Saya Ingin Menjadi Anak Kecil……
Anda mungkin pernah kewalahan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seorang anak kecil. Terlihat rasa keingintahuan yang begitu besar dari sorot matanya (yang mungkin sorot mata ini Anda jarang lihat pada orang dewasa). Itulah sifat dasar pada semua anak kecil. Pertumbuhan yang luar biasa memang terjadi saat fase ini. Dari tidak bisa berjalan kemudian bisa dan dari tidak bisa berbicara kemudian bisa. Namun semakin dewasa sifat dasar tersebut rasanya semakin hilang. Kita lebih jarang untuk mempertanyakan sesuatu saat kita semakin dewasa. Kenapa? Penulis akan memberikan sebuah contoh. Pada suatu pagi di ruang tengah sebuah rumah seorang anak kecil (kira-kira berumur 6 tahun) sedang duduk di sofa dan ibunya sedang memegang gelas. Kemudian datang ayahnya dari balik pintu setelah itu ayahnya tersebut berjalan dengan santai menuju dinding kemudian langit-langit (seperti yang Spiderman sering lakukan). Bagaimanakah reaksi anak dan istrinya itu? (more…)
Rencana Strategis Kebangkitan Bangsa
Perumusan kebangkitan bangsa bukanlah hal mudah, namun bukan pula hal yang tidak mungkin. Pelik tapi sederhana, penguraian ratusan benang kusut masalah bangsa. Akan memakan waktu memang, setahun tidak, ratusan tahun mungkin. Namun apalagi alasan keberadaan saya apabila tiap hari saya memikirkan masalah kebangkitan bangsa ini jika bukan untuk mewujudkannya. (more…)
Pusat Inkubator Ide dan Kreativitas Mahasiswa ITB
”masa depan adalah mimpi, dan mimpi adalah masa depan…”
Proses rekayasa struktur masa depan bukanlah suatu proses yang secara ilmiah tidak dapat direpresentasikan dalam variabel-variabel yang dapat dipertanggungjawab. Lebih dari itu, proses ini adalah sebuah keniscayaan, walaupun memiliki variabel tak tentu dan tentu saja hasil acak yang sulit untuk diprediksikan. Tapi secara empiris proses rekayasa ini adalah hal yang mungkin dilakukan oleh beberapa pihak, yang tentu saja sangat meyakini bahwa masa depan adalah proses akumulasi pengaruh masa lampau. Bagi mereka yang memiliki gambaran struktur masa depan yang didasarkan pada beberapa hal yang fundamental sebagai koridor tentu saja dapat dengan sederhana membuat langkah strategis dengan jelas sehingga proses rumit untuk mencapai sebuah hasil akumulasi pembentukan struktur masa depan yang mereka ingin menjadi proses yang mudah. Koridor yang diyakini oleh mereka yang mampu meramalkan bentuk masa depan, adalah karakteristik pola sejarah manusia dan tentu saja hal tersebut berkaitan dengan manusia itu sendiri. (more…)
Perspektif kehidupan….
Fakta yang sangat mengejutkan, bahwa sebagian besar manusia sangat sulit untuk memiliki pengertian terhadap sesamanya. Hanya memiliki sedikit toleransi terhadap perbedaan. Padahal perbedaan itu sendiri adalah sesuatu yang nyata dan selama manusia itu ada maka perbedaan itu pula akan tetap ada. Itu berarti bahwa manusia selamanya akan tetap seperti sekarang. Dunia dipenuhi peperangan (walaupun tujuannya untuk kedamaian tetapi itu tetap sebuah perang) dan kekacauan (penulis tidak bermaksud mendramatisir keadaan, tetapi kenyataannya memang seperti itu). Saya akan memberikan contoh yang menarik, ada dua orang mahasiswa seni rupa diminta untuk menggambar satu objek yang sama dan jika selesai harus segera dikumpulkan. Yang aneh saat dikumpulkan gambar keduanya sangat berbeda. Gambar yang satu objeknya tampak kaku dan kasar dengan objek tampak depan, sedangkan gambar yang lain tampak halus dengan objek tampak samping. Namun dosennya maklum jika keduanya memang menggambar objek yang sama. (more…)
Membangun komunitas bervisi
Saat ini perlu diadakan sebuah reformasi terhadap eksistensi sebuah pendidikan. Dimana saat ini pendidikan lebih mirip sebuah formalitas atau kegiatan miskin makna. Tanpa mengesampingkan manfaatnya yang begitu besar dalam kehidupan bangsa, pendidikan saat ini seolah-olah tidak memiliki tujuan yang jelas sehingga keberadaannya kurang optimal atau tujuannya itu hanyalah sebagai hiasan saja dalam pendidikan. Hal ini sangat disayangkan mengingat pendidikan ini berperan sebagai investasi pemerintah dalam membangun bangsa ini. Melalui pendidikan inilah semua bangsa memulai pengembangan negaranya masing-masing. (more…)
Jangan Berhenti Berpikir…..
“Cogito ergo sum,” kita (manusia) ada karena kita (manusia) berpikir. Kira-kira seperti itulah artinya. Oleh karena itulah, manusia adalah makhluk yang unik. Hidup manusia dipenuhi dengan pemaknaan terhadap segala sesuatu. Dan menurut saya itulah tujuan hidup setiap manusia. Kekuatan sebuah pemaknaan sangatlah besar pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup seorang manusia. Pemaknaan, tujuan hidup menurut istilah sekarang, bisa diartikan sebagai pemberian arti terhadap segala sesuatu yang kita lakukan, yang kita lihat, yang kita katakan, dan yang kita rasakan. Hal itulah yang kebanyakan tidak diajarkan dalam pendidikan formal. Padahal kebanyakan orang yang berhasil adalah orang-orang yang memaknai hal-hal tertentu dalam hidupnya. Apel yang jatuh akan berbeda nilainya bagi kita dan bagi seorang Newton. Dari sebuah pemaknaan akan muncul nilai-nilai tertentu yang hanya akan didapatkan orang-orang tertentu. Ya, tentu saja hanya bagi mereka yang berpikir. (more…)
Kemana Dunia Ini Akan Bergerak
Apakah manusia menyadari bahwa apapun yang mereka lakukan, dunia ini tetap akan bergerak menuju kekacauan. Hal itu tampaknya sesuatu hal yang masih bisa diperdebatkan. Tapi percayayalah dunia memang meunuju kekacauan hingga akhirnya hancur. (more…)
teuing ah….(ga tau ah)
Saat ini sepertinya warga ITB terlalu mengurusi masalah internal saja, tanpa pernah memperhatikan posisi, peran dan tanggung jawab kita di masyarakat dan bangsa. Saat ini, saat begitu banyak perubahan, sepertinya agak sulit untuk melawan perubahan itu. Yang terbaik adalah kitalah yang jadi sutradara dibalik perubahan itu, sehingga perubahan yang ada sesuai dengan yang kita inginkan. Bukan malah seolah-olah menganggap bahwa perubahan itu sesuatu yang jahat dan salah, perubahan itu hanya sekedar perubahan tidak lebih dan tidak kurang, yang paling penting kemanakah perubahan itu akan kita bawa (kitalah yang menjadi subjek). Dan saat ini bukan lagi waktunya untuk mengenang masa heroik mahasiswa dulu, itu hanyalah romantisme kosong. Saat ini adalah saatnya kita, dengan semangat, jiwa, dan pemikiran yang kekinian, mulailah memandang diri kita dengan kacamata zaman yang ada. Mulailah membuat sistem yang mandiri, dalam artian mahasiswa adalah manusia dewasa, sehingga mempunyai hak hidup sepenuhnya atas diri mereka. (more…)
30 Juli 2005, kamar kotor
Saya sudah sangat lelah untuk menjalani hidup ini, kenapa Yang Di Atas membuat kondisi kehidupan itu seperti saat ini. Aneh sekali, sangat berat untuk dijalani. Hidup seolah-olah memaksa saya untuk menjadi seorang bajingan, memaksa saya untuk melepas semua prinsip dan idealisme yang selama ini saya pegang. Katanya kita tidak akan bisa hidup jika masih memegang prinsip dan idealisme. Dan sampai detik ini saya merasa tidak lebih baik dari sampah, teronggok di sudut sepi, terasing dan menyebarkan bau tak sedap. Bangsat !!! Kenapa rasanya terlalu banyak pertanyaan dalam otak saya. Kenapa rasanya terlalu banyak masalah dalam otak saya. Sedangkan jawabannya susah sekali untuk didapatkan. Rasanya tidak adil semua ini. (more…)
Gerakan Menuju Indonesia Perubahan
Preface
“Perubahan adalah keniscayaan yang menyertai kemanusiaan”
(kata-kata bijak Si Embé)
Percaya akan arti keberadaan perubahan dengan segenap entitas dan dinamikanya, menjanjikan sebuah kehidupan yang penuh dengan progresivitas. Sebuah kehidupan yang hidup. Selama ini (ternyata) masih banyak orang yang belum menyadari bahwa perubahan adalah suatu keharusan, sesuatu yang selalu melekat pada diri manusia semenjak lahir. Melalui proses inilah seseorang akan mencapai kondisi kekinian mereka. Dan yang paling penting untuk diingat bahwa perubahan yang terjadi selalu meminta pengorbanan, besar ataupun kecil. Gerakan Menuju Indonesia Perubahan bukanlah suatu gerakan mapan paradoksial, namun lebih mirip sebuah gerakan anti kemapanan yang berusaha lebih dekat dengan realitas. (more…)