Tirani Diri

August 6, 2012 § Leave a comment

Doyan menghakimi kata dengan kalimat bahkan paragraf,

menghakimi diri dengan sejarah dan masa lalu,

satu dua tiga tak mengapa logika dihukum mati saja,

biar tradisi menjadi tirani diksi,

biar materi lebih utama ketimbang persepsi,

dan surgawi mati di bawah kaki dunia…

Oh Gusti, disini di sudut gelap aku masih memuji,

menunggu tanda jemputan takdirku,

karena hidupku tak lagi menarik,

bagai tua renta sepi sendiri di dalam penjara akal sehat,

akal sehat yang membelenggu..

Vietnam, Agustus 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tirani Diri at Sebuah Catatan Kecil...

meta

%d bloggers like this: