Seteduh-teduhnya Musik

August 7, 2012 § Leave a comment

Tidak banyak musisi, yang bisa membawakan musik dengan membawa kharisma lokal dan nuansa kejujuran dalam berbahasa, menyampaikan cinta dalam musik dengan cinta itu sendiri. Bahasa menjadi raja di lirik musik nya itu sendiri, mengantarkan maksud tanpa berusaha untuk tampil “mempesona”, itu yang menurut saya mempesona. Nada-nada jadi hidup dalam balutan kesederhanaan vokal, gitar, guitalele, contra bass, dan sesedikit gebukan drum. Musik golden 60’s serasa hidup kembali, tapi kali ini lebih terbuka di tangan Payung Teduh, dan lagi-lagi menurut saya itu jauh lebih mempesona, jauh dari kesombongan musik-musik saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Seteduh-teduhnya Musik at Sebuah Catatan Kecil...

meta

%d bloggers like this: