengapa lebih memilih Komunisme. Padahal Tan Malaka ini lahir dari keluarga yang sangat agamis, dan pengetahuannya tentang Islam cukup luas dan dalam. Seperti biasa, segala sesuatu pasti ada penyebabnya. Jika melihat beberapa tulisan beliau, terlihat kekecewaan beliau terhadap orang-orang yang menggunakan agama sebagai alat mistik untuk membohongi/memanipulasi manusia lainnya.  Jelas sekali bahwa kekecewaan Tan Malaka itu bukan pada agama, tetapi lebih kepada manusia-manusianya. Sehingga terlihat sekali pada buku Madilog, bagaimana dia memaparkan agama atau kepercayaan itu.</p>
<p>Pada dasarnya, Komunisme yang dibawa Tan Malaka adalah semacam Komunisme bangsa timur, yang jauh lebih moderat. Tan Malaka akhirnya kemudian menganalogikan bagaimana kepercayaan dia terhadap Tuhan, yaitu didalam kalimat “Jadi menurut Madilog Yang Maha Kuasa itulah bisa lebih kuasa dari undang alam. Selama Alam ada dan selama Alam Raya itu ada, selama itulah pula undangnya Alam Raya itu berlaku.” Dan wajar saja jika beliau membawa ideologi ini, karena pada masanya kondisi di Indonesia tidak jauh dari hari ini, dimana ada golongan-golongan tertentu yang hidup bermewah-mewahan namun lebih banyak mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan. Isu sosial selalu menjadi isu sentral dalam pandangan beliau.</p>
<p>Tidak mudah untuk mendeskripsikan ideologi beliau, seorang komunis moderat kah atau aktivis islam kiri?</p>
<p>References:</p>
<p>Madilog (1943), Naar de Republik (1925), Massa Actie (1926) dan pidato Tan Malaka di Konferensi Komunis Internasional ke-4 (1922)</p>
<p>22/3/2011<br />
Seoul<br />
-sedang kehilangan jati diri-</p>
<br />Filed under: <a href='http://otakkurusak.wordpress.com/category/sejarah/'>Sejarah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkurusak.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkurusak.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkurusak.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkurusak.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=155&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/03/22/tan-malaka-komunis-moderat-atau-islam-kiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Generasi Terlupa</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/03/22/generasi-terlupa/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/03/22/generasi-terlupa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 07:16:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Memang tak banyak pilihan bagi generasi ini, tapi bukankah hidup ini adalah mengenai pilihan. Maju dan terus bergerak adalah pilihan bagi mereka yang mendamba hidup layak. Maju dan terus bergerak adalah pilihan bagi jiwa-jiwa yang mendamba surga di hati mereka. Hanya sabar yang datang  sebagai penolong bagi mereka-mereka, pejuang yang hidup dalam ketertekanan kemiskinan dunia nalar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=129&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memang tak banyak pilihan bagi generasi ini,<br />
tapi bukankah hidup ini adalah mengenai pilihan.<br />
Maju dan terus bergerak adalah pilihan bagi mereka yang mendamba hidup layak.<br />
Maju dan terus bergerak adalah pilihan bagi jiwa-jiwa yang mendamba surga di hati mereka.</p>
<p>Hanya sabar yang datang  sebagai penolong bagi mereka-mereka,<br />
pejuang yang hidup dalam ketertekanan kemiskinan dunia nalar dan akal sehat.<br />
Bergeraklah, sesukamu dan dalam deritamu sabar bersemayam,<br />
hingga saatnya nanti dunia adalah milik kita.</p>
<p>Mengalirlah ke segala arah di penjuru dunia,<br />
hembuskan aroma sukacita pejuang cita-cita bangsa yang terlupa,<br />
yang hingga saatnya nanti Indonesia Berjaya.</p>
<p>22/3/2011<br />
Seoul<br />
- kehilangan sebelah jiwa -</p>
<br />Filed under: <a href='http://otakkurusak.wordpress.com/category/puisi/'>Puisi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkurusak.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkurusak.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkurusak.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkurusak.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=129&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/03/22/generasi-terlupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Implementasi Teknologi Broadband</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/03/19/implementasi-teknologi-broadband/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/03/19/implementasi-teknologi-broadband/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 02:36:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Peningkatan teknologi infomasi dan komunikasi di beberapa negara berkembang, seperti Indonesia, terlihat sangat spektakuler beberapa dekade ini . Hampir 75% pelanggan telepon seluler dunia berada di negara-negara berkembang ini. Negara-negara ini sekarang sedang merasakan euphoria terhadap perkembangan dunia digital dan mulai merasakan peningkatan ekonomi sebagai dampaknya. Namun sayangnya negara-negara tersebut tertinggal dalam mengimplementasikan teknologi broadband, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=119&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peningkatan teknologi infomasi dan komunikasi di beberapa negara berkembang, seperti Indonesia, terlihat sangat spektakuler beberapa dekade ini . Hampir 75% pelanggan telepon seluler dunia berada di negara-negara berkembang ini. Negara-negara ini sekarang sedang merasakan euphoria terhadap perkembangan dunia digital dan mulai merasakan peningkatan ekonomi sebagai dampaknya. Namun sayangnya negara-negara tersebut tertinggal dalam mengimplementasikan teknologi broadband, yaitu salah satu teknologi transmisi telekomunikasi yang memungkinkan transfer informasi dalam kecepatan tinggi. Pada penghujung 2009, di benua Amerika dan Eropa terdapat hampir 50% dari 1 miliar pelanggan fixed/mobile broadband dunia. Tetapi tidak demikian dengan benua lain, sebagai contoh Asia Tenggara dan Afrika bagian utara jika digabung hanya tercatat 3% dari total keseluruhan pelanggan dunia.</p>
<p>Ketidakseimbangan ini menjadi ancaman dan menciptakan sekat/pembatas baru di dunia. Tanpa akses terhadap konektivitas broadband, pihak-pihak seperti pemerintah, bisnis, komunitas, dan individual tidak bisa ikut serta dalam masyarakat informasi global dan terbatas akses nya terhadap ilmu pengetahuan dunia.<span id="more-119"></span></p>
<p>Broadband adalah sebuah teknologi umum yang memiliki efek signifikan terhadap pola hidup dan cara bekerja manusia. Teknologi ini menjadi salah satu pendorong meningkatnya ekonomi dan tingkat kompetitif bangsa serta berkontribusi terhadap pengembangan sosial dan budaya. Teknologi ini tidak hanya membuat jurang antara negara maju dan berkembang, tetapi juga memisahkan mereka yang memiliki akses dengan mereka yang tidak. Mereka yang tidak memiliki akses mungkin kehilangan banyak kesempatan, baik kesempatan kesempatan ekonomi ataupun sosial. Kota yang memiliki infrastuktur teknologi ini akan menarik banyak investor dan perusahaan sehingga muncullah banyak lapangan pekerjaan. Sebagai contoh Jakarta, lebih dari 25% jaringan broadband Indonesia berada di kota ini.</p>
<p>Bank Dunia menemukan bahwa peningkatan penetrasi teknologi broadband 10% di negara berkembang akan berdampak pada peningkatan ekonomi sebesar 1.38%. Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan beberapa perusahaan konsultan seperti Mckinsey&amp;Company dan Booz &amp; Company, mereka menemukan hubungan yang sama, yaitu peningkatan penetrasi teknologi broadband ini akan berdampak pula pada peningkatan GDP negara tersebut.</p>
<p>Selain itu peningkatan implementasi teknologi broadband ini juga berdampak pada kehidupan sosial kemasyarakatan. Teknologi ini akan menciptakan hubungan yang kuat antara pemerintah, bisnis, masyarakat, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk mengeksplorasi bisnis-bisnis yang sebelum nya tidak terbayang, memperbesar pangsa pasar dan meningkatkan daya saing. Sedangkan untuk pemerintah, teknologi ini bisa meningkatkan akuntabilitas pemerintah sehingga menghantarkan pada konsep good governance. Teknologi ini juga bisa memperbaiki proses pelayanan publik sehingga lebih efektif dan efisien.</p>
<p>Pemerataan akses terhadap informasi, menurut saya, merupakan salah satu hak dan kebutuhan warga negara. Telekomunikasi merupakan salah satu infrastruktur yang paling fundamental dibangun di semua kawasan di sebuah negara. Teknologi ini akan menjadi akselerator dan katalisator perbaikan di bidang-bidang lain di kawasan tersebut. Konsep inilah yang digunakan negara-negara maju dahulu saat mereka mengimplementasikan teknologi broadband di negara mereka.</p>
<p>Dan seperti inilah dunia bekerja, dunia dikendalikan oleh mereka yang memiliki informasi.</p>
<p>Disadur dari</p>
<p>Yongsoo Kim, Tim Kelly, Sidharta Raja. 2010. “Building Broadband: Strategies and Policies for The Developing World.” The World Bank.</p>
<br />Filed under: <a href='http://otakkurusak.wordpress.com/category/teknologi/'>Teknologi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkurusak.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkurusak.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkurusak.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkurusak.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=119&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/03/19/implementasi-teknologi-broadband/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Negeri Orang: Menghidupkan Kembali Korea</title>
		<link>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/03/15/belajar-dari-negeri-orang-menghidupkan-kembali-korea/</link>
		<comments>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/03/15/belajar-dari-negeri-orang-menghidupkan-kembali-korea/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 05:26:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iwa Kartiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkurusak.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan di sebuah negara selalu menjadi topik yang menarik bagi saya. Bagaimana tidak, kebangkitan sebuah negara selalu menjadi fenomena unik yang disertai serangkaian peristiwa penting yang pada dasarnya adalah serangkaian skenario yang telah dipersiapkan. Peristiwa  ini menjadi pemicu-pemicu utama, yang kadang-kadang tidak disadari keberadaannya, dalam gerakan perubahan atau transformasi di hampir semua negara. Saat ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=110&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembangunan di sebuah negara selalu menjadi topik yang menarik bagi saya. Bagaimana tidak, kebangkitan sebuah negara selalu menjadi fenomena unik yang disertai serangkaian peristiwa penting yang pada dasarnya adalah serangkaian skenario yang telah dipersiapkan. Peristiwa  ini menjadi pemicu-pemicu utama, yang kadang-kadang tidak disadari keberadaannya, dalam gerakan perubahan atau transformasi di hampir semua negara. Saat ini saya tertarik untuk membahas Korea Selatan, alasannya cukup sederhana karena saat ini saya memang sedang berdomisili di Negara ini. Jadi tidak terlalu sulit untuk mencari rujukan dan referensi yang shahih.</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi Korea beberapa saat ini memang mencengangkan, mengingatkan sejarah keterpurukan bangsa ini di awal abad lalu. Lebih mencengangkan lagi, perubahan ini tidak memakan waktu lama, kurang lebih dalam waktu 50 tahun Korea mampu bertranformasi dari negara berkembang menjadi salah satu negara maju. Lebih hebatnya lagi perubahan struktural yang menjadi platform atau blueprint transformasi ini hanya dilakukan dalam waktu 30 tahun saja. Fase ini bisa dibagi menjadi 3 periode, yaitu (1) periode pengenalan dan imitasi teknologi asing dilakukan sampai 1970-an, (2) periode pembentukan kapabilitas riset dan pengembangan (R&amp;D) industri pada tahun 1980-an, (3) periode pembangunan dan pengembangan riset dasar/hulu dimulai tahun 1990.<span id="more-110"></span></p>
<p>Dari awal proses pembangunan, Korea sadar bahwa kapabilitas/penguasaan bidang teknologi adalah aset utama bagi mereka untuk dapat setara dengan bangsa-bangsa lain. Sehingga kebijakan penting yang pernah dibuat adalah mengenai kebijakan inovasi nasional, atau sistem inovasi nasional. Sistem inovasi ini memiliki 2 konsep dasar yang fundamental: (1) level negara sebagai salah satu indikator penting ditentukan oleh daya saing dan kinerja di bidang teknologi, (2) daya saing dan kinerja tidak hanya ditentukan satu faktor, hal ini butuh melibatkan banyak institusi dan interaksi diantara mereka. Kalau membaca ini mungkin terkesan klise, tetapi pada kenyataan nya itulah yang mereka lakukan. Penerapan sistem inovasi nasional Korea ini bisa dijabarkan ke dalam point berikut ini: (1) riset dan pengembangan pada sektor bisnis, (2) sektor riset pemerintah dan publik (3) sistem pendidikan tinggi dan universitas, (4) interaksi ketiga sektor ini sehingga mampu menciptakan alur modal, sumberdaya manusia, dan pengetahuan.</p>
<p>Pada periode awal setelah lepas dari penjajahan Jepang, Korea membangun negara nya dengan banyak memperkenalkan teknologi asing. Dalam banyak kasus teknologi ini banyak diadaptasi langsung oleh perusahaan lokal Korea dalam konstruksi fasilitas industri. Berkat proses industrialisasi yang besar-besaran dan tepat guna, Korea mampu mengubah diri dari negara agraris menjadi negara industri dalam waktu yang cukup singkat. Namun demikian  dalam terminologi teknologi, kegiatan mereka hanya masih berkisar di daerah adaptasi dan imitasi. Wajar saja jika National Income dari intensitas riset dan pengembangan nasional hanya berkisar 1% saja.</p>
<p>Setelah itu pada tahap selanjutnya terjadi proses investasi besar-besaran pada proses riset dan pengembangan ini yang akhirnya meningkatkan intensitas R&amp;D ke angka 2% di akhir tahun 1990-an. Proses ini dilakukan oleh grup-grup industri besar lokal (chaebols), seperti Samsung, LG dan Hyundai. Pada saat itu muncul banyak kebutuhan untuk terus menciptakan produk baru dan meningkatkan kapabilitas produk yang telah ada. Penelitian mengenai pemanfaatan dan penerapan teknologi asing agar menjadi lebih efektif menjadi salah satu motif terbesar investasi saat itu. Namun riset dan pengembangan masih sedikit menyentuh teknologi dasar atau teknologi hulu.</p>
<p>Pada tahap ketiga yaitu setelah tahun 1990-an, Korea mulai meningkatkan intensitas riset dan pengembangan sehingga hampir mencapai 3% pada tahun 2004, dimana merupakan salah satu angka yang terbesar didunia. Pencapaian ini disumbangkan oleh, (1) grup industri lokal dimana mereka terus meningkatkan kapabilitas mereka demi menghadapi kompetisi internasional dan juga untuk tetap menjaga agar terus memimpin teknologi di berbagai bidang, kemudian (2) peran pemerintah yang mendukung peningkatan riset dan pengembangan ini  dengan membuat kebijakan dan membangun infrastruktur riset dan pengembangan secara signifikan di beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Salah satu contoh kebijakan yang dibuat Korea adalah BK21 atau Brain Korea for 21 Century. BK21 adalah proyek untuk meningkatkan kualifikasi sumberdaya manusia agar bisa menciptakan masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan. Proyek ini dicetuskan pada akhir tahun 1990-an, dan terus dilaksanakan hingga saat ini. Proyek ini masih serangkaian program guna peningkatan riset dan pengembangan di Korea. Fokus BK21 ini adalah mereformasi proses pendidikan tinggi di Korea agar bisa lebih produktif berkontribusi dalam bidang inovasi. Kebijakan ini dikeluarkan oleh kementrian pendidikan dan sumberdaya manusia pemerintah Korea, dan dilaksanakan dengan melibatkan banyak universitas di seluruh pelosok Korea dan para professor serta staf ahli. Proyek BK21 ini melibatkan banyak mahasiswa/peneliti asing (termasuk saya, dan mahasiswa lain dari negara berkembang) dalam kegiatannya ini, barangkali ini yang sering kita sebut sebagai proses “Brain Drain”. Bentuk lain dari implementasi kebijakan pemerintah adalah pembentukan lembaga-lembaga riset, dimana lembaga ini merekrut peneliti-peneliti baik dari dalam ataupun luar negeri. Seperti yang dijelaskan sebelumnya baik lembaga ini ataupun pendidikan tinggi di Korea, semuanya mendapatkan support dari perusahaan lokal dan pemerintah. Sehingga sirkulasi modal, sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan berjalan dengan lancar.</p>
<p>Beberapa hal penting yang harus diambil sebagai pembelajaran dari proses pembangunan ekonomi Korea ini, adalah (1) Blueprint/platform/kebijakan adalah syarat mutlak dalam membangun sebuah negara, kebijakan yang tepat yang dilandasi atas pemahaman yang benar mengenai bagaimana membangun sebuah negara dan apa saja yang diperlukan dan harus dipersiapkan untuk itu adalah hal yang fundamental, (2) Langkah strategis haruslah sederhana dan mudah dimengerti, pada contoh kasus Korea ini saya melihat proses alih teknologi mereka tidak begitu kompleks. Entah karena mereka cerdas, pekerja keras atau mungkin karena mereka “straightforward”. Seringkali kita lihat contoh kasus dimana proses ini menjadi kompleks dan berbelit-belit, (3) Kolaborasi semua elemen diperlukan agar semua proses bisa sinergis sehingga menghasilkan dampak yang lebih “massive”, (4) Peran pemerintah, disini pemerintah bisa dianggap sebagai koordinator dan fasilitator, dimana menciptakan iklim yang kondusif bagi semua elemen untuk berkontribusi sesuai peran dan kemampuan nya, (5) urutan proses pengembangan teknologi bisa dibagi menjadi (a) imitasi dan adaptasi (b) efisiensi industrialisasi produk  (c) pengembangan industri dasar/hulu (sebagai contoh industri transistor, IC atau chip).</p>
<p>References:</p>
<p><em>Martin Hemmert (2007) </em><em>The Korean Innovation System: From Industrial Catch-Up to</em><em> </em></p>
<p><em>Technological Leadership:</em><em> “Innovation and Technology in Korea: Challenges of a Newly Advanced Economy”, Physica-Verlag a Springer Company</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://otakkurusak.wordpress.com/category/teknologi/'>Teknologi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkurusak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkurusak.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkurusak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkurusak.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkurusak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkurusak.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkurusak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkurusak.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkurusak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkurusak.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkurusak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkurusak.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkurusak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkurusak.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkurusak.wordpress.com&amp;blog=3456840&amp;post=110&amp;subd=otakkurusak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkurusak.wordpress.com/2011/03/15/belajar-dari-negeri-orang-menghidupkan-kembali-korea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03f8b258d29283d3c658716af4d7b76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
