dahulu, kini, nanti

October 28, 2012 § Leave a comment

lain di hati lain di penghujung nanti

berbalut kecewa seremang hati

adinda, pengharapan ini benar mati suri

apalagi sejak seperempat malam tadi

ketika bulan keluar sendiri

Kini aku lebih berhati-hati

berjalan di atas kerikil masa lalu atau nanti

ada kalanya sakit tak terperih

tapi tak apalah itu, ketimbang nanti main sendiri

seperti bulan yang kemarin, keluar lalu mati sepi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading dahulu, kini, nanti at Sebuah Catatan Kecil...

meta

%d bloggers like this: