Membangun komunitas bervisi

April 12, 2008 § Leave a comment

Saat ini perlu diadakan sebuah reformasi terhadap eksistensi sebuah pendidikan. Dimana saat ini pendidikan lebih mirip sebuah formalitas atau kegiatan miskin makna. Tanpa mengesampingkan manfaatnya yang begitu besar dalam kehidupan bangsa, pendidikan saat ini seolah-olah tidak memiliki tujuan yang jelas sehingga keberadaannya kurang optimal atau tujuannya itu hanyalah sebagai hiasan saja dalam pendidikan. Hal ini sangat disayangkan mengingat pendidikan ini berperan sebagai investasi pemerintah dalam membangun bangsa ini. Melalui pendidikan inilah semua bangsa memulai pengembangan negaranya masing-masing.

Pendididikan seharusnya membekali setiap orang dengan sebuah visi dan bekal untuk mewujudkannya. Kenapa? Karena tujuan pendidikan pada dasarnya adalah untuk membentuk manusia seutuhnya. Manusia akan dikatakan utuh apabila ia tahu ia siapa, darimana ia berasal, untuk apa ada di sini, dan akan pergi kemana. Manusia dikatakan utuh apabila ia dapat mengembangkan potensinya masing-masing dan berperan secara baik dan benar dalam sistem kehidupan ini sesuai potensinya tadi. Hal itulah yang jarang sekali disentuh dunia pendidikan sekarang. Yang rasa-rasanya lebih mementingkan bekal dibandingkan tujuan, sehingga jarang sekali pelajar saat ini mengetahui kenapa mereka harus belajar. Jadi wajar saja jika pendidikan sekarang kurang efektif, pelajar seperti orang bodoh saja melekukan sesuatu tanpa mengetahui alasan kenapa dia melakukan itu. Dan wajar saja jika banyak yang setelah mendapatkan ilmu, ia gunakan untuk kejahatan karena sejak semula ia tidak tahu untuk apa ilmunya itu.

Walaupun kita tahu dalam kurikulum kita ada pelajaran agama dan kewarganegaraan (yang seharusnya paling berperan dalam permasalahan ini) namun pelajaran tersebut terbalut suasana kekakuan, suasana khas pendidikan. Sehingga tidak mampu membawakan tujuan pendidikan itu secara baik. Manusia hidup secara nyata dalam kehidupan ini, maka berikanlah pelajaran tentang kehidupan, berikanlah pelajaran tentang kemanusiaan, dan berikanlah pelajaran tentang hakikat keberadaan.

Apakah akhir-akhir ini Anda sering melihat televisi ataupun barang sejenak keluar sebentar untuk berjalan-jalan, maka Anda jangan kaget jika melihat semangat hedonisme yang begitu kental pembodohan massal terhadap generasi muda yang begitu gencar. Anak-anak muda sekarang seolah-olah alergi dengan semua hal yang berbau kebaikan. Saya yakin Anda dapat membayangkan 10 tahun ke depan, 20 tahun ke depan, 50 tahun ke depan Indonesia akan seperti apa.

Hal-hal tersebut merupakan indikasi kegagalan sistem pendidikan Indonesia saat ini Dan (maaf sekali) tanpa bermaksud menyalahkan siapapun, semua orang saat ini harus segera menyadari permasalahan yang ada sekarang sebagai permasalahan yang darurat, terutama pemerintah.

Pendidikan seharusnya bisa membangun sebuah komunitas yang memiliki visi yang jelas dan mereka diberi bekal yang cukup untuk mewujudkan visinya tersebut. Saya akan memberikan contoh betapa pentingnya sebuah visi bagi seorang manusia. Saya akan menganalogikan visi itu sebagai tempat tujuan seseorang yang sangat ingin didatangi. Misalnya, Acong sangat ingin pergi ke Bali. Saya yakin seumur hidupnya dia akan berusaha untuk pergi ke pulau itu, atau setidaknya mendekati pulau tersebut. Dan sekarang Anda bayangkan jika Ucok tidak memiliki tempat tujuan yang diinginkan. Kemanakah dia akan pergi? Bingung! Atau mungkin dia hanya tinggal di tempat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Membangun komunitas bervisi at Sebuah Catatan Kecil...

meta

%d bloggers like this: