30 Juli 2005, Kamar Kotor

April 12, 2008 § Leave a comment

Saya sudah sangat lelah untuk menjalani hidup ini, kenapa Yang Di Atas membuat kondisi kehidupan itu seperti saat ini. Aneh sekali, sangat berat untuk dijalani. Hidup seolah-olah memaksa saya untuk menjadi seorang bajingan, memaksa saya untuk melepas semua prinsip dan idealisme yang selama ini saya pegang. Katanya kita tidak akan bisa hidup jika masih memegang prinsip dan idealisme. Dan sampai detik ini saya merasa tidak lebih baik dari sampah, teronggok di sudut sepi, terasing dan menyebarkan bau tak sedap. Bangsat !!! Kenapa rasanya terlalu banyak pertanyaan dalam otak saya. Kenapa rasanya terlalu banyak masalah dalam otak saya. Sedangkan jawabannya susah sekali untuk didapatkan. Rasanya tidak adil semua ini.

Hidup ini sudah terasa membosankan, tidak ada lagi yang bisa membuat saya senang, tidak ada lagi yang membuat hati ini tenteram, tidak ada lagi yang bisa membuat jiwa ini terasa damai. Segala sesuatu yang ada disekelilingku membuatku sedih dan kecewa. Segala sesuatu yang kulihat dan kudengar membuatku marah. Segala sesuatu yang kukerjakan tak ubahnya rutinitas dan formalitas belaka. Hatiku makin lama terasa beku. Kebaikan rasanya sudah mulai tua untuk menemani manusia menjalani hidupnya, kejujuran mulai meninggalkan arena kehidupan dan mulai menjauhi manusia, dan kedewasaan pun mulai enggan bersahabat dengan jiwa manusia. Dan rasanya semua kebajikan satu demi satu beterbangan meninggalkan manusia sendirian di bumi. Hidup itu , bagi saya, adalah penderitaan terberat bagi manusia yang pernah ada. Dan Bunda, maaf sampai detik ini saya belum bisa memberikan sesuatu buat Bunda. Sampai saat ini pun saya sendiri masih bingung dengan diri saya sendiri, dan dengan semua kenyataan ini. Dan untuk semua orang maaf, saya belum bisa melakukan apapun untuk menyenangkan kalian semua. Semua serba berat buat saya, semua serba susah. Kondisi keluarga saya malah semakin hancur. Saya tidak bisa lagi untuk berpura-pura kalau hidup saya tuh menyenangkan, hidup saya tuh nyantai-nyantai aja, hidup saya tuh tidak ada masalah apapun.

Saya semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran manusia saat ini. Ada yang salah dengan pikiran mereka. Atau malah pikiran saya yang salah. Huh gak ngertilah. Rasanya semua orang terasa enteng buat ngejalanin hidupnya. Tidak ada satupun yang dapat saya percaya untuk saat ini. Ketidakmampuan saya untuk menyelesaikan masalah membuat otak ini rasanya mau pecah, diri ini rasanya seperti impotent. Trus kayaknya keegoisan itu perlu bagi setiap manusia, saya pikir tanpa keegoisan rasanya manusia akan hidup dalam penderitaan. Dan rasanya manusia jangan terlalu banyak berpikir, kebanyakan berpikir manusia malah akan semakin menderita menjalani hidup ini. Saat saya semakin mengetahui dan memahami karakter kehidupan ini rasanya semakin tidak mengerti dengan segala sesuatu. Semakin dalam pengertian saya terhadap karakter kehidupan semakin sedih rasanya melihat keadaan sekarang. Kegelisahan ini terus merayap, dan tak kulihat ia akan berhenti. Oh Tuhan, jika Engkau memang sulit untuk diraih, setidaknya beri aku petunjuk, bahwa Engkau sebaik yang orang-orang bilang, bahwa Engkau seadil yang orang-orang bilang. Karena jujur saja saya mulai menyangsikan kebaikan-Mu dan keadilan-Mu. Saya tidak ingin menjalani hidup dengan ketakutanku kalau-kalau nanti saat mati saya mesti masuk neraka, ataupun kegembiraan atas pengharapan kalau-kalau nanti saat saya mati saya akan masuk surga. Yang saya inginkan hanya keselamatan bagi semua manusia, dan juga saya hanya ingin menjalani hidup ini dengan kecintaanku atas-Mu. Bukan karena alasan surga ataupun neraka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 30 Juli 2005, Kamar Kotor at Sebuah Catatan Kecil...

meta

%d bloggers like this: