Kemana Dunia Ini Akan Bergerak

April 12, 2008 § Leave a comment

Apakah manusia menyadari bahwa apapun yang mereka lakukan, dunia ini tetap akan bergerak menuju kekacauan. Hal itu tampaknya sesuatu hal yang masih bisa diperdebatkan. Tapi percayayalah dunia memang menuju kekacauan hingga akhirnya hancur.

Kita akan melihat bahwa apa yang dilakukan manusia tidak dapat melebihi apa yang telah alam sediakan. Selama ini kita hanya menemukan apa yang telah alam sediakan. Jika manusia mengerti bahwa semua formulasi pengetahuan yang manusia buat, semuanya mereka dapatkan dari alam. Jadi apakah kita akan menyebut bahwa manusialah yang menciptakan. Saat manusia banyak melupakan hal yang esensial. Saya kemudian menjadi bingung dengan apa yang manusia perjuangkan. Mereka perjuangkan kebangsaan mereka, mereka perjuangkan agama mereka, mereka memperjuangkan kemerdekaan mereka, mereka perjuangkan hak hidup mereka, mereka perjuangkan idealisme mereka. Namun di sisi lain mereka juga mengorbankan kebangsaan orang lain, mereka juga mengorbankan agama lain, mereka mengorbankan kemerdekaan orang lain, mereka mengambil hak hidup lain, mereka menginjak-injak idealisme orang lain. Apakah yang mereka maksud dengan perjuangan mereka ini. Pola ini selalu berulang semenjak manusia ada di dunia ini (mungkin). Karena selama saya membaca banyak buku sejarah, salah satunya adalah sejarah umat manusia karya Arnold Toynbee, yang manusia maksud dengan perjuangan sama artinya dengan kesempitan manusia memahami perbedaan dan yang mereka maksud dengan kebebasan sama dengan merebut kebebasan yang sama dari orang lain. Inilah hal paling menggelikan dari kehidupan manusia, perbedaan adalah bencana. Agama, ras, suku bangsa dan negara kadang-kadang ada di balik semua kekacauan.

Semakin membingungkan memang, kemana manusia akan membawa peradabannya ini. Tetapi yang jelas selama manusia ada maka perbedaan akan selalu melekat dalam perjalanan manusia itu sendiri. Dan selama manusia tidak bisa menerima maksud perbedaan itu maka selama itu kekacauan akan terjadi. Dan selama itu pula, konsep –konsep utopis mengenai keadilan dan kemerdekaan hanya bualan. Bahkan banyak pihak yang mengklaim bahwa mereka mampu membawa dunia menjadi surga bagi semua manusia. Utopis! Konsep yang harus dibawa adalah bagaimana perbedaan tidak menjadi sesuatu yang menghambat pemahaman kita terhadap pihak lain. Apa arti dari perbedaan itu sendiri adalah relatif. Karena Anda akan melihat tidak akan satupun hal di dunia ini yang kemudian sama. Karena pada dasarnya secara mikroskopis kandungannya berbeda. Bahkan tidak ada satupun manusia yang persis sama. Jadi perbedaan itu sendiri kemudian sangat relatif jika kita mengacu pada batas sistemnya. Jika kita melihat analisis perkembangan sejarah, maka perbedaan yang ada oleh manusia distrukturkan ke dalam pengklasifikasian yang terlalu kaku. Pengklasifikasian itu sendiri menjadi tidak netral, mereka lupa bahwa mereka adalah manusia yang menghuni bumi yang sama. Perbedaan itu bagi mereka adalah hal mutlak. Sehingga kemudian, perbedaan bagi mereka adalah sesuatu yang mengganggu dan bisa dihilangkan. Dan itulah yang kemudian mereka lakukan. Mereka ingin menyamakan semuanya. Jika tidak bisa maka cukup agama, ras, suku bangsa dan negara kami saja yang bertahan dan tetap ada. Insting binatang, yang takut dari kepunahan mulai muncul dalam kekalutan modernitas yang tidak tentu ini. JIka Anda belum menyadari, bahwa dunia ini mulai menjadi rumah yang tidak aman, maka manusia masing-masing berebut untuk mempertahankan. Jika diperlukan maka mereka akan saling menyerang. Dan mereka menghalalkan semua itu atas nama perbedaan. Konyol bukan. Dengan kata lain manusia memang hanya akan membawa dunia ini pada kehancuran.

Sedikit orang yang kemudian memahami perbedaan ini sebagai sesuatu yang akan selalu menyertai keberadaan manusia. Sedikit orang yang kemudian mengetahui bahwa tidak ada yang berubah sama sekali dari sejarah manusia. Dan hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa perubahan adalah hanya untuk orang yang bodoh saja. Manusia pada akhirnya, akan menuju kehancuran yang mereka bangun sendiri. Mereka terlalu bodoh, mempercayai bahwa mereka lah makhluk paling pintar di jagad raya ini. Padahal pengetahuan mereka saat ini tidak melebihi jagad raya itu sendiri. Terlalu banyak hal yang manusia tidak kontrol, terlalu banyak masalah yang tidak bisa manusia tangani. Tapi apakah manusia sendiri menyadari keterbatasan mereka. Ternyata tidak. Mereka melupakan bahwa keterbatasan mereka, dalam memahami bagaimana dunia ini bekerja adalah ketololan yang setiap abad diturunkan kepada manusia lainnya. Sehingga mereka akan selalu mengulang sejarah, terus menerus sampai mereka sadar bahwa mereka akan hancur.

Sudah muak dengan semua ini. Sebaiknya kita hentikan saja permainan kehidupan ini. Karena aturan mainnya pun kita tidak punya. Tujuan permainan pun kita tidak sama. Apakah kita (manusia) berharap ini akan menjadi permainan yang adil. Tidak akan pernah sampai kapanpun. Karena dalam permainan dunia ini, musuh kita bukanlah orang lain tetapi kita sendiri. Jadi berhentilah menyalahkan orang lain, menyalahkan bangsa lain, menyalahkan agama lain. Yang salah adalah diri kita sendiri. Jika ingin melanjutkan permainan ini, maka hal yang paling penting adalah kita semua harus tahu bagaimana cara memainkan permainan ini. Kedua dengan siapa saja kita bermain. Kemudian siapa lawan atau musuh kita. Kemudian bagaimana caranya untuk menang. Beginilah cara memainkan permainan kehidupan ini, aturan pertama: Musuh kita adalah diri kita sendiri, kedua: Tujuan kita hanyalah memberikan manfaat keberadaan kita bagi semua orang, makin banyak orang yang kita bantu maka poin kita makin besar, ketiga: Perbedaan itu adalah kewajaran, itu tidak seharusnya menjadi penghalang setiap manusia untuk mendapatkan poin besar, bahkan dengan adanya perbedaan maka interaksi antar manusia dapat berlangsung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kemana Dunia Ini Akan Bergerak at Sebuah Catatan Kecil...

meta

%d bloggers like this: